Udara Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Kondisi udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih menunjukkan tingkat yang membahayakan kesehatan. Pantauan terbaru dari Kementerian Lingkungan H

Jul 07, 2026 - 23:00
0 0
Udara Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Kondisi udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih menunjukkan tingkat yang membahayakan kesehatan. Pantauan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengonfirmasi bahwa kualitas udara di zona kebakaran masih jauh dari standar aman, sehingga warga di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan disiplin menggunakan masker.

Upaya pemantauan terus diperkuat dengan pengerahan dua unit mobil pemantau kualitas udara dan tiga perangkat portabel yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tingkat polutan berbahaya dapat terukur secara akurat dan menjadi dasar rekomendasi bagi masyarakat. "Ya kami memantau (kualitas udara)," ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani, dalam keterangannya yang dikutip Beritadua.com, Senin (6/6/2026).

Polutan Masih Tinggi, Imbauan Kesehatan Diperkuat

Berdasarkan laporan dari lapangan, kebakaran yang telah berlangsung selama enam hari ini menghasilkan asap tebal yang mengandung partikel debu halus dan gas berbahaya. Material sampah yang terbakar di TPA Jatiwaringin memicu pelepasan zat karsinogenik yang berisiko memicu gangguan pernapasan akut apabila terhirup dalam jangka panjang. Tim dari KLH menekankan bahwa parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di radius tertentu masih menunjukkan kategori "Tidak Sehat" hingga "Sangat Tidak Sehat".

Rasio Ridho Sani menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menekan dampak kesehatan. Imbauan memakai masker, terutama jenis N95 atau KF94, terus diserukan kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, masyarakat diminta untuk mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak perlu, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Kebakaran Belum Padam Sepenuhnya

"Pantauan kami menunjukkan titik api masih menyala di beberapa bagian tumpukan sampah. Asap hitam yang dihasilkan masih berbahaya," kata Rasio Ridho Sani. Ia menambahkan bahwa proses pendinginan dan pembasahan terus dilakukan, namun kendala angin dan kedalaman titik api membuat pemadaman total membutuhkan waktu lebih lama.

Laporan dari media kami juga mencatat bahwa sejumlah warga di desa sekitar mengeluhkan bau menyengat yang menyeruak hingga ke permukiman pada malam hari. Beberapa fasilitas kesehatan setempat melaporkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), batuk, dan iritasi mata. Menanggapi hal ini, Posko Kesehatan Tangerang telah menyiagakan stok oksigen tambahan.

Di sisi lain, KLH tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga tengah menginvestigasi akar penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada fenomena akumulasi gas metana di tumpukan sampah, diperparah oleh suhu udara ekstrem yang memantik titik api alami. Rasio Ridho Sani memastikan, langkah penegakan hukum akan tetap dijalankan jika nantinya ditemukan unsur kelalaian dalam tata kelola sampah di TPA tersebut. Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk terus memperbarui informasi melalui saluran resmi dan tidak mendekati zona inti kebakaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User