Sep 16, 2026
Nasional

Yaman: Milisi Houthi Rebut Pelabuhan Mokha dan Bakar Kendaraan

Langit malam di atas kota pelabuhan Mokha, Yaman, mendadak memerah akibat kobaran api yang membakar deretan kendaraan taktis dan infrastruktur vital. Milis

Yaman: Milisi Houthi Rebut Pelabuhan Mokha dan Bakar Kendaraan

Langit malam di atas kota pelabuhan Mokha, Yaman, mendadak memerah akibat kobaran api yang membakar deretan kendaraan taktis dan infrastruktur vital. Milisi Houthi melancarkan serangan kilat terkoordinasi dan berhasil merebut kendali penuh atas kota pesisir Laut Merah tersebut. Peristiwa berdarah ini memicu kepanikan massal serta membangkitkan kekhawatiran global akan meletusnya kembali perang saudara berskala penuh di kawasan Semenanjung Arab.

Laporan investigatif dari lapangan menggambarkan situasi mencekam sejak fajar menyingsing. Baku tembak artileri berat dan senapan mesin otomatis mengguncang kawasan permukiman, memaksa ratusan keluarga mengungsi dalam kondisi darurat. Sejumlah kendaraan sipil dan militer hangus terbakar di jalan-jalan utama saat kelompok bersenjata memperkuat barikade mereka.

Malam Mencekam di Pesisir Mokha

Menurut kesaksian warga lokal yang berhasil dihubungi melalui jaringan komunikasi terbatas, milisi Houthi merangsek masuk dari berbagai arah sebelum fajar menyingsing. Pos-pos penjagaan pertahanan pemerintah Yaman runtuh setelah dihantam rentetan tembakan mortir dan serangan infanteri massal.

"Suara ledakan terdengar tanpa henti di seluruh penjuru kota. Asap hitam mengepul tebal, mobil-mobil dibakar di persimpangan jalan, dan kami terjebak di dalam rumah tanpa aliran listrik maupun kepastian evakuasi," tutur seorang saksi mata di pusat distrik Mokha.

Aksi pembakaran kendaraan dan fasilitas logistik diduga sengaja dilakukan untuk melumpuhkan jalur gerak pasukan loyalis pemerintah serta menghentikan potensi serangan balik cepat. Rekaman amatir yang beredar mengonfirmasi kepulan asap tebal dari area pelabuhan komersial dan hanggarnya.

Nilai Strategis Mokha dan Selat Bab el-Mandeb

Perebutan kota Mokha (Al-Mukha) bukan sekadar kemenangan taktis lokal bagi Houthi, melainkan manuver geopolitik berskala besar. Wilayah ini memiliki posisi krusial dalam peta keamanan Timur Tengah karena beberapa faktor penting:

  • Akses Langsung ke Selat Bab el-Mandeb: Mokha mengontrol akses darat menuju salah satu selat tersibuk di dunia, jalur utama transportasi minyak dan komoditas global.
  • Pusat Pasokan Logistik Maritim: Pelabuhan ini selama ini difungsikan sebagai pintu masuk bantuan kemanusiaan serta suplai militer bagi pasukan koalisi pemerintah.
  • Pangkalan Radar dan Pemantauan: Penguasaan Mokha memperluas radius kendali Houthi terhadap lalu lintas kapal kargo internasional di pesisir barat Yaman.

Ancaman Eskalasi Perang Saudara Terbuka

Jatuhnya Mokha ke tangan pemberontak dipandang banyak pengamat sebagai pukulan telak bagi kestabilan rapuh yang bertahan dalam beberapa bulan terakhir. Selama ini, kota pelabuhan tersebut menjadi benteng pertahanan utama pasukan gabungan anti-Houthi di pesisir barat Yaman.

Kini, dengan runtuhnya garis pertahanan Mokha, risiko bentrokan bersenjata skala penuh kembali terbuka lebar. Pasukan pemerintah Yaman diprediksi akan menyusun kekuatan bersama mitra koalisi untuk melancarkan serangan balasan guna merebut kembali kendali maritim yang hilang. Sementara itu, jutaan warga sipil Yaman kembali dibayangi oleh ancaman krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User