Atalia Praratya Sebut Gen Z Paling Getol Baca, Patahkan Stigma Generasi Visual

Bandung – Sebuah temuan mengejutkan diungkapkan oleh Anggota MPR RI, Atalia Praratya. Ia mematahkan stigma yang selama ini melekat pada Generasi Z, yang kerap dianggap hanya menyukai konten singkat

Jul 06, 2026 - 14:06
0 0
Atalia Praratya Sebut Gen Z Paling Getol Baca, Patahkan Stigma Generasi Visual

Bandung – Sebuah temuan mengejutkan diungkapkan oleh Anggota MPR RI, Atalia Praratya. Ia mematahkan stigma yang selama ini melekat pada Generasi Z, yang kerap dianggap hanya menyukai konten singkat dan visual. Berdasarkan hasil survei terbaru, justru Gen Z tercatat sebagai generasi yang paling aktif membaca.

Pernyataan ini disampaikan Atalia saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'Perpustakaan Tanpa Batas: Gen Z Suka Baca Ga Sih?'. Acara yang digelar di Ruang Galunggung Lantai 4, Gedung A, Universitas Widyatama, Bandung, pada Senin (22/6) itu menjadi panggung untuk meluruskan persepsi publik.

"Hasil sebuah lembaga survei Jakpat menunjukkan Gen Z adalah generasi yang paling aktif membaca," tegas Atalia dalam laporan yang diterima media kami, Selasa (23/6/2026).

Realitas Baru di Balik Layar Ponsel

Selama ini, masyarakat kerap memandang Gen Z sebagai generasi yang lebih senang menikmati konten video pendek di media sosial. Namun, data dari Jakpat membuktikan sebaliknya, bahwa kuantitas dan intensitas membaca di kalangan anak muda justru melampaui Generasi Milenial maupun Generasi X. Atalia menegaskan bahwa perubahan format bacaan dari cetak ke digital tidak serta-merta mengurangi esensi membaca itu sendiri. Justru, akses tanpa batas di era digital menjadi katalis yang mendorong rasa ingin tahu Gen Z.

Seminar yang digelar di Universitas Widyatama itu menjadi wadah diskusi interaktif mengenai bagaimana perpustakaan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru generasi ini. Bagi Gen Z, membaca tidak lagi identik hanya dengan buku fisik di perpustakaan senyap, melainkan menjelma menjadi aktivitas harian melalui gawai, artikel daring, hingga utas di media sosial. Atalia pun mendorong para pustakawan dan akademisi untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan menyediakan koleksi digital yang relevan dan user-friendly. Dengan demikian, perpustakaan tetap menjadi ruang inklusif yang mampu memenuhi kebutuhan literasi generasi yang serba cepat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User