PT Niramas Utama Tbk Resmi Catatkan Saham Perdana, Kode JELI Kini Tercatat di Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta Selatan menyaksikan momen bersejarah bagi industri makanan dan minuman Tanah Air pada Selasa (7/7/2026). PT Niramas

Jul 09, 2026 - 15:17
0 0
PT Niramas Utama Tbk Resmi Catatkan Saham Perdana, Kode JELI Kini Tercatat di Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta Selatan menyaksikan momen bersejarah bagi industri makanan dan minuman Tanah Air pada Selasa (7/7/2026). PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman berbasis kelapa yang menaungi merek INACO, resmi mencatatkan saham perdananya. Perusahaan dengan kode saham JELI ini menjadi emiten ke- sekian yang melantai di BEI sepanjang 2026, menandai babak baru ekspansi bisnis pengolahan komoditas kelapa nasional di pasar modal. Direktur Utama Niramas Utama menekankan bahwa langkah ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan serta prospek cerah produk turunan kelapa di pasar global.

Perjalanan Menuju Pencatatan Saham Perdana

PT Niramas Utama berdiri pada awal dekade 1990-an sebagai usaha keluarga yang mengolah daging kelapa menjadi makanan ringan. Lambat laun, portofolio produk INACO berkembang meliputi minuman kelapa kemasan, santan instan, krim kelapa, dan aneka camilan berbahan baku kelapa. Jaringan distribusinya telah merambah pasar domestik maupun ekspor ke lebih dari 15 negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Pada 2024, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan 18% yoy menjadi Rp2,1 triliun, dengan margin laba bersih di kisaran 11%.

Kronologi Menuju Lantai Bursa

  1. September 2025: Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui rencana penawaran umum perdana.
  2. Februari 2026: Perseroan mengajukan dokumen pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan.
  3. Mei 2026: Bookbuilding dilakukan dengan kisaran harga Rp180–Rp220 per saham; permintaan investor mencapai 1,8 kali lipat dari porsi penawaran ritel.
  4. 23–25 Juni 2026: Masa penawaran umum bagi investor institusi dan ritel.
  5. 7 Juli 2026: Pencatatan perdana saham JELI di BEI pada harga final Rp200 per saham.

Detail Penawaran dan Penggunaan Dana

Dalam IPO ini, Niramas Utama melepas sebanyak 2,5 miliar lembar saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, sehingga berhasil menghimpun dana segar Rp500 miliar. Berdasarkan prospektus, sekitar 60% dana akan digunakan untuk membangun pabrik pengolahan baru di Sulawesi Utara yang kaya pasokan kelapa, 25% untuk memperkuat modal kerja dan memperluas kanal distribusi ekspor, serta sisanya untuk riset dan pengembangan produk inovatif berbasis kelapa. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi hingga 40% dalam tiga tahun mendatang.

Perspektif Ganda: Pro dan Kontra Investasi JELI

Menimbang potensi dan risiko saham emiten baru ini, analis pasar memandang Saham JELI dari dua perspektif yang berbeda:

Pro:
  • Tren gaya hidup sehat: Produk kelapa seperti air kelapa dan santan rendah lemak tengah digemari konsumen global, mendorong permintaan ekspor INACO.
  • Hulu terintegrasi: Lokasi pabrik baru di sentra kelapa menjamin pasokan bahan baku berkelanjutan serta potensi efisiensi biaya hingga 15%.
  • Valuasi wajar: Dengan PER di kisaran 12 kali, harga penawaran dinilai kompetitif dibanding rata-rata sektor konsumer 14 kali.
Kontra:
  • Fluktuasi harga komoditas: Harga kelapa rentan terhadap cuaca ekstrem dan dinamika perdagangan global yang dapat menekan margin.
  • Persaingan ketat: Pemain besar multinasional dan produsen lokal terus meluncurkan produk serupa, sehingga diferensiasi INACO perlu terus diperkuat.
  • Ketergantungan ekspor: Sekitar 55% pendapatan berasal dari luar negeri; perlambatan ekonomi mitra dagang bisa menghambat pertumbuhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User