Aug 28, 2026
Bisnis

Video Commerce Tembus 2,6 Miliar Transaksi, Harbolnas 2026 Ditarget Rp40 Triliun

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang disampaikan pada akhir Agustus 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa jumlah...

Video Commerce Tembus 2,6 Miliar Transaksi, Harbolnas 2026 Ditarget Rp40 Triliun

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang disampaikan pada akhir Agustus 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa jumlah transaksi video commerce di Indonesia telah menembus 2,6 miliar transaksi. Angka tersebut menjadi penanda bahwa struktur belanja masyarakat tengah mengalami pergeseran mendasar, dari pola konvensional menuju transaksi berbasis konten yang interaktif.

Video commerce dapat dipahami secara sederhana sebagai belanja yang terjadi di tengah aktivitas menonton: penjual menawarkan produk lewat siaran langsung atau video pendek, sementara calon pembeli bertanya, membandingkan, dan membayar dalam satu layar. Menurut Airlangga, tren ini tumbuh seiring meluasnya penetrasi internet, kepemilikan ponsel, serta kesiapan sistem pembayaran digital dalam negeri.

Tren Video Commerce: Dari Hiburan Menjadi Saluran Transaksi

Jumlah 2,6 miliar transaksi tidak tercipta dalam semalam. Angka ini bertumpu pada ekosistem yang matang: platform e-commerce yang menyematkan fitur siaran langsung, dompet digital yang memperpendek jarak antara niat dan pembayaran, serta jaringan logistik yang kian menjangkau daerah. Ditambah kebiasaan generasi muda yang menghabiskan waktu menonton konten pendek, berbelanja menjadi kelanjutan alami dari berselancar di layar.

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, model ini menurunkan hambatan masuk. Promosi yang dulu menuntut anggaran besar kini dapat dimulai hanya dengan kamera ponsel dan koneksi internet. Pedagang yang sebelumnya melayani pembeli di pasar fisik dapat menjangkau konsumen lintas pulau. Jika diukur secara year-on-year, para pengamat memperkirakan pertumbuhan volume transaksi masih dua digit, meski lajunya melambat dibanding puncak masa pandemi.

Harbolnas 2026: Target Rp40 Triliun dan Struktur Pendukungnya

Di tengah momentum tersebut, pemerintah menetapkan target nilai transaksi Harbolnas 2026 sebesar Rp40 triliun, mengalami kenaikan dibandingkan realisasi edisi sebelumnya. Harapannya, pesta diskon nasional ini menjadi pengungkit konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks makro, dorongan konsumsi domestik semakin relevan ketika ekspor global masih dibayangi perlambatan dan arus modal asing, atau capital outflow, kerap menekan nilai tukar rupiah.

Namun target tersebut perlu dibaca dengan cermat. Rasio transaksi daring terhadap produk domestik bruto, daya beli kelas menengah, dan tingkat pengembalian barang atau retur adalah variabel yang menentukan apakah pertumbuhan ini sehat atau sekadar siklus diskon musiman. Indeks kepercayaan konsumen yang dirilis Bank Indonesia pun tetap menjadi sinyal awal yang perlu dipantau menjelang puncak Harbolnas.

Dua Sisi Mata Uang: Optimisme versus Kewaspadaan

Di satu sisi, pencapaian 2,6 miliar transaksi menunjukkan fundamental ekonomi digital yang kuat. Pertumbuhan volume berpotensi memperluas lapangan kerja, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendorong UMKM naik kelas. Pemerintah juga memperoleh data perilaku konsumen yang berharga untuk merumuskan kebijakan industri dan perdagangan ke depan.

Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan risiko yang menyertai. Belanja impulsif yang dipicu siaran langsung dapat mendorong konsumsi berlebih dan utang konsumtif, terutama di kalangan muda. Perlindungan konsumen juga diuji, mulai dari kejelasan kualitas produk, kebijakan retur, hingga keamanan data pembeli. Pertumbuhan volume yang pesat tanpa pengawasan memadai tidak otomatis berarti pertumbuhan kesejahteraan.

Para ekonom juga menyoroti distribusi manfaat yang belum merata. Konsentrasi transaksi masih didominasi wilayah perkotaan, sehingga pemerintah perlu memastikan infrastruktur digital dan logistik menyebar hingga luar Jawa agar kesenjangan tidak melebar. Di sisi keuangan, likuiditas sistem pembayaran harus siap menampung lonjakan transaksi pada puncak Harbolnas agar layanan tidak terganggu.

Ke depan, proyeksi nilai transaksi video commerce diperkirakan terus mengalami kenaikan seiring adopsi kecerdasan buatan untuk rekomendasi produk dan personalisasi konten. Valuasi platform e-commerce di pasar modal pun ikut dipengaruhi sentimen pasar terhadap kinerja segmen ini. Meski demikian, kepercayaan konsumen tetap menjadi penentu utama: angka transaksi yang besar hanyalah cermin dari kepercayaan yang terjaga, dan kepercayaan itu harus dirawat lewat regulasi yang tegas serta pengalaman berbelanja yang aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User