Sekolah Rakyat Modern di Bandung Resmi Layani 560 Siswa

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung per awal Agustus 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 yang dikelola oleh PT Brantas Abipraya (Persero) resmi memulai operasionalnya dengan mena...

Aug 07, 2026 - 03:06
0 0
Sekolah Rakyat Modern di Bandung Resmi Layani 560 Siswa

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung per awal Agustus 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 yang dikelola oleh PT Brantas Abipraya (Persero) resmi memulai operasionalnya dengan menampung sebanyak 560 siswa. Angka ini setara dengan kapasitas maksimal dari desain awal bangunan yang dirancang untuk mendukung akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekitar. Kehadiran sekolah ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah Bandung selatan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur sekolah negeri.

Desain Modern dan Fasilitas Pendukung

Secara fisik, bangunan SRT 4 mengusung konsep arsitektur modern dengan penekanan pada pencahayaan alami dan ventilasi silang. Berbeda dengan sekolah konvensional, ruang kelas di sini dilengkapi dengan panel surya di atap yang memasok sekitar 30% kebutuhan listrik harian, menurut keterangan teknis dari PT Brantas Abipraya. Selain 24 ruang kelas, tersedia laboratorium IPA terpadu, perpustakaan digital, serta area olahraga multifungsi seluas 2.500 meter persegi. Proyek ini dibangun di atas lahan 1,8 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp95 miliar, yang mencakup pengadaan mebiler ergonomis dan perangkat pembelajaran interaktif.

Di satu sisi, desain modern ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, di sisi lain, biaya operasional pemeliharaan fasilitas canggih tersebut berpotensi membebani anggaran sekolah, terutama jika tidak didukung oleh alokasi dana rutin dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, melalui siaran pers, menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) khusus untuk perawatan berkala, meski jumlah pastinya belum diumumkan secara transparan.

Dua Perspektif: Akses vs Kualitas Pengelolaan

Pro: Dengan kapasitas 560 siswa, sekolah ini mampu menyerap sekitar 12% dari total anak usia sekolah di tiga kecamatan sekitarnya yang sebelumnya harus menempuh jarak hingga 7 kilometer untuk bersekolah. Data BPS 2025 mencatat bahwa rata-rata angka partisipasi sekolah (APS) di Kabupaten Bandung untuk jenjang SMP baru mencapai 91,3%, masih di bawah target nasional 95%. Kehadiran SRT 4 diharapkan dapat menutup kesenjangan tersebut, terutama untuk keluarga berpenghasilan rendah yang tidak mampu membayar transportasi harian.

Kontra: Meskipun akses meningkat, pengelolaan oleh BUMN seperti Brantas Abipraya memunculkan pertanyaan tentang kesinambungan program. Sebagai perusahaan konstruksi, kompetensi inti mereka bukan di bidang pendidikan. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjajaran, Prof. Surya Dharma, dalam keterangannya kepada media, mengingatkan bahwa "keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari gedung megah, tetapi dari kualitas guru dan kurikulum yang adaptif." Ia mencontohkan bahwa tanpa pelatihan guru yang berkelanjutan, fasilitas modern hanya akan menjadi pajangan. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa 60% guru di sekolah rakyat baru memiliki sertifikasi mengajar, sebuah angka yang masih perlu ditingkatkan.

Proyeksi Dampak dan Tantangan ke Depan

Secara makro, operasional SRT 4 ini sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk membangun 100 sekolah rakyat di seluruh Indonesia hingga 2029. Namun, dari sisi sentimen pasar, proyek ini juga menjadi bagian dari portofolio BUMN karya yang sedang berupaya diversifikasi pendapatan di tengah perlambatan sektor konstruksi. Tahun lalu, pendapatan Brantas Abipraya turun 8,4% year-on-year, sehingga kontrak pengelolaan sekolah selama 15 tahun dengan nilai perkiraan Rp2,1 triliun menjadi jangkar likuiditas baru. Di satu sisi, ini memperkuat posisi kas perusahaan. Di sisi lain, risiko operasional di luar core business dapat memicu capital outflow jika terjadi kegagalan pengelolaan.

Tantangan terbesar dalam 12 bulan ke depan adalah memastikan rasio guru-siswa yang ideal, yaitu 1:20, sesuai standar nasional. Saat ini, SRT 4 baru memiliki 28 guru untuk 560 siswa, yang berarti rasio 1:20 tercapai, tetapi kualifikasi pendidikan mereka masih campuran. Pihak sekolah berencana merekrut 14 guru tambahan pada semester genap 2027, dengan prioritas lulusan pendidikan matematika dan sains. Jika terealisasi, proyeksi tingkat kelulusan dan nilai rata-rata ujian nasional diprediksi naik 15% dibandingkan sekolah sekitarnya, berdasarkan simulasi dari data BPS 2025 tentang korelasi fasilitas dan prestasi.

Dengan segala pro dan kontra, operasional SRT 4 di Bandung ini menjadi uji coba penting bagi model kemitraan BUMN dalam sektor pendidikan. Keberhasilannya akan ditentukan oleh transparansi anggaran, kualitas rekrutmen tenaga pendidik, dan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan. Masyarakat menunggu bukti nyata bahwa sekolah modern ini tidak hanya menjadi ikon fisik, tetapi juga pusat peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User