Oct 07, 2026
Nasional

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,57 Juta per Gram

Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menurunkan harga jual emas logam mulianya. Pada Senin (6/10/2025), harga emas Antam melemah Rp10 ribu menjad

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,57 Juta per Gram

Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menurunkan harga jual emas logam mulianya. Pada Senin (6/10/2025), harga emas Antam melemah Rp10 ribu menjadi Rp2,570 juta per gram dari posisi akhir pekan lalu. Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback yang digeser turun Rp10 ribu ke Rp2,376 juta per gram.

Kronologi Pergerakan Harga Sepekan

Berikut rangkuman pergerakan harga emas Antam yang berhasil dihimpun dari catatan resmi Butik Emas Logam Mulia Antam sepanjang sepekan terakhir:

  1. Awal pekan lalu, harga emas Antam bertengger di kisaran Rp2,580-an ribu per gram seiring meredanya aksi ambil untung di pasar global.
  2. Pertengahan pekan, harga sempat menguat tipis sebelum akhirnya tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
  3. Akhir pekan, harga kembali melandai dan menjadi acuan pembukaan Senin (6/10).
  4. Senin (6/10), Antam resmi menetapkan harga jual Rp2,570 juta per gram dan buyback Rp2,376 juta per gram, masing-masing turun Rp10 ribu.

Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di Rp194 ribu per gram. Selisih ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang ingin masuk ke instrumen logam mulia, mengingat harga buyback adalah harga yang diterima ketika pemilik emas menjual kembali fisiknya ke Antam.

Faktor yang Menekan Harga

Pelemahan harga emas Antam tidak terlepas dari dinamika pasar global dan pasar valas domestik. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga antara lain:

  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS — pelemahan rupiah biasanya menahan laju kenaikan harga emas dalam negeri, karena emas global diperdagangkan dalam dolar.
  • Sentimen pasar saham global — minat investor terhadap aset berisiko yang menguat menekan permintaan terhadap emas sebagai safe haven.
  • Ekspektasi kebijakan suku bunga — keputusan The Fed atas suku bunga acuan menjadi katalis utama arah pergerakan harga emas dunia.
  • Permunitas fisik domestik — permintaan perhiasan dan investasi ritel di dalam negeri ikut menopang tingkat harga Antam.
"Penurunan Rp10 ribu dalam sehari tergolong wajar dan belum mengubah tren jangka panjang emas yang secara year-to-date masih mencatat penguatan," ujar seorang analis logam mulia yang dihubungi Beritadua.com, Senin (6/10).

Saran Bagi Investor

Bagi investor ritel, momen penurunan harga dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi bertahap alias dollar cost averaging. Antam menjual emas dalam berbagai pecahan mulai dari 1 gram hingga 100 gram dengan harga yang berbeda untuk setiap ukuran. Pembelian dapat dilakukan melalui Butik Emas Logam Mulia Antam di berbagai kota, aplikasi Galeri 24, maupun sejumlah kanal perbankan yang bekerja sama.

Investor juga diimbau memperhatikan biaya penyimpanan jika memilih fasilitas safe deposit box, serta memastikan membeli emas hanya di kanal resmi untuk menghindari risiko pemalsuan.

Prospek Jangka Panjang

Meski harga harian berfluktuasi, mayoritas pelaku pasar masih memandang emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi. Pada tahun-tahun sebelumnya, emas sempat menembus rekor tertinggi sebelum akhirnya mengalami koreksi. Harga buyback Rp2,376 juta per gram menjadi level acuan penting bagi investor yang sudah lebih dulu mengantongi emas fisik dan berniat merealisasikan keuntungan.

Calon pembeli diimbau memantau update harga setiap hari karena Antam merevisi harga dua kali sehari, yakni sekitar pukul 09.00 dan 14.00 WIB. Perubahan kebijakan pemerintah terkait pajak emas juga patut menjadi perhatian, sebab berpotensi mengubah komponen harga di masa mendatang.

• Harga jual: Rp2,570 juta/gram (turun Rp10 ribu) • Harga buyback: Rp2,376 juta/gram (turun Rp10 ribu) • Selisih: Rp194 ribu/gram Selengkapnya di Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User