Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Paraguay
Philadelphia bergemuruh. Di tengah terik matahari musim panas, Lincoln Financial Field menjadi saksi keperkasaan Les Bleus. Tim nasional Prancis memastikan
Philadelphia bergemuruh. Di tengah terik matahari musim panas, Lincoln Financial Field menjadi saksi keperkasaan Les Bleus. Tim nasional Prancis memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Paraguay dengan skor meyakinkan 3-0 dalam laga 16 besar yang digelar Sabtu (4/7/2026). Kemenangan ini menegaskan status Prancis sebagai salah satu kandidat juara, sekaligus mengakhiri perjalanan berani La Albirroja di turnamen ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung ditampilkan kedua kubu. Paraguay yang tampil mengejutkan di fase grup dengan lolos sebagai runner-up Grup D mencoba mengandalkan kecepatan Julio Enciso dan Miguel Almirón. Namun, barisan belakang Prancis yang dikawal William Saliba dan Ibrahima Konaté tampak terlalu kokoh untuk ditembus. Justru Prancis yang mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang demi peluang.
Babak Pertama: Tekanan Konstan dan Gol Pembuka Kylian Mbappé
Dominasi Les Bleus terlihat dari statistik penguasaan bola yang mencapai 63 persen di babak pertama. Gol yang dinantikan akhirnya datang pada menit ke-23. Sebuah skema serangan balik cepat yang dibangun dari kaki Eduardo Camavinga di lini tengah berhasil mengirim umpan terobosan ke Kylian Mbappé. Dengan kecepatan dan ketenangannya, Mbappé melewati dua bek Paraguay sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut kiri gawang yang tak mampu dijangkau kiper Santiago Rojas. Gol ini membuat seisi stadion yang mayoritas diisi pendukung Prancis bergemuruh.
Paraguay mencoba merespons. Julio Enciso, yang beberapa kali terlibat duel sengit dengan William Saliba, hampir menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas melengkung pada menit ke-37. Namun, bola masih bisa ditepis oleh kiper Mike Maignan.
"Kami tahu Paraguay berbahaya dari bola mati. Saya harus tetap fokus sepanjang laga,"
ujar Maignan usai pertandingan.
Babak Kedua: Eksekusi Dingin dari Titik Putih
Memasuki babak kedua, Prancis tidak mengendurkan serangan. Permainan pressing tinggi yang diinstruksikan pelatih Didier Deschamps membuat lini belakang Paraguay kerap melakukan kesalahan. Hingga akhirnya pada menit ke-58, wasit menunjuk titik putih setelah bek Paraguay, Gustavo Gómez, handball di kotak terlarang saat berusaha menghalau umpan silang Ousmane Dembélé. Antoine Griezmann yang menjadi eksekutor dengan dingin mengecoh kiper dan membawa Prancis unggul 2-0.
Keunggulan dua gol membuat Prancis semakin percaya diri. Deschamps memasukkan tenaga segar dengan menurunkan Marcus Thuram dan Kingsley Coman untuk menambah daya gedor. Puncaknya, gol ketiga lahir di menit ke-81 melalui skema serangan yang rapi. Umpan silang mendatar Theo Hernandez dari sisi kiri berhasil disambut sontekan Marcus Thuram dari dalam kotak penalti. Bola bersarang di pojok kiri gawang, tak ada yang bisa dilakukan Rojas. Skor 3-0 pun bertahan hingga peluit akhir.
William Saliba: Tembok Tak Tertembus di Jantung Pertahanan
Salah satu bintang lapangan yang paling mencuri perhatian adalah William Saliba. Pemain Arsenal itu tampil nyaris sempurna dengan catatan 7 intersep, 5 sapuan, dan memenangkan 100 persen duel udara. Duel fisiknya dengan Julio Enciso menjadi sorotan, termasuk momen dalam foto AP di mana keduanya berebut bola dengan intensitas tinggi.
"Saya hanya menjalankan tugas. Paraguay punya pemain cepat, tapi kami bekerja sebagai unit,"
kata Saliba dengan rendah hati.
Performa Saliba ini menjadi bukti kedewasaan dan konsistensinya di panggung terbesar dunia. Bersama Konaté, ia membentuk duet bek tengah yang sulit ditembus oleh serangan langsung Paraguay.
Paraguay Bersinar di Fase Grup, Tapi Takluk di Tangan Sang Raksasa
Meskipun kalah, Paraguay patut mendapat apresiasi. Penampilan mereka di fase grup—termasuk kemenangan atas Norwegia dan hasil imbang kontra Uruguay—menunjukkan kemajuan signifikan dari generasi muda mereka. Pelatih Guillermo Barros Schelotto mencoba memaksimalkan potensi pemain seperti Enciso dan Almirón, namun pengalaman dan kualitas individu pemain Prancis menjadi pembeda.
Kekalahan ini tidak mengurangi semangat para pemain.
"Kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Ini pelajaran berharga untuk masa depan tim ini,"
ujar Schelotto.
Menatap Perempat Final: Ancaman Baru Menanti
Dengan lolosnya Prancis, kini mereka menunggu pemenang laga antara Brasil dan Ghana yang akan bertanding keesokan harinya. Pertandingan perempat final dijadwalkan pada 10 Juli di Stadion MetLife, New Jersey. Prancis jelas diunggulkan, namun perjalanan menuju tangga juara masih panjang dan penuh tantangan. Deschamps menegaskan pentingnya menjaga fokus.
"Kami belum mencapai apa-apa. Setiap pertandingan adalah final,"
pungkasnya.
Keberhasilan ini juga menimbulkan optimisme tinggi bagi publik Prancis untuk menyamai atau bahkan melampaui pencapaian juara dunia 1998 dan 2018.
[SOCIAL_TWEET]: Prancis melaju ke perempat final! Les Bleus hancurkan Paraguay 3-0 di Philadelphia. Mbappe, Griezmann, Thuram cetak gol. Saliba tampil perkasa di lini belakang. #Prancis #PialaDunia2026 #Paraguay #LesBleus[SOCIAL_TG]: 🇫🇷 Prancis ganas! Skor 3-0 atas Paraguay antarkan mereka ke 8 besar. Siapa yang bisa hentikan Les Bleus? 🤔🔥
Comments (0)