Warga Karawang Berburu Lailatul Qadar Sambil Itikaf di Masjid Asy-Syuhada
Ratusan umat Muslim dari berbagai penjuru Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memadati Masjid Asy-Syuhada pada Jumat malam (29/4/2022). Mereka datang
Ratusan umat Muslim dari berbagai penjuru Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memadati Masjid Asy-Syuhada pada Jumat malam (29/4/2022). Mereka datang bukan sekadar untuk salat, melainkan untuk menjalankan itikaf – berdiam diri di masjid – seraya menghidupkan malam ke-27 Ramadan 1443 Hijriah dalam perburuan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar.
Kronologi Malam Penuh Berkah
- Ba'da Isya (sekitar pukul 19.30 WIB): Jamaah mulai berdatangan ke Masjid Asy-Syuhada. Mereka mengisi saf salat Isya dan tarawih berjamaah dengan khusyuk. Pengurus masjid memperkirakan kehadiran mencapai lebih dari 800 orang, melampaui kapasitas normal yang hanya menampung 500 jamaah di dalam ruangan utama. Sebagian jamaah meluber ke selasar dan halaman masjid yang telah dialasi karpet.
- Pukul 21.00 – 22.00 WIB: Selepas salat tarawih, pengurus masjid mengumumkan dimulainya agenda itikaf. Jamaah yang telah mendaftar dipersilakan menempati area yang telah ditentukan. Panitia membagi area menjadi tiga zona: zona utama untuk iktikaf penuh (inap), zona tahajud, dan zona khusus muslimah di lantai atas.
- Pukul 23.00 – 01.00 WIB: Masjid memasuki fase ibadah malam. Jamaah serempak melantunkan shalat tahajud 8 rakaat dilanjutkan witir 3 rakaat. Suasana hening hanya dipatahkan oleh suara imam yang mengalunkan ayat-ayat suci. Beberapa jamaah tampak menitikkan air mata saat sujud.
- Pukul 01.00 – 03.00 WIB: Sesi tadarus Al-Quran berjamaah dipimpin oleh Ustaz H. Abdul Somad. Mereka menargetkan khatam Al-Quran dalam satu malam. Para jamaah secara bergantian membaca 3 juz hingga fajar. Di sela-sela bacaan, imam menyelingi tausiyah singkat tentang keutamaan Lailatul Qadar.
- Menjelang Subuh (04.00 WIB): Puncak ibadah malam dengan qiyamul lail dan doa bersama. Dalam sujud terakhir, isak tangis terdengar dari berbagai sudut masjid. Jamaah memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan. Acara ditutup dengan salat Subuh berjamaah dan doa qunut yang menggugah.
Suasana Khusyuk dan Haru
Pantauan di lokasi, masjid dihiasi cahaya redup dan wewangian kayu gaharu yang menambah kekhusyukan. Lantunan selawat badar bergema bersahutan antara jamaah laki-laki dan perempuan. Di area muslimah, puluhan perempuan bercadar putih khusyuk membaca Al-Quran dengan penerangan lampu temaram. Panitia menyediakan 500 porsi sahur gratis yang disantap bersama sebelum imsak.
“Malam ini terasa berbeda. Hati saya begitu tenang dan sejuk. Saya berharap inilah malam Lailatul Qadar yang dijanjikan Allah,” ungkap Siti Aisyah (38), warga Cikampek yang baru pertama kali iktikaf penuh.
Sementara itu, Ahmad Rifa'i (45), seorang wiraswasta yang rutin iktikaf setiap tahun, mengaku mendapatkan kekuatan spiritual setelah kehilangan usaha akibat pandemi. “Saya pasrahkan semua kepada Allah. Di masjid ini saya menemukan harapan baru. Semoga doa kami di malam ganjil ini dikabulkan,” ujarnya.
Makna Itikaf dan Keutamaan Lailatul Qadar
Iktikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah ini menjadi tradisi 10 hari terakhir Ramadan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Pada malam-malam ganjil itulah Lailatul Qadar diyakini turun. Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5, menegaskan bahwa malam itu lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan Jibril turun ke bumi membawa keselamatan hingga terbit fajar.
Ustaz Abdul Somad dalam tausiyahnya menjelaskan, “Ciri utama Lailatul Qadar adalah ketenangan jiwa, cuaca yang nyaman, dan pagi harinya matahari bersinar redup tanpa menyilaukan. Tidak ada yang tahu pasti, tetapi kita diperintahkan untuk mencarinya pada 10 malam terakhir, terutama malam ganjil.”
Imbauan Pengurus dan Protokol Kesehatan
Ketua DKM Masjid Asy-Syuhada, H. Rudi Hartono, mengapresiasi antusiasme jamaah yang tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihak masjid menyediakan hand sanitizer di setiap sudut, mewajibkan masker bagi seluruh jamaah, dan membatasi jarak saf agar tidak terlalu rapat. “Kami juga menyiarkan langsung via YouTube agar jamaah yang berhalangan tetap bisa mengikuti,” tambahnya.
Pesan dan Harapan
Menjelang akhir acara, jamaah menyampaikan harapan agar ibadah itikaf tahun ini membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara. Doa bersama dipanjatkan untuk kesembuhan warga yang diuji pandemi dan pemulihan ekonomi.
Kegiatan itikaf di Masjid Asy-Syuhada direncanakan berlanjut hingga akhir Ramadan dengan puncak pada malam ganjil ke-29. Panitia mengimbau jamaah yang ingin iktikaf penuh agar mendaftar terlebih dahulu karena keterbatasan tempat.
[SOCIAL_TWEET]: Malam ke-27 Ramadan, ratusan warga Karawang berburu Lailatul Qadar dengan itikaf penuh di Masjid Asy-Syuhada. Shalat tahajud, zikir, dan tadarus Al-Quran bergema hingga fajar. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan malam seribu bulan. #LailatulQadar #Ramadan1443H #Itikaf[SOCIAL_TG]: 🌙 Malam penuh berkah! Ratusan jamaah itikaf di Masjid Asy-Syuhada, Karawang. Mereka shalat tahajud, tadarus, dan doa bersama memburu Lailatul Qadar. Masya Allah...
Comments (0)