Pegawai BPN Nias Diduga Jatuh dari Lantai 12 Apartemen Medan

Warga di kawasan Medan dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tergeletak di area parkir Apartemen Sky View, Medan, pada Selasa dini hari. Korba

Pegawai BPN Nias Diduga Jatuh dari Lantai 12 Apartemen Medan

Warga di kawasan Medan dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tergeletak di area parkir Apartemen Sky View, Medan, pada Selasa dini hari. Korban yang belakangan diketahui merupakan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Nias itu diduga kuat jatuh dari ketinggian lantai 12 apartemen tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian yang menggemparkan ini.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat, AKP Rudi Hartono, membenarkan adanya kejadian naas tersebut. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan sekitar pukul 04.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa. "Kami langsung menerjunkan tim Inafis dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas korban sudah kami kantongi, namun belum bisa kami publikasikan sepenuhnya menunggu pemberitahuan kepada keluarga," ujar AKP Rudi saat ditemui di lokasi.

Kronologi Dugaan Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, korban yang diketahui berinisial AS (37) itu sebelumnya datang ke Medan dalam rangka urusan dinas. Ia menginap di salah satu unit apartemen di lantai 12 yang disewa secara harian. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa pada malam sebelum kejadian, korban sempat terlihat berbincang dengan beberapa rekan melalui panggilan video dan tampak seperti biasa saja.

Petugas keamanan apartemen, Surya, mengaku sempat mendengar suara benturan keras sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, karena cuaca saat itu gerimis dan pencahayaan minim, ia mengira suara tersebut berasal dari benda jatuh hingga akhirnya pagi harinya jasad korban ditemukan.

"Saya kira barang bekas yang jatuh, mana gelap dan hujan rintik. Pas pagi, petugas kebersihan yang lihat mayat itu lalu melapor," tutur Surya.

Identitas Korban dan Jejak Profesinya

AS merupakan pegawai di Seksi Pengukuran dan Pemetaan BPN Nias. Sejauh ini, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan jarang terlibat masalah. Rekan-rekan kerjanya di Nias mengaku kaget dan tidak menyangka akan peristiwa ini.

"Beliau itu orangnya pendiam dan profesional. Terakhir kami kontak Senin sore, katanya urusan dinasnya lancar dan Selasa mau balik ke Nias. Tidak ada tanda-tanda aneh," ujar salah seorang rekan yang enggan disebutkan namanya.

Dari penelusuran di lokasi, tidak ditemukan surat wasiat atau pesan terakhir yang menonjol di dalam unit apartemen. Polisi masih mengumpulkan barang bukti berupa ponsel, laptop, dan beberapa dokumen pekerjaan untuk dianalisis lebih lanjut. Dugaan sementara, peristiwa ini bisa mengarah pada kecelakaan, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain baik dari sisi pribadi maupun pekerjaan.

Penyelidikan dan Kemungkinan Motif

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ahmad Faisal, menyampaikan bahwa saat ini penyidik masih bekerja dengan beberapa skenario.

"Kami masih mendalami apakah ini murni kecelakaan, karena faktor kelalaian, atau ada motif lain. Rekaman CCTV di sekitar area lift dan koridor lantai 12 sudah kami amankan. Kami juga memeriksa saksi-saksi yang mengenal korban selama di Medan," pungkasnya.

Pihak pengelola Apartemen Sky View diminta untuk memberikan akses penuh terhadap data keamanan dan daftar tamu. Sementara itu, jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi forensik guna memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga kini, beberapa poin kunci yang menjadi fokus penyelidikan antara lain:

  • Waktu dan titik pasti jatuh: Menganalisis rekaman CCTV untuk melihat aktivitas korban sebelum kejadian.
  • Kondisi psikologis: Menggali keterangan dari keluarga dan rekan kerja terkait kemungkinan tekanan personal atau pekerjaan.
  • Barang bukti di unit: Meneliti apakah ada tanda-tanda kekerasan atau barang yang tidak wajar di dalam apartemen.
  • Keterlibatan pihak lain: Memeriksa orang terakhir yang kontak atau bertemu dengan korban.

Respons Pihak BPN dan Harapan Keluarga

Kepala BPN Wilayah Nias, Drs. Teguh Priyatno, belum dapat memberikan pernyataan resmi karena tengah menunggu hasil investigasi dari pihak berwajib. Namun, melalui pesan singkat, ia menyampaikan duka cita yang mendalam dan akan memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke kampung halaman korban secepatnya. Keluarga korban yang sudah berada di Medan juga meminta agar polisi mengusut tuntas kejadian ini dan berharap tidak ada kejanggalan yang ditutupi.

Peristiwa ini menyisakan duka di kalangan pegawai BPN Nias dan menjadi pengingat akan pentingnya pendampingan psikologis bagi pegawai yang kerap melakukan perjalanan dinas jauh dari keluarga. Sementara itu, publik di Medan masih menanti perkembangan terbaru dari kasus yang diduga jatuh dari lantai 12 apartemen tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User