Yosef Adhitya Dampingi Maulana Wiga Pimpin STARFINDO

Jakarta – Asosiasi Startup Industri Indonesia (STARFINDO) resmi mengukuhkan susunan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2029 dengan menunjuk Yosef Adhitya Duta Dewangga sebagai Wakil Ketua Umum mendampingi Maulana Wiga yang menjabat sebagai Ketua Um

Jul 07, 2026 - 19:45
0 0
Yosef Adhitya Dampingi Maulana Wiga Pimpin STARFINDO

Jakarta – Asosiasi Startup Industri Indonesia (STARFINDO) resmi mengukuhkan susunan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2029 dengan menunjuk Yosef Adhitya Duta Dewangga sebagai Wakil Ketua Umum mendampingi Maulana Wiga yang menjabat sebagai Ketua Umum. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta yang dihadiri oleh para pelaku industri, pemodal ventura, serta pemangku kebijakan. Duet kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi percepatan transformasi startup berbasis industri di Indonesia, sekaligus memperkokoh posisi organisasi tersebut sebagai motor penggerak inovasi sektor riil yang terintegrasi dengan teknologi.

Yosef Adhitya Duta Dewangga bukanlah nama asing di kalangan strategi korporasi dan pengembangan bisnis. Sebelum bergabung dengan STARFINDO, ia meniti karier di sejumlah perusahaan konsultan manajemen global dan terlibat langsung dalam restrukturisasi operasional beberapa perusahaan teknologi menengah di Asia Tenggara. Keahlian utamanya terletak pada perancangan strategi pertumbuhan, optimalisasi rantai pasok, dan manajemen operasional berbasis data. Latar belakang ini melengkapi sosok Maulana Wiga yang dikenal memiliki rekam jejak internasional sebagai pendiri dua startup yang berhasil melakukan ekspansi ke pasar Eropa dan Timur Tengah. Wiga juga aktif sebagai pembicara di berbagai forum kewirausahaan global dan menjadi mentor di program akselerasi milik beberapa universitas ternama di luar negeri.

Sementara itu, Maulana Wiga membawa pengalaman kewirausahaan yang telah teruji. Ia mendirikan perusahaan pertamanya di sektor logistik berbasis kecerdasan buatan pada usia 24 tahun, yang kemudian diakuisisi oleh perusahaan teknologi asal Singapura. Pengalaman internasionalnya membuatnya paham betul seluk-beluk persaingan global dan kebutuhan startup lokal untuk naik kelas. "Saya melihat potensi luar biasa dari startup industri Indonesia, tetapi mereka seringkali terhambat oleh persoalan struktural seperti akses pasar, pendanaan, dan adopsi teknologi. Bersama Yosef, kami akan menjadikan STARFINDO sebagai jembatan untuk mengatasi kesenjangan itu," ujar Wiga dalam pidato penerimaannya.

Penunjukan keduanya terjadi di tengah perkembangan ekosistem startup Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan pesat namun juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian dan asosiasi modal ventura, jumlah startup yang bergerak di sektor industri—seperti manufaktur cerdas, biofarmasi, energi bersih, dan teknologi pertanian—mengalami kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Namun, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) startup industri masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan startup digital murni, terutama karena kompleksitas regulasi, kebutuhan modal yang besar, serta minimnya akses ke fasilitas riset dan produksi. STARFINDO sendiri selama ini berperan sebagai wadah agregasi dan advokasi bagi startup yang berfokus pada pengembangan teknologi untuk sektor riil, sehingga pembaruan kepemimpinan ini sangat strategis.

Dalam keterangannya, Yosef Adhitya menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi pilar utama program kerja mereka. "Kami akan bekerja bersama seluruh elemen untuk mewujudkan startup Indonesia yang berdaya saing global," ujar Yosef. Ia menambahkan bahwa pihaknya tengah merancang program terpadu yang mencakup tiga fase: inkubasi untuk pengembangan ide dan purwarupa, akselerasi untuk komersialisasi produk, dan fasilitasi akses pendanaan dari berbagai sumber termasuk hibah pemerintah, angel investor, hingga venture capital. Tak hanya itu, STARFINDO di bawah kepemimpinannya juga akan memfasilitasi kolaborasi strategis antara startup yang menjadi anggota dengan korporasi besar di sektor industri, sehingga tercipta efek saling mengisi antara inovasi dan skala produksi.

Komitmen ini disambut positif oleh sejumlah pemangku kepentingan. Seorang analis industri startup dari Lembaga Studi Ekonomi Digital, Rania Paramita, menilai bahwa kehadiran figur dengan latar belakang operasional dan internasional seperti Wiga dan Yosef sangat tepat untuk menghadapi persaingan global. "Mereka berdua merepresentasikan kombinasi strategi global dan eksekusi lokal. Tantangan terbesar startup industri adalah bagaimana menerjemahkan inovasi menjadi produk bernilai komersial yang dapat diproduksi secara massal. Di sinilah peran STARFINDO akan diuji," katanya. Sementara itu, Kementerian Perindustrian melalui direktur terkait menyatakan siap mendukung program STARFINDO yang sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Untuk periode 2026–2029, duet Maulana Wiga dan Yosef Adhitya menargetkan peningkatan jumlah startup industri yang berhasil meraih pendanaan seri A sebanyak dua kali lipat, serta terbentuknya sedikitnya 10 kemitraan strategis antara startup anggota dengan perusahaan multinasional. Di samping itu, mereka berencana meluncurkan platform digital terintegrasi yang menghubungkan startup dengan database riset, pakar industri, dan informasi peluang pendanaan secara real-time. "Kami ingin menciptakan ekosistem yang inklusif, di mana startup dari daerah pun bisa memiliki akses yang sama dengan yang berada di kota besar," pungkas Wiga menutup perbincangan.

Ke depan, prospek kepemimpinan baru STARFINDO dinilai cukup optimistis, meskipun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah seperti harmonisasi regulasi lintas kementerian dan peningkatan literasi digital di sektor industri tradisional. Namun, dengan dukungan yang semakin solid dari pemerintah dan swasta, serta peningkatan aliran investasi ke sektor-sektor berbasis teknologi riil, fondasi yang diletakkan oleh Wiga dan Yosef dapat mempercepat lahirnya startup industri Indonesia yang tidak hanya mandiri di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Transformasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Indonesia serius mengintegrasikan kewirausahaan dan inovasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User