Sep 14, 2026
Hukum

Tim SAR Palu Berhasil Evakuasi Tujuh Pendaki Gunung Nokolalaki

Operasi penyelamatan darurat di kawasan pegunungan Sulawesi Tengah kembali membuahkan hasil positif. Sebanyak tujuh orang pendaki yang sempat terjebak akib

Tim SAR Palu Berhasil Evakuasi Tujuh Pendaki Gunung Nokolalaki

Operasi penyelamatan darurat di kawasan pegunungan Sulawesi Tengah kembali membuahkan hasil positif. Sebanyak tujuh orang pendaki yang sempat terjebak akibat kehabisan perbekalan di jalur pendakian Gunung Nokolalaki akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan dalam kondisi selamat.

Insiden ini bermula ketika rombongan yang berjumlah total 11 orang melakukan pendakian menuju puncak gunung berketinggian lebih dari 2.300 meter di atas permukaan laut tersebut sejak Sabtu (12/9) pagi. Namun, perhitungan logistik yang meleset serta dinamika medan membuat kelompok tersebut menghadapi situasi kritis saat hendak turun, memaksa mereka membagi kelompok demi mencari pertolongan.

Kronologi Krisis dan Pelaporan Darurat

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, krisis logistik mulai mengancam keselamatan rombongan ketika persediaan makanan dan air minum habis lebih cepat dari perkiraan. Menyadari risiko hipotermia dan dehidrasi yang membayangi rekan-rekannya, empat anggota rombongan berinisiatif turun gunung terlebih dahulu.

  1. Sabtu (12/9) Pagi: Rombongan beranggotakan 11 pendaki memulai perjalanan menuju puncak Gunung Nokolalaki.
  2. Sabtu Malam: Kelompok mengalami defisit logistik parah sehingga pergerakan turun terhambat secara drastis.
  3. Minggu Pagi, 06.15 WITA: Empat pendaki yang turun lebih awal tiba di perkampungan dan segera melaporkan kondisi rekan mereka ke Kantor SAR Palu.
  4. Minggu Pagi, 08.40 WITA: Tim SAR gabungan diberangkatkan dari posko kaki gunung untuk memulai penyisiran jalur pendakian.
  5. Minggu Siang, 14.10 WITA: Tim penyelamat berhasil menjangkau tujuh pendaki yang bertahan di sekitar Pos 3.
  6. Minggu Sore, 15.30 WITA: Seluruh korban tiba di posko induk dan operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.

Evakuasi Terpadu di Pos 3 Nokolalaki

Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa penyisiran dilakukan secara cermat dengan memetakan titik peristirahatan terakhir korban. Sinergi antara rescuer profesional dan relawan lokal menjadi kunci kecepatan penemuan target pencarian.

"Operasi pencarian kami mulai pukul 08.40 WITA dari kaki Gunung Nokolalaki menuju lokasi terakhir para pendaki beristirahat. Tim akhirnya menemukan mereka sekitar pukul 14.10 WITA di Pos 3 Gunung Nokolalaki. Ketujuh pendaki dipastikan dalam keadaan sehat," ungkap Muh Rizal dalam laporan resminya.

Setelah ditemukan, tim medis lapangan langsung memberikan penanganan awal berupa suplai cairan dan pemeriksaan tanda-tanda vital. Proses evakuasi dari Pos 3 menuju posko utama memakan waktu sekitar 75 menit berjalan kaki melintasi medan hutan tropis yang cukup terjal. Setibanya di posko SAR, seluruh penyintas diserahkan langsung kepada pihak keluarga yang telah menunggu dengan cemas.

Evaluasi Manajemen Ekspedisi Alam Bebas

Keberhasilan evakuasi ini melibatkan kolaborasi solid lintas unsur, di antaranya:

  • Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu
  • Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dan komunitas pegiat alam bebas
  • Warga lokal yang memahami karakteristik jalur Gunung Nokolalaki
  • Pihak keluarga penyintas

Menutup operasi tersebut, Basarnas mengingatkan seluruh pegiat alam terbuka untuk tidak mengabaikan manajemen risiko sebelum melakukan ekspedisi. Kesiapan fisik, kelengkapan alat navigasi darurat, serta alokasi perbekalan cadangan minimal 30 persen di atas kebutuhan riil merupakan syarat mutlak demi mencegah terulangnya insiden yang mengancam keselamatan jiwa di gunung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User