Wawali Cirebon Dorong Pramuka Jadi Benteng Moral Generasi Muda
CIREBON — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa pembinaan Gerakan Pramuka di Kota Cirebon harus keluar dari zona formalitas. Men
CIREBON — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa pembinaan Gerakan Pramuka di Kota Cirebon harus keluar dari zona formalitas. Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan harus hadir sebagai sekolah karakter yang membekali generasi muda dengan etika, moral, dan keterampilan hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.
Penegasan tersebut disampaikan Siti Farida saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon Ke-13 pada Jumat (21/11/2025). Forum tertinggi di tingkat cabang ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja gerakan kepanduan selama lima tahun terakhir sekaligus merumuskan arah pembinaan ke depan.
"Tentu saja, kita semua telah memahami bahwa Musyawarah Cabang ini bukan sekadar agenda rutinitas organisasi. Pembinaan Pramuka harus lebih dari formalitas. Libatkan teknologi, perkenalkan soft skill yang relevan, dan dorong inovasi berbasis kearifan lokal Cirebon," ujar Siti Farida Rosmawati.
Pramuka sebagai Sekolah Karakter, Bukan Seremonial
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Arus informasi yang begitu deras, pengaruh media sosial, serta maraknya konten negatif menuntut hadirnya wadah pembinaan karakter yang kuat dan adaptif. Pramuka, kata dia, memiliki posisi strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Ia mengingatkan agar para pengurus dan pembina Pramuka tidak terjebak pada pola-pola lama yang monoton. Kegiatan kepramukaan dinilai perlu diperbarui agar tetap menarik di mata anak-anak dan remaja, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi roh gerakan ini, seperti kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan pada tanah air.
Teknologi dan Soft Skill Jadi Kunci Pembinaan Baru
Salah satu poin penting yang disoroti Siti Farida adalah perlunya integrasi teknologi dalam kegiatan kepramukaan. Ia mendorong agar materi pembinaan tidak hanya berkutat pada tali-temali dan baris-berbaris, tetapi juga menyentuh keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Beberapa arahan yang disampaikan Wakil Wali Kota antara lain:
- Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan dan administrasi kepramukaan agar sejalan dengan gaya hidup generasi muda.
- Pengenalan soft skill yang relevan, seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pemecahan masalah.
- Inovasi berbasis kearifan lokal Cirebon, sehingga anggota Pramuka tidak hanya terampil tetapi juga bangga terhadap budaya daerahnya.
- Perluasan jangkauan pembinaan hingga ke seluruh gugus depan di Kota Cirebon secara merata.
Menyiapkan Generasi Emas 2045
Siti Farida menegaskan bahwa seluruh upaya pembaruan pembinaan Pramuka bermuara pada satu tujuan besar, yakni menyiapkan Generasi Emas 2045. Visi nasional tersebut menuntut lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia tepat pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ini tentang menyiapkan Generasi Emas 2045 yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia," tegasnya.
Ia menilai Pramuka memiliki modal kuat untuk menjadi motor pembentukan generasi tersebut. Dengan jaringan gugus depan yang tersebar di sekolah-sekolah dan komunitas, gerakan ini mampu menjangkau ribuan anak dan remaja secara langsung melalui pendekatan yang menyenangkan namun sarat nilai pendidikan.
Muscab Ke-13 Jadi Momentum Evaluasi Lima Tahun
Musyawarah Cabang Ke-13 ini sendiri menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Gerakan Pramuka Kota Cirebon dalam kurun lima tahun terakhir. Sejumlah agenda penting dibahas dalam forum ini, di antaranya:
- Capaian program kerja yang telah dijalankan kepengurusan periode sebelumnya.
- Jangkauan pembinaan ke gugus depan di seluruh wilayah Kota Cirebon.
- Relevansi metode pembinaan dengan tantangan dan karakter generasi masa kini.
- Penyusunan arah kebijakan dan program kerja untuk periode kepengurusan berikutnya.
Wakil Wali Kota berharap hasil Muscab kali ini mampu melahirkan kepengurusan yang solid, program yang inovatif, serta semangat baru bagi seluruh anggota dan pembina Pramuka di Kota Cirebon. Dengan begitu, Gerakan Pramuka benar-benar dapat tampil sebagai benteng moral sekaligus kawah candradimuka inovasi bagi generasi muda Kota Udang.
[SOCIAL_TWEET]: Wawali Cirebon Siti Farida Rosmawati tegaskan pembinaan Pramuka harus keluar dari zona formalitas. Libatkan teknologi, soft skill, dan kearifan lokal demi Generasi Emas 2045. #Pramuka #Cirebon[SOCIAL_TG]: 🏕️ PRAMUKA HARUS LEBIH DARI FORMALITAS! Wawali Cirebon Siti Farida Rosmawati meminta pembinaan Pramuka melibatkan teknologi, soft skill, dan kearifan lokal Cirebon. Targetnya: Generasi Emas 2045 yang tangguh dan berakhlak mulia. 📰 Baca berita lengkapnya di Beritadua.com
Comments (0)