Sep 16, 2026
Nasional

Pemkot Kupang Gandeng Bank Mandiri Taspen Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menjalin kemitraan strategis dengan Bank Mandiri Taspen guna mempercepat transformasi dig

Pemkot Kupang Gandeng Bank Mandiri Taspen Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menjalin kemitraan strategis dengan Bank Mandiri Taspen guna mempercepat transformasi digitalisasi sistem transaksi di pasar-pasar tradisional. Langkah ini diambil sebagai respons atas lambatnya penetrasi inklusi keuangan digital serta urgensi menutup celah kebocoran retribusi daerah yang selama ini masih dikelola secara konvensional.

Kerja sama lintas sektor ini memfokuskan integrasi layanan perbankan digital langsung ke lapak-lapak pedagang rakyat. Melalui skema terpadu, ekosistem pasar di ibu kota provinsi NTT tersebut didorong meninggalkan uang tunai beralih ke transaksi berbasis kode respons cepat (QRIS) dan pencatatan perbankan modern.

Kronologi dan Langkah Penetrasi Digitalisasi Pasar

Investigasi atas kesiapan infrastruktur dan alur implementasi digitalisasi ini menunjukkan rancangan tahapan kerja sama yang dibagi dalam beberapa fase terukur:

  1. Fase Inisiasi dan Pemetaan Ekosistem: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang bersama otoritas perbankan melakukan pendataan menyeluruh terhadap ribuan pedagang aktif di sejumlah sentra ekonomi, termasuk Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oebobo.
  2. Fase Penyediaan Infrastruktur Finansial: Bank Mandiri Taspen membuka loket asistensi khusus untuk memfasilitasi pembukaan rekening tabungan digital dan penerbitan merchant QRIS tanpa membebani biaya administrasi awal bagi pedagang mikro.
  3. Fase Sosialisasi dan Pendampingan Lapangan: Petugas pendamping perbankan dan aparat dinas diterjunkan langsung ke lorong-lorong pasar guna memberikan edukasi mengenai keamanan bertransaksi nontunai serta manajemen kas berbasis digital.
  4. Fase Integrasi Penarikan Retribusi: Sistem pembayaran pedagang dihubungkan langsung ke kas daerah untuk memastikan seluruh setoran sewa tempat, kebersihan, dan keamanan pasar tercatat secara riil (real-time).
"Digitalisasi pasar bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen transparansi. Kerja sama dengan Bank Mandiri Taspen bertujuan memastikan perputaran modal pedagang kecil tercatat rapi sekaligus meningkatkan efisiensi pendapatan asli daerah tanpa ada dana yang tercecer," tegas pejabat Pemkot Kupang dalam keterangannya.

Dampak Ekonomi dan Integrasi Sistem Retribusi Daerah

Pengalihan model pembayaran di pasar tradisional Kota Kupang membawa implikasi struktural yang cukup luas bagi ekosistem niaga lokal. Berdasarkan kalkulasi ekonomi daerah, program digitalisasi ini ditargetkan menyentuh sejumlah poin krusial:

  • Pemberantasan Pungutan Liar: Pembayaran retribusi berbasis digital memutus kontak tunai antara juru pungut dan pedagang, menekan potensi penyimpangan dana di tingkat lapangan.
  • Penciptaan Rekam Jejak Finansial (Credit Profiling): Transaksi digital memungkinkan pedagang mikro memiliki riwayat keuangan resmi yang valid, mempermudah mereka mengakses fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) tanpa terjerat rentenir.
  • Peningkatan Kecepatan Sirkulasi Kas: Pedagang tidak lagi terbebani penyediaan uang kembalian atau risiko menerima uang palsu yang kerap beredar di tengah keramaian pasar basah.

Langkah Pemkot Kupang bersama Bank Mandiri Taspen ini menjadi preseden penguatan fondasi ekonomi digital di wilayah kepulauan NTT. Keberhasilan program percontohan di pasar-pasar utama Kota Kupang diproyeksikan bakal menjadi model replikasi bagi kabupaten lain di NTT dalam memodernisasi tata kelola perdagangan tradisional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User