Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry: Alasan Pribadi

Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI). Perry Warjiyo resmi menyatakan mundur dari posisinya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Keputusan ini disampaikan secara sukarela dengan alas...

Jul 28, 2026 - 09:52
0 0
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry: Alasan Pribadi

Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI). Perry Warjiyo resmi menyatakan mundur dari posisinya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Keputusan ini disampaikan secara sukarela dengan alasan yang bersifat pribadi, berlaku efektif mulai 25 Juli 2026. Konfirmasi tersebut datang dari Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.

Destry dalam keterangannya yang disampaikan melalui siaran pers, mengatakan bahwa pengunduran diri tersebut telah disetujui oleh pihak yang berwenang. "Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri secara sukarela dengan alasan pribadi. Mulai 25 Juli 2026, beliau tidak lagi menjabat sebagai Gubernur BI," ujar Destry. Namun, detail tentang alasan pribadi tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut, sehingga menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi.

Jejak Kepemimpinan dan Profil Singkat

Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan gelar doktor dari Iowa State University, Amerika Serikat. Kariernya di BI dimulai sejak 1984, meniti jabatan dari staf penelitian hingga menjadi Deputi Gubernur Senior. Sebelum kembali ke BI, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 13 negara Asia Tenggara.

Warjiyo pertama kali dilantik sebagai Gubernur BI pada 24 Mei 2018, menggantikan Agus Martowardojo. Kemudian ia kembali dikukuhkan untuk masa jabatan kedua pada tahun 2023. Selama kepemimpinannya, BI dihadapkan pada berbagai tantangan besar, termasuk pandemi COVID-19 yang memaksa bank sentral mengambil kebijakan ultra-longgar melalui penurunan suku bunga dan pembelian obligasi pemerintah di pasar perdana. Di bawah komandonya, BI juga memperkenalkan sejumlah inovasi seperti QRIS dan digitalisasi sistem pembayaran.

Sebelum menjadi Gubernur, Warjiyo dikenal sebagai arsitek kebijakan bauran (policy mix) yang mengintegrasikan pengelolaan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan yang diambilnya.

Prosedur Hukum dan Kekosongan Jabatan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah beberapa kali diubah, Gubernur BI diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk masa jabatan lima tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan. Pengunduran diri secara sukarela di tengah masa jabatan merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Surat pengunduran diri Warjiyo dilaporkan telah diajukan langsung kepada Presiden.

Ketika jabatan Gubernur lowong, UU mengamanatkan bahwa Deputi Gubernur Senior akan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI hingga Presiden menunjuk dan melantik gubernur definitif yang mendapat persetujuan DPR. Dengan demikian, Destry Damayanti secara otomatis mengambil alih kendali bank sentral untuk sementara waktu. Proses seleksi calon pengganti permanen diperkirakan akan segera dilakukan untuk menghindari ketidakpastian yang berkepanjangan.

Reaksi Pasar dan Kekhawatiran Investor

Pengunduran diri yang mendadak ini sontak memicu respon dari pasar keuangan. Rupiah sempat mengalami pelemahan tipis pada pembukaan perdagangan setelah pengumuman, namun kemudian kembali stabil setelah pelaku pasar mencerna bahwa keputusan tersebut bukan karena tekanan politik atau masalah fundamental bank sentral. Analis menilai bahwa kepergian Warjiyo di tengah jalan berpotensi memunculkan ketidakpastian jangka pendek, terutama terkait arah kebijakan moneter ke depan.

"Investor asing biasanya sensitif terhadap pergantian pimpinan bank sentral, apalagi jika dilakukan di luar siklus normal. Namun, jika transisi berjalan mulus dan pejabat yang menggantikan memiliki kredibilitas tinggi, maka tekanan bisa mereda," kata seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya. Kekhawatiran akan potensi capital outflow juga menjadi sorotan, mengingat posisi rupiah yang masih rentan terhadap sentimen global dan ketidakpastian eksternal.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama juga sempat tertekan, tetapi mayoritas saham perbankan dan sektor keuangan masih bergerak mixed. Pelaku pasar kini menunggu kepastian siapa pengganti definitif dan apakah ada perubahan dalam bauran kebijakan moneter ke depan.

Masa Depan Kebijakan Moneter dan Siapa Pengganti

Kepergian Warjiyo tidak serta-merta mengubah kerangka kebijakan BI yang telah tertuang dalam bauran kebijakan. Namun, arah kebijakan ke depan sangat bergantung pada visi gubernur definitif yang akan dipilih. Pemerintah dan DPR diharapkan segera melakukan proses seleksi untuk mengisi kekosongan ini agar tidak mengganggu koordinasi fiskal dan moneter yang selama ini terjalin erat.

Destry Damayanti, yang kini menjadi Plt. Gubernur, bukanlah sosok baru. Ia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada periode 2019-2024 dengan pengalaman di bidang moneter, stabilitas sistem keuangan, dan riset. Pasar diyakini akan mengamati dengan cermat setiap langkahnya dalam beberapa pekan ke depan, terutama menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang akan menentukan arah suku bunga acuan.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Presiden atau Kementerian Keuangan terkait pengunduran diri tersebut. Analis memperkirakan bahwa nama-nama calon pengganti akan segera muncul ke publik, termasuk kemungkinan tokoh internal BI seperti Destry sendiri atau figur dari eksternal yang memiliki rekam jejak di bidang ekonomi makro.

Dengan mundurnya Perry Warjiyo, bank sentral Indonesia memasuki babak baru di tengah pemulihan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Tantangan menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta memelihara kepercayaan investor kini berada di pundak pimpinan yang akan datang. Masyarakat dan pelaku pasar menantikan langkah kongkret BI pasca transisi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User