Pertamina Ungkap Sebab Antrean BBM di Medan
Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan resmi. PT Pertamina (Per...
Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan resmi. PT Pertamina (Persero) memberikan klarifikasi terkait dinamika distribusi yang memicu peningkatan aktivitas pembelian oleh masyarakat. Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan kelangkaan pasokan, namun perusahaan memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman.
Gangguan Distribusi di Jalur Utama
Berdasarkan pemantauan Pertamina, penyebab utama antrean adalah terhambatnya pasokan dari Terminal BBM (TBBM) ke SPBU akibat sejumlah faktor eksternal. Sejak akhir pekan lalu, jalur distribusi di beberapa ruas jalan arteri di sekitar Medan tergerus proyek infrastruktur yang berimbas pada waktu tempuh mobil tangki. General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengonfirmasi bahwa rata-rata waktu pengiriman ke SPBU di lingkar Medan bertambah sekitar 45 menit dari kondisi normal. Dengan asumsi satu mobil tangki berkapasitas 16–24 kiloliter, keterlambatan tersebut langsung berdampak pada ketersediaan di nozzle pompa pada jam sibuk.
Selain itu, pergeseran pola konsumsi juga berkontribusi. Libur panjang yang baru berakhir memicu lonjakan mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik, sehingga volume penyaluran BBM di Medan naik sekitar 12% secara harian dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan volume ini menekan ritme replenishment stok di tangki pendam SPBU, terutama untuk produk Gasoline RON 90 dan Gasoil yang menjadi andalan konsumen.
Spekulasi Harga dan Perilaku Borong
Di sisi lain, munculnya informasi yang tidak terverifikasi mengenai potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi turut memperkeruh suasana. Isu yang menyebar melalui media sosial dan grup percakapan ini memicu aksi borong (panic buying) di kalangan pengguna roda empat dan roda dua. Data penjualan dari 15 SPBU contoh di Medan mencatat lonjakan transaksi harian hingga 30% pada dua hari terakhir, sementara volume penjualan per transaksi naik rata-rata dari 20 liter menjadi 35 liter. Fenomena ini menciptakan efek berantai: pompa lebih cepat kosong, lalu masyarakat yang melihat antrean turut ikut mengisi padahal tangki mereka sebenarnya masih cukup penuh.
Pertamina menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan perubahan harga untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada spekulasi liar dan tetap mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan," ujar pejabat Pertamina dalam rilis tertulisnya, dikutip pada Selasa (12/11). Manajemen juga memperkuat komunikasi dengan dinas terkait untuk menangkal penyebaran isu tersebut.
Langkah Percepatan dan Penebalan Stok
Untuk memulihkan situasi, Pertamina telah mengoperasikan tambahan 10 unit mobil tangki khusus untuk wilayah Medan dan membuka akses pengiriman via jalur alternatif yang selama ini jarang digunakan. TBBM terdekat juga meningkatkan jam operasi bongkar muat menjadi 24 jam penuh guna mengurangi lead time. "Kami telah menebalkan stok hingga mencapai cakupan hari (cover days) di atas rata-rata nasional, yaitu sekitar 5,5 hari untuk gasoline dan 7 hari untuk gasoil," jelas tim supply and distribution.
Selain itu, pemantauan stok secara real-time melalui sistem digital diuji coba secara intensif untuk memprediksi pergerakan konsumsi harian. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengurai titik-titik antrean yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kepada para pengelola SPBU diinstruksikan untuk membatasi pembelian per transaksi secara temporer pada jam rawan guna mempercepat perputaran antrean.
Proyeksi Segera Normal
Dengan serangkaian intervensi tersebut, Pertamina memperkirakan kondisi antrean akan berangsur normal dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli BBM secara berlebihan dan mendukung upaya percepatan distribusi. Tim pemantau akan terus menyiagakan pasokan selama 24 jam penuh agar kepercayaan publik pulih dan kebutuhan energi harian terpenuhi tanpa hambatan.
Comments (0)