Siswa SRMP 18 Lombok Barat Pentaskan Drama Putri Mandalika dalam Bahasa Inggris

Suasana haru dan kebanggaan begitu terasa saat Siswa Sekolah Rakyat Mandalika Program (SRMP) 18 Lombok Barat tampil memukau dalam acara open house yang dig

Siswa SRMP 18 Lombok Barat Pentaskan Drama Putri Mandalika dalam Bahasa Inggris

Suasana haru dan kebanggaan begitu terasa saat Siswa Sekolah Rakyat Mandalika Program (SRMP) 18 Lombok Barat tampil memukau dalam acara open house yang digelar pada akhir pekan lalu. Dalam momen istimewa itu, para siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga unjuk bakat melalui pementasan mikro drama legenda daerah, Putri Mandalika, yang seluruhnya dibawakan dalam bahasa Inggris. Pementasan ini menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan berkualitas mampu melahirkan generasi muda yang percaya diri dan berwawasan global, meski berasal dari daerah dengan berbagai keterbatasan.

Rangkaian open house ini digelar di kompleks Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Acara tersebut dibuka untuk umum dengan tujuan memperkenalkan wajah baru pendidikan vokasi dan karakter yang diusung oleh program Sekolah Rakyat. Orang tua, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah turut hadir menyaksikan langsung bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh para pelajar usia sekolah dasar dan menengah pertama tersebut.

Penampilan Mikro Drama yang Menyita Perhatian

Mikro drama Putri Mandalika menjadi suguhan utama yang paling ditunggu. Legenda asal Lombok yang mengisahkan tentang seorang putri cantik yang rela mengorbankan diri demi kedamaian negerinya itu disajikan dengan sentuhan modern. Para siswa yang berperan sebagai Putri Mandalika, raja, para pangeran pelamar, dan rakyat berhasil menghidupkan cerita dengan penghayatan yang matang.

"Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak kami tidak hanya paham cerita rakyat, tetapi juga mampu menyampaikannya dalam bahasa internasional. Ini adalah bukti bahwa mereka siap berkompetisi di kancah yang lebih luas," ujar Made Santosa, salah satu guru Bahasa Inggris di SRMP 18 Lombok Barat, penuh semangat.

Yang paling mengesankan, penggunaan bahasa Inggris dalam naskah dan dialog berlangsung cukup lancar. Para siswa yang berlatih intensif selama dua bulan ini mampu melafalkan dialog dengan artikulasi yang jelas, diiringi tata panggung sederhana namun penuh makna. Bahkan, beberapa penonton yang berasal dari luar daerah mengaku kagum dengan kepercayaan diri para siswa yang tampil tanpa rasa gugup.

Lebih dari Sekadar Drama – Pameran Keterampilan Lain

Usai pementasan drama, open house dilanjutkan dengan pameran berbagai produk keterampilan siswa. Stan-stan kreatif menampilkan aneka kerajinan tangan, seperti anyaman rotan, kain tenun mini, hingga produk daur ulang sampah plastik. Semua hasil karya tersebut merupakan bagian dari kurikulum vokasi yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Beberapa keterampilan yang dipamerkan antara lain:

  • Kriya anyaman dengan motif khas Lombok yang dikerjakan oleh siswa kelas atas.
  • Pembuatan kerajinan daur ulang dari limbah botol plastik yang diubah menjadi pot tanaman hias dan dekorasi ruangan.
  • Pertunjukan musik tradisional dengan gamelan sederhana hasil belajar di kegiatan ekstrakurikuler.
  • Presentasi sains kecil, seperti percobaan hidroponik dan pembuatan pupuk organik.

Kepala SRMP 18 Lombok Barat, Ibu Nurul Hidayati, mengatakan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup (life skills). Menurutnya, bekal semacam ini akan membuat anak-anak lebih mandiri di masa depan, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.

Pendidikan Berkualitas yang Membuka Harapan

Kehadiran Sekolah Rakyat di bawah bendera Kemensos telah menjadi angin segar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Lombok Barat. Program ini membebaskan seluruh biaya pendidikan, menyediakan seragam, buku, dan makanan bergizi, sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang. Dalam kurun dua tahun terakhir, jumlah pendaftar di SRMP 18 meningkat cukup signifikan, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

"Saya tidak pernah membayangkan anak saya bisa bermain drama dalam bahasa Inggris. Di rumah kami tidak ada televisi, apalagi kamus. Sekarang dia semakin rajin sekolah dan bercita-cita jadi pemandu wisata internasional," kata Ibu Sari, salah satu wali murid dengan mata berkaca-kaca.

Para guru pun menggunakan metode pengajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Untuk proyek drama Putri Mandalika, misalnya, mereka sekaligus mengintegrasikan mata pelajaran Bahasa Inggris, Seni Budaya, dan Pendidikan Karakter dalam satu kegiatan kolaboratif. Hal ini dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai dan ilmu pengetahuan sekaligus.

Open house yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu diakhiri dengan sesi berbagi pengalaman dari alumni yang kini telah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau berwirausaha. Mereka menjadi inspirasi nyata bahwa dengan pendidikan yang tepat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai.

Kemensos melalui program Sekolah Rakyat terus berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ke depan, model pembelajaran seperti di SRMP 18 Lombok Barat akan direplikasi di daerah lain sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User