Jenama kendaraan listrik premium asal China, Xpeng, mencatat babak baru di pasar otomotif Indonesia dengan meresmikan pusat pengalaman dan layanan terpadu di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, pada Senin (27/7/2026). Gerai ini dioperasikan oleh Erajaya Active Lifestyle, bagian dari Grup Erajaya, yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai mitra resmi distribusi dan purnajual Xpeng di Tanah Air. Kehadiran fasilitas ini tidak sekadar menambah jumlah diler, melainkan menjadi fondasi strategis perusahaan untuk mengukuhkan posisi di segmen kendaraan listrik baterai (BEV) serta memperluas jangkauan ke luar wilayah metropolitan Jakarta dan sekitarnya.
Fasilitas Modern dengan Konsep 3S
Diler yang mengusung konsep 3S—sales, service, dan spare parts—ini dibangun di lahan strategis untuk melayani konsumen dari kawasan Tangerang Raya hingga Serpong dan sekitarnya. Ruang pamer seluas lebih dari 400 meter persegi mampu menampilkan tiga unit kendaraan secara bersamaan, termasuk model andalan seperti sedan P5 dan SUV kompak G3i yang dilengkapi teknologi otonom XPILOT. Setiap sudut showroom dirancang dengan pendekatan minimalis dan digital interaktif agar pengunjung dapat mengeksplorasi fitur kendaraan melalui layar sentuh serta konsultasi langsung dengan tenaga penjual yang telah tersertifikasi.
Area servis di bagian belakang gedung dilengkapi empat teluk perbaikan yang memadai untuk perawatan rutin, pengecekan baterai bertegangan tinggi, hingga perbaikan bodi ringan. Xpeng menjamin ketersediaan suku cadang asli dalam jumlah memadai, yang disimpan dalam gudang terintegrasi, sehingga waktu tunggu konsumen dapat ditekan. Tidak hanya bagi pemilik Xpeng, pusat layanan ini membuka diri untuk pengecekan umum kendaraan listrik dalam rangka edukasi pasar. Ruang tunggu bergaya ruang kerja bersama (coworking space) menyediakan minuman dan koneksi internet cepat, menegaskan orientasi Xpeng pada pengalaman pelanggan yang setara dengan merek premium global.
Sinergi Erajaya dan Potensi Pasar Kendaraan Listrik
Erajaya Active Lifestyle, yang sudah dikenal sebagai pemegang lisensi sejumlah merek gaya hidup, melihat lini bisnis kendaraan listrik sebagai mesin pertumbuhan baru. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik murni (BEV) pada kuartal II-2026 tumbuh lebih dari 60 persen secara tahunan, didorong oleh insentif pemerintah dan semakin banyaknya pilihan model. Xpeng ingin memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan harga kompetitif yang berada di bawah Rp800 juta untuk P5 dan sekitar Rp600 jutaan untuk G3i, sekaligus menjanjikan biaya kepemilikan rendah berkat garansi baterai 8 tahun atau 160.000 kilometer.
Di satu sisi, diler 3S ini memperkuat jaringan yang sudah ada, yakni pusat penjualan di Jakarta Selatan dan pusat servis di Jakarta Utara, sehingga cakupan Jabodetabek menjadi lebih solid. Di sisi lain, Erajaya harus menghadapi tantangan edukasi konsumen yang masih awam terhadap teknologi kendaraan listrik, terutama terkait infrastruktur pengisian daya. Untuk itu, Xpeng menggandeng penyedia stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) agar pemilik mobil dapat menikmati kemudahan isi ulang, termasuk melalui aplikasi yang terintegrasi dengan peta lokasi pengecasan. Langkah ini diyakini akan mengurangi keraguan calon pembeli dan mempercepat adopsi.
Ekspansi ke Kota-Kota Besar di Luar Jabodetabek
Peresmian gerai Alam Sutera sekaligus menjadi penanda fase ekspansi nasional Xpeng. Chief Operating Officer Xpeng Indonesia, dalam sambutan pembukaan, menyebutkan bahwa perusahaan telah menyiapkan investasi untuk membuka sedikitnya delapan lokasi baru hingga akhir tahun 2027. Kota-kota prioritas mencakup Surabaya, Bandung, Medan, dan Semarang, tempat tingkat adopsi kendaraan listrik diprediksi meningkat pesat seiring pembangunan infrastruktur pendukung. “Kami tidak ingin sekadar hadir di kota besar, tetapi juga memastikan ekosistem servis sudah siap sebelum konsumen membeli mobil. Itu sebabnya setiap diler baru akan mengusung format 3S mandiri,” ujarnya.
Rencana ekspansi ini disambut positif oleh pengamat otomotif, yang menilai kendaraan listrik buatan China semakin mendapat tempat karena menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih kompetitif dibandingkan pemain lama. Namun, Xpeng harus bekerja keras membangun persepsi merek yang masih relatif baru di Indonesia. Kemitraan dengan Erajaya, yang memiliki jaringan ritel luas, menjadi keunggulan tersendiri karena memungkinkan sinergi dengan gerai-gerai komunikasi dan elektronik yang sudah dikenal masyarakat. Selain itu, Xpeng mulai melirik potensi segmen korporasi, seperti penyediaan armada taksi listrik dan mobil dinas pemerintahan, yang dapat menjadi sumber pendapatan stabil dan sekaligus alat promosi merek.
Untuk mendukung layanan purnajual, Xpeng juga meluncurkan program “X-Care” yang mencakup layanan derek darurat 24 jam, penggantian komponen gratis selama masa garansi, serta pengecekan rutin tanpa biaya hingga 50.000 kilometer pertama. Program ini diharapkan dapat menarik minat pembeli yang sebelumnya ragu terhadap keandalan produk pendatang baru. Dengan kombinasi antara lokasi strategis, kemitraan yang solid, dan dukungan teknologi mutakhir, Xpeng optimistis dapat merebut pangsa pasar signifikan dalam tiga tahun ke depan.
Secara keseluruhan, peresmian Xpeng Experience and Service Center Alam Sutera membuktikan keseriusan jenama ini dalam membangun fondasi bisnis jangka panjang di Indonesia. Dari titik ini, Xpeng tidak hanya menatap pasar Jabodetabek yang sudah padat, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjangkau konsumen di seluruh pelosok negeri. Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Xpeng akan menjadi salah satu pemain utama di peta elektrifikasi otomotif nasional.
Comments (0)