MATARAM, Beritadua.com — RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan lompatan medis signifikan setelah berhasil merampungkan tindakan operasi bedah mikro bypass otak untuk pertama kalinya. Prosedur berisiko tinggi berupa Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery (STA-MCA) bypass ini sukses dilakukan guna menyelamatkan pasien dari ancaman defisit neurologis permanen akibat iskemia serebral.
Tindakan revolusioner ini menjadikan NTB sebagai salah satu dari segelintir daerah di Indonesia yang menguasai teknologi revaskularisasi otak. Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Obrin Parulian, menegaskan bahwa prosedur ini memerlukan keahlian mikrosurgikal tingkat tinggi untuk menyambungkan pembuluh darah di luar tempurung kepala ke jaringan pembuluh darah di dalam otak.
“Dari 38 provinsi di Indonesia, baru 11 provinsi yang mampu memberikan layanan bypass STA-MCA ini. Jika layanan ini berkelanjutan dan rumah sakit sudah mandiri, berarti kemampuannya setara dengan rumah sakit pengampu nasional,” tegas dr. Obrin Parulian.
Kronologi dan Kolaborasi Tim Bedah Lintas Rumah Sakit
Keberhasilan tindakan kompleks ini tidak lepas dari skema proctorship terstruktur yang digelar selama dua hari penuh di Mataram. Berikut rangkaian tahapan krusial dalam intervensi medis tersebut:
- 11 September — Evaluasi Klinis dan Persiapan Pra-Operasi: Tim gabungan multidisiplin memetakan jalur vaskular pasien menggunakan teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk mengidentifikasi area sumbatan kritis pada sirkulasi serebral.
- 12 September — Eksekusi Bedah Mikro: Tim bedah saraf RSUD NTB bersama mentor dari RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar melakukan anastomis mikrovaskular berdurasi panjang dengan presisi milimeter di bawah mikroskop operasi canggih.
- 13 September — Pemantauan Pasca-Operasi Intensif: Pasien dipindahkan ke unit perawatan intensif untuk evaluasi perfusi jaringan otak dan pemantauan stabilitas hemodinamik secara ketat.
Penanganan Kasus Langka Penyakit Moyamoya
Keahlian tingkat lanjut ini langsung diuji pada penanganan kasus langka. Salah satu pasien yang berhasil dioperasi adalah seorang anak berusia 12 tahun yang didiagnosis mengidap penyakit Moyamoya—kelainan vaskular kronis di mana arteri utama menuju otak mengalami penyempitan progresif, memicu terbentuknya jaringan pembuluh darah kecil yang rapuh menyerupai kepulan asap.
Tanpa revaskularisasi lewat STA-MCA bypass, penderita Moyamoya rentan mengalami serangan stroke berulang dan kerusakan saraf permanen. Keberhasilan penyambungan pembuluh darah ini langsung memperbaiki suplai oksigen dan darah ke hemisfer otak anak tersebut.
Akselerasi Kemandirian Layanan Kesehatan Daerah
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam mengejar kesetaraan kualitas medis dengan kota-kota besar. Infrastruktur mutakhir yang disokong oleh Kemenkes dinilai tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tingkat lokal.
Kementerian Kesehatan sendiri terus mempercepat pemerataan layanan prioritas stroke dan bedah saraf melalui penyediaan mikroskop operasi, instrumen mikrokirurgi, serta transfer pengetahuan berkelanjutan agar fasilitas kesehatan di kawasan timur Indonesia mampu menangani kasus vaskular rumit tanpa harus merujuk pasien ke Jakarta.
Comments (0)