RANS Entertainmen Indonesia Resmi Tercatat di Bursa Efek Indonesia
Jakarta – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Perusahaan h
Jakarta – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Perusahaan hiburan dan media digital yang didirikan oleh pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini menjadi emiten ke-XX yang melantai di BEI sepanjang 2026, sekaligus menandai babak baru bagi industri konten dan hiburan Tanah Air yang kian menarik perhatian pasar modal.
Prosesi Pencatatan Saham Perdana
Prosesi pencatatan dimulai pukul 09.00 WIB di Main Hall Bursa Efek Indonesia, gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Jakarta Selatan. Hadir langsung dalam seremoni tersebut adalah Komisaris Utama Raffi Ahmad, Direktur Utama Nagita Slavina, jajaran direksi dan komisaris perseroan, serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan para penjamin emisi. Pantauan Beritadua.com, suasana begitu semarak dengan iringan video profil perusahaan dan tayangan perjalanan karier Raffi Ahmad dari dunia hiburan hingga menjadi pebisnis. Tepat pukul 09.30 WIB, tombol sirine dibunyikan oleh Raffi Ahmad bersama Direktur Utama BEI, diikuti tepuk tangan meriah dari sekitar 200 undangan. “Ini adalah momen yang sangat emosional bagi kami berdua. Kami tidak pernah menyangka bahwa RANS—yang bermula dari kanal YouTube sederhana—bisa tumbuh sebesar ini dan sekarang menjadi milik publik,” ujar Raffi Ahmad dalam sambutannya.
“Kami percaya industri konten Indonesia punya potensi sangat besar. Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami ingin mengajak masyarakat ikut memiliki bagian dari perjalanan RANS dan mendorong pertumbuhan industri hiburan berbasis digital.”
Setelah simbolis pencatatan, dilakukan pula penyerahan plakat emiten baru dari BEI kepada manajemen RANS, diikuti sesi foto bersama dan konferensi pers singkat yang membahas lanskap bisnis pasca-IPO.
Detail Penawaran Umum Perdana (IPO)
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk melepas sebanyak 1,5 miliar lembar saham biasa atas nama, atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran Rp 210 per saham. Dengan demikian, perseroan berhasil meraih dana segar sebesar Rp 315 miliar dari aksi korporasi ini. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis, penguatan produksi konten, pengembangan platform digital, serta modal kerja perseroan.
Penjamin pelaksana emisi efek yang ditunjuk adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT BNI Sekuritas. Adapun masa penawaran umum berlangsung pada 3–7 Juli 2026, dengan minat investor yang cukup tinggi, tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 3,2 kali. Saham RANS mendapat sambutan positif dari investor ritel, yang porsinya mencapai 35% dari total penjatahan.
Ringkasan alokasi penggunaan dana hasil IPO adalah sebagai berikut:
- 50% untuk pengembangan dan produksi konten original di kanal digital, termasuk pembelian hak siar dan penyewaan studio produksi.
- 30% untuk ekspansi bisnis baru di bidang manajemen artis dan event organizer skala nasional maupun internasional.
- 15% untuk pengembangan platform digital RANS, termasuk penguatan aplikasi mobile dan sistem distribusi konten berbasis AI.
- 5% sisanya untuk modal kerja operasional perseroan.
Respons Pasar dan Pergerakan Saham Hari Pertama
Pada debut perdananya, saham dengan kode RANS langsung dibuka pada level Rp 230 per saham, naik 9,5% dari harga IPO. Tak lama berselang, saham ini sempat menyentuh level Rp 268, yang merupakan batas auto rejection atas pada sesi pertama, mengindikasikan tingginya antusiasme investor. Hingga jeda siang, saham RANS diperdagangkan dengan volume transaksi mencapai 2,3 miliar lembar, menjadikannya salah satu saham paling aktif diperdagangkan di papan pengembangan. Analis pasar modal menilai lonjakan ini didorong oleh popularitas merek, basis penggemar loyal, serta prospek bisnis digital yang menjanjikan. Meski demikian, beberapa analis mengingatkan investor untuk mencermati fundamental perseroan, mengingat valuasi yang relatif tinggi dibandingkan emiten sejenis.
Prospek Bisnis dan Rencana Ekspansi
RANS Entertainmen mengelola beragam lini bisnis yang terintegrasi, mulai dari produksi konten digital melalui kanal YouTube Rans Entertainment (lebih dari 30 juta subscriber), manajemen artis, agensi kreatif, restoran, hingga properti. Ke depan, perseroan berencana memperkuat pijakan di segmen over-the-top (OTT) dengan merilis layanan streaming RANS+ yang ditargetkan meluncur pada kuartal pertama 2027. Nagita Slavina, yang menjabat sebagai Direktur Utama, menyatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan minimal 30% dalam tiga tahun ke depan, sejalan dengan meningkatnya konsumsi konten digital pascapandemi.
Selain itu, RANS juga tengah menjajaki kemitraan strategis dengan sejumlah platform global untuk distribusi konten eksklusif, termasuk serial animasi dan program reality show. Diversifikasi bisnis ke sektor licensing dan merchandise juga menjadi fokus, mengingat kuatnya karakter dan kekayaan intelektual yang dimiliki RANS.
Dengan resminya RANS melantai di bursa, babak baru industri hiburan Indonesia seolah dimulai. Pasar akan terus mengamati apakah perusahaan ini mampu menerjemahkan popularitas menjadi kinerja keuangan yang berkelanjutan dan memberikan imbal hasil bagi para pemegang sahamnya.
[SOCIAL_TWEET]: Saham RANS resmi melantai di BEI hari ini! 🚀 Harga IPO Rp210, langsung melonjak ke Rp268 di sesi pertama. Simak detailnya hanya di Beritadua.com. #SahamRANS #IPO2026 #BEI[SOCIAL_TG]: 🏢 PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi IPO hari ini (10/7/2026) di BEI. Kode saham: RANS. Harga IPO Rp210, oversubscribed 3,2x. Simak rincian dan reaksi pasar di Beritadua.com.
Comments (0)