Selvi Gibran Rakabuming Buka Puncak Syukuran HUT ke-46 Dekranas

Jakarta – Suasana Balai Sidang Jakarta Convention Center tampak berbeda pada Kamis (23/5). Ratusan perajin dari seluruh Indonesia berkumpul, mengenakan bus

Selvi Gibran Rakabuming Buka Puncak Syukuran HUT ke-46 Dekranas

Jakarta – Suasana Balai Sidang Jakarta Convention Center tampak berbeda pada Kamis (23/5). Ratusan perajin dari seluruh Indonesia berkumpul, mengenakan busana daerah terbaik mereka, menyambut puncak rangkaian syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, hadir dengan balutan gaun batik parang barong cokelat keemasan, siap membuka secara resmi perayaan yang menjadi tonggak baru perjalanan organisasi ini. “Hari ini kita merayakan bukan sekadar bertambahnya usia, tetapi juga semangat pantang menyerah para perajin yang telah menjaga warisan budaya bangsa,” ucap Selvi di hadapan tamu undangan yang terdiri dari menteri, kepala daerah, dan para istri duta besar.

Momen Refleksi 46 Tahun Dekranas

Dekranas lahir pada 3 Maret 1980, digagas oleh Ibu Tien Soeharto sebagai wadah strategis memajukan kerajinan nasional. Sejak itu, organisasi ini terus berevolusi, melintasi era kepemimpinan istri wakil presiden dan kini di tangan Selvi Gibran Rakabuming. Dalam sambutannya, Selvi mengajak seluruh elemen untuk melakukan refleksi mendalam.

“Perjalanan 46 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak pasang surut sudah kita lalui bersama. Dari krisis ekonomi, pandemi, hingga disrupsi digital. Tapi satu yang tidak pernah berubah: tekad perajin kita untuk terus berkarya,”
tegasnya. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa saat ini Dekranas membina lebih dari 152.000 unit usaha kerajinan di 34 provinsi, dengan total serapan tenaga kerja mencapai 2,8 juta orang secara langsung maupun tidak langsung. Angka ini menjadikan sektor kerajinan sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan yang signifikan.

Pameran “Kriya Nusantara” yang Memukau

Rangkaian syukuran dimeriahkan dengan pameran bertajuk “Kriya Nusantara: Warisan untuk Dunia”. Sebanyak 200 stan memajang produk unggulan dari Sabang sampai Merauke. Pengunjung bisa menyaksikan demonstrasi pembuatan tenun ikat Sumba, batik tulis Lasem, ukiran kayu Bali, hingga perak Kotagede. Sebuah paviliun khusus menampilkan 30 produk inkubasi Dekranas yang sudah lolos kurasi desain kontemporer dan siap menembus pasar ekspor. Selvi beserta rombongan menyempatkan diri berkeliling, berdialog dengan para perajin, bahkan ikut mencoba alat tenun di stan Nusa Tenggara Timur. Momen ini sontak menjadi daya tarik bagi para fotografer. “Saya ingin Dekranas benar-benar hadir di tengah perajin, bukan sekadar nama di papan struktur,” kata Selvi sambil tersenyum.

Strategi Digital: DekraMarket dan Sertifikasi HAKI

Mengusung tema “Kerajinan Berkelanjutan Menuju Ekonomi Digital”, peringatan tahun ini menandai langkah besar Dekranas dalam transformasi digital. Setelah melalui uji coba selama enam bulan, Selvi secara simbolis meluncurkan DekraMarket, sebuah platform agregasi digital yang mempertemukan perajin langsung dengan konsumen domestik dan mancanegara tanpa biaya perantara tinggi. Dalam sesi panel, Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili Deputi Bidang UKM, mengungkapkan bahwa pada 2023, hanya 28% perajin binaan Dekranas yang memiliki toko daring mandiri. “DekraMarket diharapkan menjadi pintu masuk bagi 72% sisanya untuk go digital,” ujarnya. Sementara itu, pakar ekonomi kreatif Dr. Rina Andriani menyoroti pentingnya perlindungan hukum.

“Produk kerajinan kita sering dijiplak negara lain karena perajin abai mendaftarkan HAKI. Dekranas harus menjadi motor pengurusan sertifikasi massal. Karya orisinal adalah harta yang harus dijaga,”
ujarnya. Menanggapi hal itu, Selvi menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program pendampingan HAKI gratis untuk 10.000 perajin prioritas.

Kontribusi Nyata: Data dan Angka Penting

Pemerintah memandang sektor kerajinan sebagai salah satu penopang pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kontribusi industri kerajinan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp188 triliun pada 2023, meningkat 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor produk kerajinan juga menunjukkan tren positif.

TahunNilai Ekspor (Miliar USD)PertumbuhanProduk Utama
20210,976,2%Furnitur kayu, perhiasan
20221,0912,4%Tenun, batik, anyaman
20231,2211,9%Keramik, kerajinan logam

Meski menggembirakan, Selvi mengingatkan bahwa angka ini masih jauh dari potensi sesungguhnya. “Kita harus berani bermimpi menembus angka 2 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan, dengan syarat: kolaborasi, inovasi, dan disiplin kualitas,” tegasnya.

Kisah Inspiratif dari Daerah

Di sela acara, panitia memberikan penghargaan kepada enam perajin inspiratif. Salah satunya adalah Ni Made Suartini, perajin ukir kayu asal Gianyar, Bali, yang berhasil mengekspor patung kontemporer ke galeri seni di Paris.

“Dulu saya tidak percaya ukiran saya bisa dihargai tinggi. Tapi setelah mengikuti pelatihan desain dari Dekranas, saya berani menggabungkan motif tradisional dengan gaya minimalis. Ternyata hasilnya luar biasa,”
tutur Suartini haru. Kisah serupa datang dari Abdul Haris, perajin anyaman purun asal Kalimantan Selatan yang kini mempekerjakan 40 ibu rumah tangga di desanya. “Ini bukti bahwa kerajinan bukan hanya soal benda, tapi soal pemberdayaan manusia,” imbuh Selvi saat menyerahkan piagam.

Menatap Masa Depan: Kolaborasi Lintas Kementerian

Acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekranas dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, serta beberapa platform e-commerce nasional. Ruang lingkup kerja sama meliputi promosi wisata belanja kerajinan, fasilitasi ekspor digital, dan pelatihan manajemen usaha. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, yang hadir secara virtual, menyampaikan dukungannya. “Saya menargetkan 50 desa wisata baru berbasis kerajinan tahun ini. Dekranas adalah mitra kunci untuk mewujudkannya,” katanya.

Selvi menutup rangkaian syukuran dengan ajakan yang membakar semangat. “Saya ingin setiap perajin bangga menggunakan karyanya sendiri, menjualnya ke dunia tanpa rasa minder. Mari kita jadikan kerajinan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri, raja di negara orang,” serunya disambut tepuk tangan gemuruh. Panggung ditutup dengan alunan musik tradisional kolaborasi gamelan dan jazz, menandai dimulainya langkah baru Dekranas yang lebih modern, inklusif, dan mendunia.

[SOCIAL_TWEET]: Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming resmi buka puncak syukuran HUT ke-46 dengan pameran 200 stan, peluncuran platform #DekraMarket, dan penghargaan perajin inspiratif. Saatnya kerajinan Indonesia mendunia! #Dekranas46 #KriyaNusantara[SOCIAL_TG]: 🎉 Puncak syukuran HUT ke-46 Dekranas resmi dibuka! Selvi Gibran Rakabuming luncurkan platform digital, beri penghargaan perajin, dan pamerkan karya Nusantara. Yuk dukung kerajinan lokal! 🇮🇩✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User