BACH Resmi IPO di BEI, Bidik Dana Segar Rp150 Miliar

PT Bach Multi Global Tbk (BACH), produsen benang dan tekstil asal Bandung, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/

Jul 09, 2026 - 14:27
0 0
BACH Resmi IPO di BEI, Bidik Dana Segar Rp150 Miliar

PT Bach Multi Global Tbk (BACH), produsen benang dan tekstil asal Bandung, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026). Dalam seremoni pencatatan yang digelar di Main Hall BEI, Jakarta, perseroan melepas 20% sahamnya ke publik dengan harga penawaran Rp200 per lembar. Langkah ini mengukuhkan BACH sebagai emiten tekstil ke-22 yang melantai di pasar modal Indonesia.

Kronologi Penawaran Umum Perdana

  1. 12–18 Juni 2026 (Masa Penawaran Awal/Bookbuilding): BACH menawarkan rentang harga Rp180–Rp220 per saham. Minat investor cukup tinggi dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,3 kali pada porsi pooling.
  2. 22–30 Juni 2026 (Masa Penawaran Umum): Investor publik dan institusi memesan saham dengan harga final Rp200. Total 1,2 miliar lembar saham baru ditawarkan, setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.
  3. 3–5 Juli 2026 (Penjatahan dan Distribusi Saham): PT Adira Dinamika Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku penjamin emisi mendistribusikan saham ke investor.
  4. 8 Juli 2026 (Pencatatan Perdana): Saham BACH resmi diperdagangkan di papan pengembangan BEI dengan kode ticker “BACH”. Pada sesi pembukaan, saham naik 5% ke level Rp210.

Detail Dana IPO dan Alokasi

Dari aksi korporasi ini, BACH meraup dana segar Rp240 miliar. Berdasarkan prospektus, dana tersebut dialokasikan untuk tiga keperluan utama:

  • 55% atau Rp132 miliar untuk pembelian mesin texturing dan knitting baru guna meningkatkan kapasitas produksi dari 18.000 ton benang per tahun menjadi 25.000 ton.
  • 30% atau Rp72 miliar untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku polyester filament dan cotton combed.
  • 15% atau Rp36 miliar untuk ekspansi gudang di kawasan industri Cimahi dan renovasi pabrik eksisting.

Prospek dan Sentimen Pasar

Direktur Utama BACH, Heru Prasetyo, dalam konferensi pers usai pencatatan menyampaikan bahwa perseroan optimistis terhadap permintaan benang sintetis domestik, terutama dari industri fesyen yang mulai pulih pasca-pandemi. Ekspor ke Eropa dan Timur Tengah juga menjadi tumpuan, dengan kontribusi ekspor saat ini 35% dari total pendapatan. Adapun pendapatan BACH pada 2025 tercatat Rp620 miliar, naik 12% dari tahun sebelumnya, dengan laba bersih Rp48 miliar.

Namun, analis mengingatkan sejumlah risiko: fluktuasi harga polyester global, tekanan margin akibat kenaikan UMR, serta persaingan dengan produk impor asal Tiongkok yang kerap membanjiri pasar. Meski demikian, permintaan oversubscribed pada masa bookbuilding menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental perseroan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User