Sep 09, 2026
Nasional

Purbaya Refleksikan Setahun Menkeu, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen

Genap satu tahun menakhodai Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengenai beratnya mengelola kas negara di tengah dinamika perekonomian d

Purbaya Refleksikan Setahun Menkeu, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen

Genap satu tahun menakhodai Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengenai beratnya mengelola kas negara di tengah dinamika perekonomian domestik dan global yang penuh ketidakpastian. Di balik meja kerja bendahara negara, tekanan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus menggenjot roda pembangunan nasional diakui menuntut konsentrasi tanpa henti.

Dalam refleksi satu tahun masa jabatannya, Purbaya tidak menampik bahwa tanggung jawab mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kerap menguras energi mental dan fisik. Pengambilan keputusan strategis terkait belanja negara, penerimaan pajak, hingga manajemen utang memerlukan kalkulasi yang ekstra hati-hati guna menghindari risiko fiskal jangka panjang.

"Pusing, setiap hari mikir terus bagaimana cara menjaga APBN tetap sehat sekaligus membuat ekonomi kita terus bergerak maju tanpa terbebani guncangan eksternal," ujar Purbaya saat merefleksikan perjalanannya selama 12 bulan terakhir.

Tekanan Fiskal dan Volatilitas Global

Penelusuran terhadap lanskap makroekonomi menunjukkan bahwa satu tahun terakhir diwarnai oleh fluktuasi geopolitik global, volatilitas harga komoditas utama, serta tren suku bunga global yang menekan likuiditas negara berkembang. Di ranah domestik, Menkeu dihadapkan pada tugas mendesak untuk memperluas basis penerimaan perpajakan tanpa mematikan daya beli masyarakat kelas menengah.

Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya dituntut melakukan manuver disiplin anggaran yang ketat. Berbagai program belanja prioritas harus diselaraskan dengan defisit anggaran yang wajib ditekan di bawah ambang batas aman konstitusi. Sensitivitas fiskal ini menempatkan setiap rupiah belanja negara dalam pengawasan berlapis untuk meminimalisasi inefisiensi dan kebocoran.

Peluang Menembus Target 6 Persen pada 2026

Kendati mengakui besarnya beban pekerjaan, Purbaya memancarkan optimisme kuat terhadap trajektori ekonomi Indonesia ke depan. Pihaknya memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional mampu mendekati level 6 persen pada 2026, didorong oleh konsumsi domestik yang solid dan realisasi investasi hilirisasi yang kian matang.

Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, sejumlah pilar strategi fiskal disiapkan Kemenkeu, antara lain:

  • Optimalisasi Penerimaan: Penguatan digitalisasi sistem perpajakan terintegrasi (Coretax) untuk mempersempit celah penghindaran pajak.
  • Efisiensi Belanja K/L: Restrukturisasi alokasi belanja kementerian dan lembaga yang berorientasi langsung pada program penciptaan lapangan kerja produktif.
  • Penguatan Iklim Investasi: Pemberian insentif fiskal terukur bagi industri manufaktur berorientasi ekspor dan teknologi hijau.

Menjaga Keseimbangan Daya Beli dan Stabilitas

Tantangan utama yang masih membayangi adalah menjaga bantalan sosial tetap tebal guna melindungi kelompok rentan. Purbaya menegaskan bahwa belanja perlindungan sosial dan subsidi energi akan terus disalurkan secara tepat sasaran demi menjaga ketahanan daya beli akar rumput dari tekanan inflasi pangan.

Memasuki tahun kedua masa jabatannya, publik menanti terobosan lanjutan dari bendahara negara. Rekam jejak konsolidasi fiskal yang dibangun selama 365 hari pertama menjadi modal krusial untuk membuktikan bahwa target pertumbuhan ekonomi 6 persen bukan sekadar angan di atas kertas statistik, melainkan capaian riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User