Oct 07, 2026
Nasional

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad, Wafat di Usia 100 Tahun

KUALA LUMPUR — Kabar duka menyelimuti Malaysia. Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad, menghembuska

Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad, Wafat di Usia 100 Tahun

KUALA LUMPUR — Kabar duka menyelimuti Malaysia. Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad, menghembuskan napas terakhir pada usia 100 tahun. Kepergian perempuan yang dikenal sebagai sosok pendamping setia selama lebih dari enam dekade perjalanan politik Mahathir itu menandai berakhirnya satu babak penting dalam sejarah modern Malaysia.

Kabar wafatnya Siti Hasmah disampaikan melalui pernyataan resmi keluarga yang dikutip media nasional Malaysia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan rinci mengenai penyebab wafatnya. Namun sejumlah laporan menyebut kondisi kesehatan Siti Hasmah memang menurun dalam beberapa waktu terakhir seiring usianya yang telah menginjak satu abad.

Perjalanan Hidup Sang Dokter Pertama

Siti Hasmah bukan sekadar pendamping pemimpin. Ia adalah perempuan Melayu pertama yang menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Malaya Singapura pada era 1950-an, jauh sebelum keterlibatan perempuan dalam dunia medis menjadi hal lumrah di kawasan itu. Latar belakang inilah yang membuatnya berbeda dari figur istri pejabat pada umumnya.

  1. 1956 — Siti Hasmah menikah dengan Mahathir Mohamad, rekan seangkatan di fakultas kedokteran. Pernikahan itu bertahan lebih dari 60 tahun hingga akhir hayatnya.
  2. 1981–2003 — Mendampingi Mahathir selama 22 tahun menjabat Perdana Menteri Malaysia periode pertama, menjadi periode terpanjang dalam sejarah kepemimpinan negara itu.
  3. 2018–2020 — Kembali ke Seri Perdana ketika Mahathir menjabat Perdana Menteri kedua kalinya di usia 92 tahun, menjadikan Siti Hasmah istri PM tertua yang pernah mengemban peran tersebut.
  4. 2020 hingga akhir hayat — Aktif dalam kegiatan sosial, kesehatan masyarakat, dan kampanye literasi perempuan meski usia terus bertambah.

Peran di Balik Layar Kekuasaan

Selama puluhan tahun, Siti Hasmah dikenal sebagai figur yang menyeimbangkan citra keras Mahathir di mata publik. Jika Mahathir tampil sebagai politikus tegas dan kerap kontroversial, Siti Hasmah hadir dengan pendekatan hangat dan humanis. Ia mendampingi suaminya dalam berbagai kunjungan kenegaraan, pertemuan internasional, hingga momen-momen krusial politik nasional.

"Ia bukan hanya istri seorang Perdana Menteri. Ia adalah dokter, ibu, dan perempuan yang membuka jalan bagi generasi perempuan Malaysia berikutnya."

Publik Malaysia mengenang Siti Hasmah lewat berbagai momen sederhana: cara ia menggenggam tangan Mahathir saat menghadapi tekanan politik, hingga kesediaannya tampil di depan media ketika suaminya dirawat di rumah sakit. Sosoknya menjadi simbol ketenangan di tengah badai politik yang berkali-kali menerpa keluarga Mahathir.

Warisan dan Ucapan Duka

Berita wafatnya Siti Hasmah memicu gelombang ucapan duka dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh politik lintas kubu, hingga masyarakat biasa. Banyak yang menyoroti kontribusinya dalam bidang kesehatan ibu dan anak serta pendidikan perempuan di pedesaan Malaysia.

Bagi keluarga Mahathir, kehilangan ini jelas bukan hal sederhana. Setelah puluhan tahun berbagi perjalanan — dari masa kuliah, masa sulit ketika Mahathir dipecat dari UMNO, hingga puncak kekuasaan — Siti Hasmah adalah saksi hidup hampir seluruh dinamika politik Malaysia modern.

"Malaysia kehilangan seorang figur yang tenang namun berdampak besar. Dedikasinya pada kesehatan dan pendidikan perempuan akan dikenang jauh melampaui masa hidupnya."

Dengan wafatnya Siti Hasmah, Malaysia menutup lembaran panjang seorang perempuan yang membuktikan bahwa peran pendamping pemimpin bisa jauh lebih bermakna dari sekadar protokol. Ia meninggalkan warisan yang tidak hanya tercatat dalam buku sejarah politik, tetapi juga dalam ingatan kolektif masyarakat yang menyaksikannya melangkah bersama salah satu tokoh paling berpengaruh di Asia Tenggara.

Istri Mahathir Mohamad ini dikenal sebagai dokter perempuan Melayu pertama dan pendamping setia selama 60+ tahun perjalanan politik sang suami. Kontribusinya pada kesehatan ibu-anak dan pendidikan perempuan Malaysia akan selalu dikenang. Selamat jalan. 🇲🇾

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User