Solo — Kepolisian Resor Kota Surakarta menggelar apel pasukan di halaman Markas
Gelar Pasukan Sejak Pagi Sejak pukul 07.30 WIB, para personel sudah berjajar rapi di lapangan apel Mapolresta Solo. Mereka berasal dari berbagai fungsi kep
Gelar Pasukan Sejak Pagi
Sejak pukul 07.30 WIB, para personel sudah berjajar rapi di lapangan apel Mapolresta Solo. Mereka berasal dari berbagai fungsi kepolisian, didukung oleh unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan komponen masyarakat. Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Surakarta, yang dalam amanatnya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan penuh menghadapi momen kenegaraan tersebut.
Kronologi Apel Pengamanan
Rangkaian apel berlangsung sistematis dengan penekanan pada pengecekan personel, perlengkapan, serta skenario pengamanan. Berikut urutan kegiatan yang dihimpun tim Beritadua.com dari lokasi:
- Pukul 07.45 WIB – Pemeriksaan Kelengkapan
Seluruh peserta apel menjalani pemeriksaan seragam, tanda pengenal, dan peralatan perorangan. Petugas provos juga memastikan setiap personel membawa perlengkapan standar pengamanan dalam kota, seperti rompi reflektif, pentungan, dan alat komunikasi. - Pukul 08.00 WIB – Penghormatan dan Laporan Komandan
Apel resmi dibuka dengan penghormatan kepada pimpinan. Komandan apel melaporkan kekuatan pasukan yang hadir sebanyak 560 personel gabungan, terdiri atas 400 anggota Polri, 100 prajurit TNI, dan 60 petugas dari instansi pendukung. - Pukul 08.10 WIB – Amanat Kapolresta
Kapolresta Surakarta membacakan pesan penting: seluruh rangkaian kegiatan pelantikan di Jakarta harus diantisipasi potensi dampaknya di daerah, terutama di kota asal Presiden terpilih. Ia menekankan tiga prioritas: keamanan fasilitas publik, antisipasi unjuk rasa atau gangguan kamtibmas, serta pengamanan jalur protokol yang kerap dilalui tamu VVIP. - Pukul 08.30 WIB – Simulasi Skala Terbatas
Usai amanat, dilakukan simulasi pengamanan dengan skenario demonstrasi kecil di depan Balai Kota Solo dan aksi sweeping yang mengganggu ketertiban di kawasan Gladag. Personel bergerak cepat menerapkan formasi penguraian massa secara persuasif dan tegas terukur. - Pukul 08.50 WIB – Pengecekan Pos Pengamanan
Tim lider mengecek lokasi pos pengamanan yang telah ditentukan, antara lain di depan Stasiun Solo Balapan, Bundaran Gladag, kawasan Pasar Klewer, dan sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Setiap pos akan dijaga 5–8 personel dengan jam kerja bergilir selama dua hari menjelang hingga sehari setelah pelantikan. - Pukul 09.15 WIB – Doa Bersama dan Penutupan
Apel ditutup dengan doa bersama lintas agama, memohon kelancaran seluruh prosesi pelantikan di tingkat nasional dan keamanan kondusif di wilayah Solo. Kapolresta kembali mengingatkan agar setiap personel menghindari tindakan arogan dan selalu mengedepankan pendekatan humanis.
Kesiapan Pasukan dan Strategi Pengamanan
Dari pantauan Beritadua.com, seluruh personel menunjukkan sikap siaga tinggi. Mereka dibekali surat perintah tugas yang jelas serta peta rawan gangguan. Kepolisian setempat juga akan memberlakukan sistem pengamanan berlapis dengan membagi wilayah Solo menjadi tiga zona: zona inti (pusat keramaian seperti Gladag dan Balai Kota), zona penyangga (jalur utama seperti Slamet Riyadi), dan zona luar (wilayah perbatasan kota).
Kapolresta menyebutkan bahwa 320 personel gabungan akan disebar di 16 titik pengamanan pada hari pelantikan, 20 Oktober, sedangkan sisanya disiagakan di mako untuk reaksi cepat. Selain itu, terdapat tiga kendaraan taktis (rantis) dan dua unit mobil water cannon yang disiagakan di titik-titik rawan. Dukungan intelijen kepolisian juga dioptimalkan untuk mendeteksi potensi ancaman lebih dini, termasuk dari media sosial.
Latar Belakang Pengamanan Khusus di Solo
Solo menjadi salah satu wilayah dengan perhatian pengamanan ekstra karena merupakan kampung halaman Presiden Joko Widodo. Tradisi kirab budaya dan syukuran yang biasa digelar masyarakat pasca pelantikan membuat mobilitas massa tinggi. Oleh sebab itu, sejak seminggu sebelumnya Polresta Surakarta sudah mengintensifkan patroli dialogis dan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta panitia acara lokal. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Praja 2019 yang melibatkan sinergi TNI-Polri sepanjang rangkaian tahapan pemilu hingga pelantikan.
Respons dan Harapan Masyarakat
Sejumlah warga yang ditemui di sekitaran Gladag menyambut positif kehadiran aparat keamanan. “Saya lihat polisi dan tentara sudah banyak di titik keramaian, kami jadi merasa tenang mau beraktivitas seperti biasa meski ada pelantikan,” ujar Sutarno, pedagang di Pasar Klewer. Diharapkan agar pengamanan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjamin kenyamanan publik saat perayaan berlangsung.
Dengan rampungnya apel pasukan ini, seluruh elemen pengamanan menyatakan siap mengamankan kota Solo selama prosesi pelantikan berlangsung. Operasi penuh akan dimulai pada 19 Oktober pukul 00.00 WIB hingga 21 Oktober pukul 23.59 WIB, dengan kemungkinan perpanjangan jika situasi memerlukan. Masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dan melaporkan segala potensi gangguan kepada pihak berwajib.
Comments (0)