2.087 KPM PKH Klaten Resmi Mandiri, Wamensos: Hasil Gotong Royong

Klaten — Sebuah pencapaian membanggakan hadir dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) resmi dinyatakan lulus atau mengalami

Jul 07, 2026 - 23:23
0 0
2.087 KPM PKH Klaten Resmi Mandiri, Wamensos: Hasil Gotong Royong

Klaten — Sebuah pencapaian membanggakan hadir dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) resmi dinyatakan lulus atau mengalami graduasi. Dengan status baru ini, ribuan keluarga tersebut telah meninggalkan ketergantungan pada bantuan sosial (bansos) dan kini mampu hidup mandiri serta berdaya secara ekonomi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, peristiwa graduasi massal ini menjadi salah satu yang terbesar di wilayah tersebut dan menandai keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Para KPM yang graduasi telah melalui serangkaian pendampingan intensif, mulai dari peningkatan kapasitas keuangan keluarga hingga pengembangan usaha mikro. Mereka tidak lagi hanya menerima bantuan, melainkan telah bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang aktif di lingkungannya.

Simbol Keberhasilan Kolaborasi

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menyambut hangat pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa graduasi ini bukan semata hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari gotong royong yang melibatkan banyak elemen. “Ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan swasta, bergotong-royong untuk bisa memutus transmisi kemiskinan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Beritadua.com, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan Wamensos itu menggarisbawahi pola kerja sama yang saat ini diyakini sebagai kunci mempercepat penurunan angka kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Klaten disebut aktif menjembatani para KPM dengan pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga pasar. Sementara itu, perusahaan swasta turut ambil bagian melalui program tanggung jawab sosial (CSR) yang menyasar pemberdayaan ibu rumah tangga dan pemuda. Kolaborasi ini memungkinkan para penerima manfaat tak sekadar terbebas dari garis kemiskinan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja kecil di komunitasnya.

Dari Penerima Bantuan Menjadi Penggerak Ekonomi

Program Keluarga Harapan sendiri merupakan bantuan bersyarat yang bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Para KPM menerima dana tunai dengan syarat memenuhi kewajiban di bidang kesehatan dan pendidikan. Ketika kondisi ekonomi sudah dianggap stabil dan terdapat peningkatan signifikan, mereka akan digraduasi secara bertahap. Di Klaten, proses evaluasi dilakukan oleh pendamping sosial di lapangan yang memantau perkembangan 2.087 keluarga tersebut selama bertahun-tahun.

Menariknya, banyak di antara KPM graduasi yang kini justru menjadi penggerak ekonomi di desanya. Sejumlah usaha rumahan seperti produksi makanan ringan, kerajinan tangan, dan jasa penjahitan kini menjadi sumber pendapatan utama. Dengan tidak lagi bergantung pada bansos, mereka sekaligus membuka ruang bagi keluarga lain yang lebih membutuhkan untuk masuk dalam program serupa.

Dengan keberhasilan di Klaten, model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain. Wamensos berharap semangat gotong royong lintas sektor ini terus diperkuat sebagai strategi nasional. “Kemandirian ini harus menular. Kami ingin semakin banyak daerah yang melihat bahwa kemiskinan bisa diputus bersama-sama,” pungkasnya. Pencapaian 2.087 KPM graduasi sekaligus menjadi pengingat bahwa bantuan sosial hanyalah pijakan awal menuju kesejahteraan yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User