Tindak Judi-Narkoba, Kapolda Metro Komitmen Dukung Asta Cita Presiden
Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, menunjukkan tekad kuat dalam memberantas kejahatan terorganisir saat memimpin konferensi pers pengungkapan
Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, menunjukkan tekad kuat dalam memberantas kejahatan terorganisir saat memimpin konferensi pers pengungkapan kasus besar, Jumat (25/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan hasil penindakan terhadap sindikat perjudian, pornografi, dan peredaran gelap narkotika yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komjen Asep menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas penegakan hukum biasa. “Seluruh rangkaian ataupun langkah ini merupakan wujud komitmen dari Polda Metro Jaya dalam mendukung program prioritas pemerintah dan pelaksanaan Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba,” ujarnya dengan lugas.
Seluruh rangkaian ataupun langkah ini merupakan wujud komitmen dari Polda Metro Jaya dalam mendukung program prioritas pemerintah dan pelaksanaan Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, ribuan pelaku telah berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam rentang operasi yang dilakukan secara masif. Para pelaku berasal dari berbagai jaringan, mulai dari bandar judi daring, penyebar konten pornografi anak, hingga pengedar narkoba lintas provinsi yang beroperasi dengan modus operandi canggih.
Komjen Asep juga menekankan bahwa langkah penindakan ini memiliki tujuan ganda. Di satu sisi, Polda Metro Jaya ingin memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan. Di sisi lain, penegakan hukum ini diharapkan menjadi pelindung bagi generasi muda dari jeratan judi dan narkoba yang kian mengkhawatirkan. “Kami tidak hanya mengejar para bandar besar, tetapi juga memutus rantai distribusi hingga ke tingkat pengguna,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya telah memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kerja sama ini memungkinkan pelacakan aliran dana hasil kejahatan yang kerap disembunyikan melalui transaksi keuangan digital dan aset kripto.
Selain penangkapan, polisi turut menyita sejumlah besar barang bukti berupa narkotika berbagai jenis, uang tunai miliaran rupiah, perangkat elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan situs judi, serta properti mewah hasil pencucian uang. Barang bukti tersebut menjadi kunci untuk pengembangan kasus lebih lanjut dan penangkapan pelaku lainnya yang masih buron.
Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita pada poin penguatan reformasi birokrasi dan pemberantasan kejahatan luar biasa seperti narkoba dan korupsi. Polda Metro Jaya, di bawah kepemimpinan Komjen Asep, berjanji akan terus menggelar operasi serupa secara berkelanjutan tanpa pandang bulu. “Tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan di Jakarta dan sekitarnya,” tegasnya menutup konferensi pers.
Comments (0)