Tri Tito Karnavian Ajak Kader PKK Perkuat Program Pokok Selaras Astacita

MAKASSAR, BERITADUA.COM — Ribuan kader TP PKK dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan memadati aula utama sebuah pusat konvensi di Makassar, Selasa (25/6/202

Tri Tito Karnavian Ajak Kader PKK Perkuat Program Pokok Selaras Astacita

MAKASSAR, BERITADUA.COM — Ribuan kader TP PKK dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan memadati aula utama sebuah pusat konvensi di Makassar, Selasa (25/6/2025). Sorot mata mereka tertuju ke podium, tempat Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ny. Tri Tito Karnavian menyampaikan pesan yang kian relevan: sepuluh program pokok PKK harus kembali diperkuat sebagai fondasi keluarga Indonesia yang maju, inklusif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Suasana berubah hening saat Ny. Tri menegaskan bahwa program yang telah dijalankan sejak era Orde Baru itu kini menemukan roh baru dalam semangat Astacita — delapan cita-cita strategis pembangunan yang digaungkan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara berdaulat, adil, dan makmur. "Kader PKK bukan sekadar relawan administratif; mereka adalah ujung tombak perubahan sosial di tingkat akar rumput," ujarnya lantang.

10 Program Pokok: Dari Tradisi ke Transformasi

Mengulas kembali sepuluh program pokok PKK — mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan sehat — Ny. Tri memaparkan relevansi masing-masing di era digital. Ia mencontohkan bagaimana program pangan kini tak sekadar mengajak menanam sayur di pekarangan, melainkan membuka akses ke pasar daring dan memperkenalkan teknologi pertanian presisi kepada ibu-ibu rumah tangga.

"Kita tidak bisa lagi bergerak sendiri-sendiri. Masing-masing program harus saling terhubung, membentuk ekosistem ketahanan keluarga yang utuh. Misalnya, gizi balita hanya bisa maksimal kalau sandang dan perumahannya juga layak," jelas Ny. Tri, disambut anggukan antusias dari para hadirin.

Dalam sesi dialog, sejumlah kader menceritakan praktik baik yang sudah berjalan. Di Kabupaten Gowa, misalnya, kelompok PKK berhasil menggerakkan lumbung pangan desa berbasis komoditas lokal, sekaligus mengedukasi petani perempuan tentang literasi keuangan. Di Pinrang, kader PKK mengembangkan bank sampah yang terintegrasi dengan program kelestarian lingkungan dan perencanaan sehat. Cerita-cerita ini, ujar Ny. Tri, adalah bukti bahwa gerakan PKK mampu mengonversi beban ganda menjadi peluang produktif.

Menerjemahkan Astacita ke dalam Aksi Nyata

Astacita yang menjadi pedoman pembangunan 2025-2045 terdiri dari delapan cita-cita: keberlanjutan lingkungan, kemandirian pangan, transformasi kesehatan, pendidikan berkualitas, ekonomi inklusif, pertahanan nasional kokoh, demokrasi substantif, dan kepemimpinan global Indonesia. PKK, menurut Ny. Tri, adalah wahana strategis untuk mendaratkan visi besar itu ke dalam praktik sehari-hari. "Kita mulai dari dapur, dari meja makan, dari halaman rumah. Ketahanan pangan nasional bisa runtuh kalau keluarga tidak punya akses ke pangan bergizi. Perubahan iklim bisa dilawan kalau setiap keluarga memilah sampah dan menghemat air," ucapnya.

Untuk mendorong implementasi, TP PKK pusat menyusun modul pelatihan partisipatif yang menggabungkan literasi digital, kesehatan reproduksi, mitigasi bencana, dan kemandirian ekonomi. Sebanyak 34 provinsi dijadwalkan menerima pembelajaran ini secara bertahap, dengan Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi percontohan. Targetnya pada 2030, 70 persen desa di Indonesia memiliki kader PKK yang terampil menggunakan teknologi informasi untuk mempromosikan produk lokal dan mengakses layanan kesehatan telemedicine.

Data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menunjukkan bahwa indeks ketahanan keluarga Indonesia masih stagnan di angka 58,3 (dalam rentang 0-100), jauh dari target 75 pada 2045. Oleh karenanya, kontribusi organisasi kemasyarakatan seperti PKK menjadi krusial. Ny. Tri menekankan perlunya kemitraan lintas sektor — pemerintah daerah, swasta, universitas — agar inovasi yang lahir dari keluarga bisa berbiak menjadi gerakan kolektif.

Kesiapan Menuju Indonesia Emas 2045

Puncak bonus demografi akan dilewati Indonesia pada rentang 2030-2040. Tanpa pemberdayaan keluarga yang masif, surplus tenaga kerja justru bisa menjadi beban. Di sinilah peran strategis PKK dalam mendidik anak-anak sebagai generasi emas — melalui pendidikan parenting, gizi seimbang, dan pencegahan stunting — menjadi tak tergantikan. Ny. Tri mengingatkan bahwa keberhasilan program PKK tidak diukur dari jumlah lomba atau piagam, melainkan dari indikator kesejahteraan keluarga: menurunnya angka stunting, meningkatnya partisipasi perempuan di sektor produktif, dan berkurangnya konflik rumah tangga.

Para kader yang hadir pun pulang dengan membawa tekad baru. "Saya jadi paham kalau mengajak tetangga menanam cabai itu bukan sekadar urusan dapur, tapi bagian dari kemandirian pangan nasional," ujar Rahmawati, kader dari Takalar, dengan mata berbinar. Senada dengan itu, Thamrin, pendamping lokal dari Bantaeng, menambahkan, "Kami akan ajak anak muda ikut serta melalui bank sampah digital — biar generasi Z juga punya kepedulian pada lingkungan."

Dengan semangat baru dan arah yang semakin terstruktur, gerakan PKK di bawah komando Ny. Tri Tito Karnavian mempertegas posisinya sebagai fondasi sosial yang kokoh. Ia bukan lagi sekadar warisan masa lalu, melainkan motor kemajuan yang bergerak seirama dengan cita-cita bangsa: Indonesia Emas 2045 yang inklusif, berkelanjutan, dan memberdayakan keluarga sebagai unit terkecil yang paling berdaya.

[SOCIAL_TWEET]: Ketua Umum TP PKK @NyTriKarnavian ajak kader perkuat 10 program pokok selaras Astacita. Dari pekarangan pangan hingga bank sampah digital, PKK jadi motor kemandirian keluarga menuju #IndonesiaEmas2045. Simak praktik terbaik dari Sulsel! #PKKBerdaya #Astacita #KeluargaTangguh[SOCIAL_TG]: 🚀 Ribuan kader PKK di Makassar digerakkan kembali! Ny. Tri Tito Karnavian tekankan 10 program pokok harus selaras dengan Astacita agar keluarga makin tangguh 🏠💪. Menuju Indonesia Emas 2045, perjuangan dimulai dari dapur dan halaman rumah. #PKK #IndonesiaEmas

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User