Alat Musik Diplomasi di Istana Merdeka
Jakarta — Suasana keakraban mewarnai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7). Di tengah pembicaraan str
Jakarta — Suasana keakraban mewarnai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7). Di tengah pembicaraan strategis dua negara besar, sebuah momen hangat tercipta: Modi menerima cendera mata berupa satu set angklung, lalu tanpa ragu langsung mencoba memainkannya. Video yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet itu segera menarik perhatian warganet.
Dalam rekaman tersebut, Modi tampak menggoyangkan bingkai bambu bernada rendah dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu. Senyumnya merekah saat bunyi khas angklung bergema di ruangan megah istana. Prabowo, yang berdiri di sampingnya, ikut tersenyum sembari memberikan aba-aba singkat agar nada yang dihasilkan seirama. Momen spontan ini menjadi jeda segar di sela agenda padat kunjungan kenegaraan PM India ke Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, “Angklung dipilih sebagai oleh-oleh diplomasi karena mencerminkan semangat persahabatan sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada PM Modi. Ini alat musik yang hanya bisa berbunyi indah jika dimainkan bersama, sama seperti hubungan bilateral yang membutuhkan kerja sama harmonis.”
Simbol Harmoni dalam Seikat Bambu
Angklung, alat musik multitonal yang lahir dari tanah Sunda, memang sarat makna. Setiap tabung bambu hanya menghasilkan satu nada, sehingga untuk membentuk melodi utuh dibutuhkan beberapa pemain yang saling melengkapi. Nilai gotong royong yang terkandung di dalamnya selaras dengan pesan diplomatik yang ingin disampaikan Indonesia kepada India, mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Pilihan cendera mata ini bukan tanpa pertimbangan matang. Angklung telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2010, menjadikannya ikon global yang mewakili identitas bangsa. Langkah Prabowo menghadiahkannya langsung kepada Modi dinilai sebagai pendekatan diplomasi lunak yang efektif, membangun jembatan budaya di tengah relasi ekonomi dan politik yang semakin erat antara Jakarta—New Delhi.
Pertemuan bilateral itu sendiri membahas sejumlah kerja sama strategis, mulai dari perdagangan, investasi, hingga isu keamanan maritim. Namun, justru gestur sederhana berupa pemberian angklung yang paling menyedot perhatian publik. Di media sosial, unggahan Sekretariat Kabinet ramai dikomentari. Banyak warganet mengaku bangga melihat warisan tradisional tampil di panggung diplomasi tingkat tinggi. “Angklung naik kelas,” tulis seorang pengguna Instagram. “Soft diplomacy khas Indonesia 🇮🇩,” timpal yang lain.
Modi sendiri bukan pemimpin asing pertama yang menerima angklung dari presiden Indonesia. Tradisi memberikan alat musik ini kepada tamu negara telah dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, momen ketika Modi langsung memainkannya dengan antusias di hadapan Prabowo memberi kesan personal yang lebih kuat. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan percakapan dua pemimpin melalui medium universal: musik.
Dengan momen ini, Istana berharap hubungan Indonesia—India tidak hanya semakin kokoh di sektor formal, tetapi juga semakin dekat di level people-to-people. Sebab, seperti angklung yang sumringah bunyinya ketika dimainkan bersama, persahabatan dua negara besar akan kian harmonis jika dirawat dalam semangat saling memahami.
Comments (0)