Rumah di Bantaran Kali Benhil Ambruk Akibat Abrasi Tanah
Jakarta — Sebuah rumah yang berdiri di tepi Kanal Banjir Barat (KBB) di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk pada Jumat (26/6/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekita
Jakarta — Sebuah rumah yang berdiri di tepi Kanal Banjir Barat (KBB) di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk pada Jumat (26/6/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh pengikisan tanah atau abrasi di bantaran kali yang telah berlangsung lama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, bangunan yang roboh tersebut berlokasi di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena seluruh struktur rumah luluh lantak terseret longsoran tanah ke aliran kanal.
“Anggota kami mendapatkan laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk atau tanah longsor di pinggir kali. Kami segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo saat dikonfirmasi media kami.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, abrasi yang menggerus tanah di bawah pondasi rumah menjadi penyebab utama ambruknya bangunan tersebut. Letak rumah yang terlalu dekat dengan bibir kali—hanya berjarak beberapa meter—membuat tanah di bagian bawah pondasi terus tergerus aliran air, terutama saat debit Kanal Banjir Barat mengalami peningkatan.
Kanal Banjir Barat sendiri merupakan salah satu infrastruktur vital pengendali banjir di Jakarta yang menghubungkan sejumlah wilayah. Dinamika aliran air yang konstan, ditambah dengan karakter tanah di beberapa titik bantaran yang labil, sering kali memicu terjadinya pengikisan tanah. Warga di sekitar lokasi sebelumnya, menurut keterangan yang dirangkum media kami, telah melaporkan kondisi tanah yang retak-retak di sekitar rumah yang ambruk.
Petugas kepolisian dan aparat kelurahan segera bergerak untuk mengamankan area sekitar. Garis polisi pun dipasang untuk mencegah warga mendekati tepi bantaran yang masih rawan longsor susulan. “Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Kanal Banjir Barat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan atau saat debit air tinggi. Ini penting untuk menghindari kejadian serupa,” tambah AKBP Dhimas.
Pihak berwenang kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Suku Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap kondisi kestabilan tanah di sepanjang bantaran kali. Upaya penanganan darurat juga mulai disiapkan guna mencegah dampak yang lebih luas dari proses abrasi yang terus berlanjut.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan permukiman yang berada di kawasan sempadan sungai atau kanal. Sebagian besar bangunan di area tersebut berdiri tanpa perkuatan lereng yang memadai, sehingga rawan terpapar bahaya longsor ketika tanah di bawahnya tergerus air. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan pasca-ambruknya rumah di Benhil ini dan mengabarkan informasi terbaru kepada para pembaca.
Comments (0)