Oct 10, 2026
Bisnis

Pertamina Dorong 38 UMKM Binaan Tembus Pasar INACRAFT 2026

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah per awal 2026, sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerj...

Pertamina Dorong 38 UMKM Binaan Tembus Pasar INACRAFT 2026

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah per awal 2026, sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Dalam konteks itu, keikutsertaan 38 UMKM binaan Pertamina pada pameran kerajinan INACRAFT 2026 di Jakarta menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, bukan sekadar ajang pameran seremonial. Pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center ini mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan pembeli domestik maupun mancanegara, sehingga membuka peluang ekspansi jaringan pelanggan secara langsung.

Momentum Pemulihan Sektor Kriya dan Konsumsi Rumah Tangga

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 berada di kisaran 5,0 persen year-on-year, ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh sekitar 4,9 persen. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bertahan di zona optimistis, di atas angka 120 pada periode yang sama. Angka-angka ini menjadi fondasi penting bagi sektor kerajinan, yang secara historis sangat sensitif terhadap sentimen pasar domestik dan daya beli kelas menengah.

Di satu sisi, kehadiran 38 UMKM binaan dalam pameran berskala internasional ini memperkuat tren hilirisasi produk lokal. Kolaborasi antara perusahaan milik negara dan pelaku usaha kecil menciptakan efek berganda berupa transfer pengetahuan, peningkatan standar kualitas, dan akses pembiayaan yang lebih terstruktur. Nilai transaksi yang dihasilkan dari pameran semacam ini, menurut pola tahun-tahun sebelumnya, dapat mencapai miliaran rupiah bagi peserta yang mampu menembus pembeli grosir dan eksportir.

Pro dan Kontra: Antara Pemberdayaan dan Ketergantungan

Pro: Program pembinaan UMKM oleh korporasi besar terbukti meningkatkan kapasitas pelaku usaha. UMKM yang mengikuti pendampingan intensif umumnya mencatat kenaikan omzet 20 hingga 40 persen dalam satu tahun, terutama karena akses pasar yang lebih luas dan perbaikan kemasan serta legalitas produk. Keikutsertaan dalam INACRAFT juga membuka pintu ekspor, dengan pembeli dari Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah yang rutin hadir.

Kontra: Beberapa pengamat menilai model pemberdayaan yang bergantung pada korporasi besar berisiko menciptakan ketergantungan struktural. UMKM yang terlalu terikat pada satu pembina bisa kesulitan mandiri ketika program berakhir. Selain itu, skalabilitas terbatas jika tidak diikuti penguatan akses permodalan formal dan infrastruktur logistik yang merata.

"Pemberdayaan UMKM harus berorientasi jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Yang terpenting adalah keberlanjutan pasar setelah pameran usai," demikian pandangan yang kerap disampaikan kalangan ekonom pembangunan mengenai program pembinaan korporasi.

Proyeksi dan Tantangan Fundamental

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit UMKM pada 2026 berada di kisaran 7 hingga 9 persen year-on-year, lebih tinggi dibanding realisasi 2025. Likuiditas perbankan yang memadai dan insentif kebijakan menjadi faktor pendukung. Namun, capital outflow yang berpotensi terjadi akibat dinamika suku bunga global dapat menekan nilai tukar dan biaya impor bahan baku, yang pada akhirnya memengaruhi margin UMKM.

Dari sisi valuasi usaha, UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor umumnya memiliki rasio pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil. Portofolio produk kerajinan Indonesia juga dinilai memiliki fundamental kuat karena berbasis kearifan lokal dan bahan baku domestik, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Kesimpulannya, langkah membawa 38 UMKM ke pameran INACRAFT 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat fundamental sektor usaha mikro di tengah ketidakpastian global. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari nilai transaksi selama pameran, tetapi dari kemampuan UMKM mempertahankan tren pertumbuhan setelahnya. Sentimen pasar yang positif perlu dijaga dengan pendampingan berkelanjutan, akses pembiayaan, dan penguatan jaringan distribusi agar dampaknya terasa hingga level paling bawah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User