Seskab Ungkap Target Penyelesaian 5.000 Jembatan di Seluruh Indonesia pada Akhir 2026
Jakarta – Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan kabar terbaru mengenai masifnya pembangunan infrastruktur konektivitas di berbagai pelosok Tanah Air. Teddy me
Jakarta – Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan kabar terbaru mengenai masifnya pembangunan infrastruktur konektivitas di berbagai pelosok Tanah Air. Teddy mengungkapkan bahwa proyek strategis nasional yang menyasar pembangunan ribuan jembatan kini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada penghujung tahun 2026.
Dalam keterangan resminya, Seskab menegaskan bahwa pemerintah tengah menggencarkan penyelesaian konstruksi untuk memastikan target ambisius tersebut dapat tercapai tepat waktu. Hingga periode pertengahan tahun ini, progres di lapangan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di berbagai daerah.
Ribuan Jembatan Gantung Mulai Terhubung
Informasi ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet yang dipantau media kami pada Kamis (25/6/2026). Dalam unggahan tersebut, Setkab membagikan sebuah video dokumentasi yang memperlihatkan wajah baru infrastruktur jembatan gantung di sejumlah wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
"Pemerintah terus berupaya memastikan seluruh target 5.000 jembatan dapat selesai pada akhir tahun 2026. Ini adalah bagian dari komitmen besar Bapak Presiden untuk menghubungkan daerah-daerah terisolir, memperlancar mobilitas warga, dan menggerakkan perekonomian rakyat di pelosok negeri," ujar Teddy Indra Wijaya dalam tayangan video tersebut.
Video pendek yang dirilis tersebut menampilkan kompilasi visual dari jembatan-jembatan yang telah terbangun dengan kokoh dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Jembatan Sekerak Kiri yang berdiri megah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Jembatan ini menjadi penghubung vital bagi warga di kawasan perkebunan dan pesisir timur Aceh yang kerap terkendala akses akibat kondisi sungai.
Selanjutnya, potret kemajuan juga terlihat dari rampungnya Jembatan Pusar di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan warga desa yang selama puluhan tahun hanya mengandalkan jembatan kayu yang kerap rusak saat debit air sungai meninggi.
Di Pulau Jawa, Jembatan Kedungrejo di Purwodadi, Jawa Tengah, juga turut disorot sebagai contoh sukses program ini. Jembatan ini tidak hanya memperindah kawasan pedesaan, tetapi juga memangkas waktu tempuh dan mengamankan perjalanan anak-anak sekolah serta para petani yang hendak menjual hasil buminya ke pasar kecamatan.
Seskab menambahkan bahwa keberadaan jembatan-jembatan gantung ini merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada masyarakat, terutama di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dengan tersambungnya akses, distribusi logistik diyakini akan semakin lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Comments (0)