PT Niramas Utama Resmi Catat Saham Perdana di BEI Hari Ini
Suasana khidmat menyelimuti Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (7/7/2026), saat PT Niramas Utama Tbk melaksanakan pencatatan perdana sah
Suasana khidmat menyelimuti Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (7/7/2026), saat PT Niramas Utama Tbk melaksanakan pencatatan perdana sahamnya. Perseroan yang bergerak di bidang manufaktur bahan kemasan fleksibel ini menjadi emiten ke-36 yang melantai di BEI sepanjang 2026, dengan kode saham JELI. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri oleh jajaran direksi, komisaris, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Prosesi Pencatatan Perdana
Rangkaian seremoni berlangsung tertib, mengikuti protokol standar pencatatan BEI. Berikut kronologis utamanya:
- Pukul 08.30 WIB — Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk, Andi Prasetyo, bersama jajaran tiba di Main Hall. Mereka disambut oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Siti Rahmawati.
- Pukul 09.15 WIB — Acara simbolis penyerahan plakat emiten baru dari BEI kepada Andi Prasetyo. Plakat bertuliskan "Welcome to the Club" itu menandai tercatatnya 1,2 miliar saham JELI di papan utama.
- Pukul 09.30 WIB — Sesi foto bersama dengan latar layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham secara real-time. Harga pembukaan langsung melonjak 15% ke level Rp230, dari harga IPO Rp200 per lembar.
- Pukul 10.00 WIB — Konferensi pers singkat. Andi Prasetyo menargetkan dana segar hasil IPO sebesar Rp240 miliar akan digunakan untuk ekspansi pabrik ke-3 di Cikarang serta pelunasan utang bank.
Latar Belakang dan Strategi
Niramas Utama, yang berdiri sejak 2008, telah menjadi pemasok utama kemasan fleksibel untuk industri makanan dan farmasi. Dengan penawaran umum perdana ini, publik menggenggam 25% dari total modal disetor. Dalam prospectus disebutkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas (DER) pasca IPO diperkirakan turun dari 1,8x menjadi 0,7x—sebuah lompatan kesehatan finansial yang signifikan.
Respons Pasar
Pada perdagangan sesi pertama, saham JELI sempat menyentuh level tertinggi Rp246, sebelum stabil di Rp235. Volume transaksi mencapai 80 juta saham dalam satu jam pertama, menunjukkan likuiditas tinggi. Analis dari sekuritas terkemuka menilai, valuasi PER sebesar 12x masih tergolong moderat dibandingkan rata-rata industri sejenis yang berada di 14x-16x.
Prospek dan Tantangan
Di sisi lain, industri kemasan fleksibel menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan baku resin yang impor. Namun, manajemen JELI optimistis karena telah mengamankan kontrak jangka panjang dengan tiga perusahaan multinasional senilai total Rp600 miliar hingga 2028. Pabrik baru ditargetkan beroperasi kuartal ketiga 2027, menambah kapasitas produksi hingga 40%.
Dengan tercatatnya JELI, BEI kini memiliki 745 emiten. Direktur BEI menyatakan bahwa pencatatan saham baru ini memperkuat sektor barang konsumen primer di bursa, sekaligus menambah variasi bagi investor yang mencari pertumbuhan di sektor manufaktur kemasan.
Comments (0)