Sukabumi — Deepal S05 Uji Ketangguhan di Puncak Darma Ciletuh
Deepal S05, sport utility vehicle listrik terbaru dari pabrikan Tiongkok, baru saja menyelesaikan sesi uji jelajah di kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, Ja
Deepal S05, sport utility vehicle listrik terbaru dari pabrikan Tiongkok, baru saja menyelesaikan sesi uji jelajah di kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Momen matahari terbenam di Puncak Darma menjadi saksi bagaimana mobil ini melibas rute pegunungan yang dikenal dengan tanjakan curam dan tikungan tajam.
Kegiatan yang digelar pada pertengahan pekan ini melibatkan dua unit Deepal S05 varian tertinggi. Rombongan memulai perjalanan dari Jakarta Selatan menuju Sukabumi, melintasi jalur arteri dan ruas tol Bocimi, sebelum akhirnya memasuki medan berbatu dan aspal rusak menuju titik tertinggi kawasan wisata Ciletuh. Tim redaksi Beritadua turut serta untuk mencatat dinamika kendaraan dalam kondisi mendekati pemakaian nyata.
Persiapan dan titik start
Kamis pagi, pukul 06.15 WIB, dua unit Deepal S05 meninggalkan SPKLU di Fatmawati dengan baterai terisi penuh. Masing-masing mobil membawa dua penumpang dan perlengkapan dokumentasi. Sebelum meluncur, teknisi memastikan semua sistem berfungsi normal melalui aplikasi diagnostik yang terhubung ke layar tengah 15,6 inci.
Perjalanan dibagi dalam tiga etape: Jakarta–Bogor via tol, Bogor–Pelabuhan Ratu via jalur nasional, dan Pelabuhan Ratu–Puncak Darma Ciletuh melalui jalan provinsi. Pemilihan rute ini disengaja untuk menguji konsumsi energi pada berbagai karakter lalu lintas.
Kronologi perjalanan dan catatan performa
- 06.15–08.10 WIB: Deepal S05 melaju di Tol Jagorawi dan Tol Bocimi dengan mode berkendara Eco. Konsumsi energi tercatat 14,7 kWh per 100 km pada kecepatan rata-rata 90 km/jam.
- 08.10–10.30 WIB: Rombongan memasuki jalur Ciawi–Cicurug–Pelabuhan Ratu. Mode berkendara dialihkan ke Normal menghadapi jalan berliku dan tanjakan pendek. Sistem regenerative braking bekerja agresif, mengisi ulang baterai sekitar 3% pada turunan panjang di daerah Cikidang.
- 10.30–12.45 WIB: Istirahat di Pelabuhan Ratu. Baterai tersisa 52%. Dua unit diisi daya menggunakan charger portabel 3,5 kW sambil tim makan siang. Dalam 2 jam, energi bertambah menjadi 72%.
- 12.45–14.20 WIB: Etape kritis dimulai. Jalan menanjak menuju Ciemas lalu ke arah Puncak Darma memiliki gradien mencapai 20 derajat. Mode Sport diaktifkan. Motor listrik 160 kW merespons instan, torsi 320 Nm membuat mobil melibas tanjakan tanpa ragu. Suspensi belakang multi-link meredam getaran di atas batu lepas dengan baik. Konsumsi energi meningkat menjadi 18,9 kWh per 100 km.
- 16.00 WIB: Setelah berhenti di titik pandang, rombongan tiba di area puncak. Deepal S05 diparkir di bibir tebing dengan latar belakang Samudra Hindia, menikmati sunset seperti yang diabadikan dalam foto yang kini beredar luas.
Fitur yang menonjol di medan ekstrem
Head-up display augmented reality tetap terbaca meski cahaya sore menyilaukan. Sistem 360-degree camera membantu manuver di jalan sempit, menampilkan kondisi bawah mobil secara transparan. Pendingin kabin dual-zone bekerja optimal meski suhu luar mencapai 33 derajat Celsius, tanpa menguras baterai secara signifikan. Fitur vehicle-to-load (V2L) sempat digunakan untuk menyeduh kopi saat jeda dokumentasi.
Analisis seimbang: Pro dan Kontra
Setelah lebih dari 200 kilometer perjalanan campuran, tim redaksi merangkum poin-poin utama sebagai berikut.
Pro: Desain futuristis yang kompak namun lapang; konsumsi energi efisien pada rute kombinasi 16,3 kWh/100 km; performa motor listrik bertenaga tanpa jeda di tanjakan curam; suspensi nyaman menyerap guncangan; fitur ADAS level 2+ yang adaptif terhadap jalan sempit Indonesia.
Kontra: Jarak tempuh realistis turun menjadi 380 km (dari klaim 500 km) saat melalui medan pegunungan; kolom setir hanya bisa diatur tilt, bukan teleskopik; ketersediaan SPKLU fast charging DC di daerah selatan Sukabumi masih minim; material dasbor glossy mudah meninggalkan sidik jari.
Dengan banderol yang diperkirakan bersaing di kelas Rp600–700 jutaan, Deepal S05 membawa keseimbangan antara teknologi, efisiensi, dan kenyamanan. Namun, ekspansi infrastruktur pengisian daya menjadi syarat mutlak sebelum SUV listrik ini bisa diterima sebagai kendaraan penjelajah sejati di pelosok.
[SOCIAL_TWEET]: Kami ajak Deepal S05 menaklukkan tanjakan Geopark Ciletuh hingga Puncak Darma. Simak catatan konsumsi energi, kenyamanan, dan kelemahannya di rute sesungguhnya. Efisienkah untuk road trip pegunungan? #DeepalS05 #ElectricSUV #Ciletuh [SOCIAL_FB]: Baru pulang uji jelajah dari Sukabumi: Deepal S05 dibawa ke tanjakan ekstrem menuju Puncak Darma. Baterainya mampu, tapi ada kelemahan yang bikin mikir dua kali sebelum beli. Baca analisis lengkapnya di sini. [SOCIAL_TG]: 🚗⚡ Matahari terbenam di Puncak Darma Ciletuh jadi saksi uji ketangguhan Deepal S05. Jarak tempuh riil? Konsumsi energi? Kami bongkar plus-minusnya. Klik sekarang! 🌄🔋 [TAGS]: Deepal S05, Puncak Darma Ciletuh, mobil listrik, uji ketangguhan, Geopark Ciletuh
Comments (0)