Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat bergerak cepat dalam menangani tragedi maritim tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo 8. Langkah penanganan medis mendalam diawali dengan pengumpulan data ante-mortem serta pengambilan sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) dari 13 keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi jenazah yang berhasil dievakuasi dari laut.
Penyelidikan atas musibah tenggelamnya KM Virgo 8 terus dilakukan secara intensif. Di tengah operasi pencarian dan pertolongan yang digelar tim SAR gabungan, posko DVI Biddokkes Polda Jabar menjadi titik krusial bagi keluarga korban yang menunggu kepastian. Proses identifikasi medis ini menuntut ketelitian tinggi, mengingat kondisi fisik jenazah akibat paparan air laut yang cukup lama dapat menyulitkan pengenalan secara visual.
Kronologi dan Prosedur Pengambilan Data Ante-Mortem
Prosedur pengumpulan data medis dan biometrik dijalankan secara sistematis oleh tim dokter kepolisian. Penyelidikan medis difokuskan pada pengumpulan data primer dan sekunder dari para kerabat kandung korban dengan urutan sebagai berikut:
- Pendataan Identitas Biometrik Utama: Petugas mengumpulkan dokumen pendukung seperti rekaman sidik jari dokumen kependudukan, catatan medis perawatan gigi (dental record), dan riwayat medis korban semasa hidup.
- Wawancara Ciri Khusus Sekunder: Tim DVI mewawancarai pihak keluarga untuk mencatat pakaian terakhir yang digunakan, barang bawaan, perhiasan, tanda lahir, tahi lalat, hingga riwayat bekas luka atau operasi.
- Pengambilan Sampel Biologi (Buccal Swab): Petugas medis melakukan pengambilan sampel usapan mukosa pipi bagian dalam atau sampel darah dari 13 keluarga inti (orang tua, anak, atau saudara kandung) guna pencocokan profil DNA.
Pihak Polda Jabar menegaskan bahwa proses pengambilan data biometrik ini merupakan fondasi utama agar identifikasi korban yang dievakuasi tidak mengalami kesalahan atau tertukar.
"Kami menugaskan tim DVI dari Biddokkes Polda Jabar untuk melakukan pendampingan sekaligus pengambilan sampel DNA dari 13 keluarga korban KM Virgo 8. Langkah scientific identification ini penting dilakukan untuk memastikan keakuratan identitas setiap jenazah yang ditemukan," ujar perwakilan Polda Jabar dalam keterangannya.
Fokus Penyelidikan dan Penanganan Dampak Musibah
Selain fokus pada identifikasi fisik, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jabar bersama instansi maritim terkait masih terus menyelidiki penyebab utama kecelakaan KM Virgo 8. Dugaan sementara mengarah pada hempasan gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan yang memicu kebocoran pada lambung kapal.
Polda Jabar juga mengerahkan tim pelayanan psikologi untuk memberikan trauma healing kepada anggota keluarga yang mengalami guncangan emosional saat menunggu proses identifikasi.
- Jumlah Keluarga Terdata: 13 keluarga korban resmi menyerahkan data ante-mortem dan sampel DNA.
- Pelaksana Lapangan: Tim DVI Biddokkes Polda Jabar berkolaborasi dengan Dokkes Polres setempat.
- Fokus Identifikasi: Pencocokan data DNA post-mortem dan ante-mortem serta pencatatan medis gigi.
Polda Jabar meminta masyarakat atau pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam pelayaran KM Virgo 8 untuk segera melapor ke Posko DVI terdekat. Keakuratan data sangat krusial demi memberikan kepastian hukum dan penghormatan terakhir bagi para korban tragedi tersebut.
Comments (0)