Akses Disabilitas di RSUD Kubu Raya Meningkat, Ini Peran Program Quick Win

Kubu Raya, Kalimantan Barat — RSUD Tuan Besar Syarif Idrus yang terletak di kawasan terpencil Kabupaten Kubu Raya kini memiliki wajah baru yang lebih ramah

Akses Disabilitas di RSUD Kubu Raya Meningkat, Ini Peran Program Quick Win

Kubu Raya, Kalimantan Barat — RSUD Tuan Besar Syarif Idrus yang terletak di kawasan terpencil Kabupaten Kubu Raya kini memiliki wajah baru yang lebih ramah terhadap penyandang disabilitas. Peresmian aksesibilitas, yang digelar Jumat (6/2/2026), merupakan buah dari program Quick Win Kementerian Kesehatan yang menyasar rumah sakit di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Fasilitas yang sebelumnya nyaris tanpa jalur khusus disabilitas kini bertransformasi menjadi percontohan layanan inklusif di Kalimantan Barat.

Latar Belakang RSUD Tuan Besar Syarif Idrus

RSUD Tuan Besar Syarif Idrus merupakan satu-satunya rumah sakit umum daerah tipe C di Kabupaten Kubu Raya, melayani populasi lebih dari 600 ribu jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan. Lokasinya yang berada sekitar 70 kilometer dari pusat kota Pontianak membuat banyak warga harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapat layanan kesehatan dasar. Selama bertahun-tahun, rumah sakit ini menghadapi keterbatasan infrastruktur yang signifikan — koridor sempit, tangga tanpa ramp, toilet yang tidak aksesibel, serta tidak adanya guiding block bagi tunanetra.

Kondisi tersebut membuat para penyandang disabilitas, lansia, dan pasien dengan mobilitas terbatas kerap kesulitan mengakses layanan. Data dari Dinas Sosial Kubu Raya mencatat, terdapat sekitar 4.200 penyandang disabilitas di wilayah ini yang harus bergantung pada fasilitas publik yang terbatas. Beberapa kejadian memilukan sempat viral di media sosial, di mana pasien terpaksa digotong oleh keluarga karena tidak adanya jalur kursi roda menuju ruang rawat inap.

Intervensi Program Quick Win

Pada akhir 2025, Kementerian Kesehatan meluncurkan program "Quick Win Aksesibilitas Faskes" sebagai respons terhadap keluhan masyarakat dan komitmen pemerintah mewujudkan Indonesia Inklusif 2030. Program ini mengalokasikan dana percepatan untuk 50 rumah sakit di daerah terpencil, salah satunya RSUD Tuan Besar Syarif Idrus. Total anggaran yang digelontorkan untuk renovasi dan penambahan fasilitas disabilitas di RS ini mencapai Rp5,8 miliar, dengan pengerjaan yang dikebut hanya dalam waktu tiga bulan.

Direktur RSUD, dr. Hj. Andi Nurhaeni, M.Kes., menjelaskan bahwa intervensi ini mencakup pembangunan ramp standar nasional di setiap pintu masuk, pemasangan lift kecil dua lantai, toilet disabilitas di tiga titik strategis, serta jalur pemandu (guiding block) dari pintu gerbang hingga ruang pelayanan. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi pasien yang harus dipanggul hanya karena rumah sakit tidak bisa mengakomodasi kebutuhan dasar mereka,” tegasnya.

Fasilitas Ramah Disabilitas yang Diresmikan

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Kubu Raya dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disaksikan oleh perwakilan organisasi penyandang disabilitas. Berikut sejumlah fasilitas baru yang dihadirkan:

  • Ramp dan handrail di seluruh area publik dan akses menuju instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, serta poliklinik.
  • Lift inklusif dengan kapasitas 6 orang atau 2 kursi roda, dilengkapi tombol braille dan suara pemandu.
  • Toilet disabilitas dengan pintu geser, pegangan di dua sisi, dan wastafel yang dapat dijangkau pengguna kursi roda.
  • Guiding block kuning sepanjang 350 meter yang menghubungkan area parkir, pendaftaran, farmasi, dan ruang perawatan.
  • Loket khusus disabilitas di unit pendaftaran dengan ketinggian meja 70 cm dan area manuver kursi roda.

Penyediaan fasilitas ini juga dilengkapi dengan pelatihan petugas rumah sakit mengenai etika dan cara membantu pasien berkebutuhan khusus, sehingga pelayanan lebih humanis dan profesional.

Dampak pada Layanan Kesehatan

Kehadiran akses disabilitas di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus disebut sebagai game changer bagi warga Kubu Raya. Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Kubu Raya, Hendra Setiawan, menyampaikan apresiasinya. “Selama ini kami harus ke Pontianak yang jaraknya 2-3 jam kalau butuh layanan yang aksesibel. Sekarang ada di dekat sini, rasanya seperti mimpi. Ini langkah besar yang harus ditiru rumah sakit lain,” ungkapnya penuh haru.

Dalam acara peresmian, seorang pasien tunadaksa, Aminah (52 tahun), menuturkan bahwa ia baru pertama kali bisa naik lift menuju ruang penyakit dalam dengan nyaman. “Dulu saya minta digotong sama suami saya. Sekarang saya bisa mandiri, naik kursi roda sendiri lalu masuk lift. Terima kasih pemerintah,” katanya.

Bupati Kubu Raya, di sela sambutan, menyebutkan bahwa RSUD ini akan menjadi model rujukan untuk puskesmas-puskesmas di tingkat kecamatan. Rencana ke depan, setiap puskesmas rawat inap di Kubu Raya akan dilengkapi ramp dan toilet disabilitas bertahap mulai 2027. Program Quick Win ini juga diharapkan bisa memicu alokasi anggaran daerah untuk sektor serupa, mengingat selama ini isu aksesibilitas sering terabaikan.

Di tingkat nasional, pencapaian RSUD Tuan Besar Syarif Idrus menjadi bukti bahwa program percepatan dapat berjalan efektif meski di wilayah dengan tantangan geografis. Kementerian Kesehatan berencana mengevaluasi hasilnya untuk replikasi ke 150 rumah sakit lainnya hingga tahun 2027, seiring dengan Reformasi Sistem Kesehatan Daerah yang digulirkan pemerintah.

[SOCIAL_TWEET]: Perubahan besar di RSUD Kubu Raya! Kini ada ramp, lift, toilet disabilitas & guiding block hasil program Quick Win Kemenkes. Pasien difabel bisa mandiri, tak perlu digotong lagi. #KesehatanInklusif #Disabilitas #QuickWin[SOCIAL_TG]: 🏥💙 RSUD terpencil di Kubu Raya kini hadirkan akses disabilitas lengkap! Lift, ramp, guiding block jadi kenyataan. Terobosan Quick Win Kemenkes ini bikin pasien bahagia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User