Pemkab Jayawijaya Dorong Olahan Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomis
WAMENA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mendorong masyarakatnya mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomis guna meningkatkan penda
WAMENA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mendorong masyarakatnya mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomis guna meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dorongan tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengolahan buah segar, aneka keripik, dan kue yang digelar Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Shekina Wamena bidang agroindustri pada Kamis (20/8/2026).
Staf Ahli Bupati Jayawijaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Natalis Mumpo, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru. Ia menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan pelatihan di Wamena.
"Kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat di Jayawijaya," kata Natalis Mumpo.
Kronologi Pelatihan
Pelatihan pengolahan hasil pertanian di Jayawijaya berlangsung dalam beberapa tahap. Berikut rangkaian kegiatannya:
- Pemkab Jayawijaya melalui BLKK Shekina Wamena menyiapkan program pelatihan bidang agroindustri dengan fokus pengolahan buah segar, aneka keripik, dan kue.
- Masyarakat, khususnya pelaku usaha dan kelompok tani, didaftarkan sebagai peserta pelatihan.
- Pelatihan resmi digelar pada Kamis (20/8/2026) dan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Jayawijaya, Natalis Mumpo.
- Peserta dibekali keterampilan mengolah bahan baku pertanian menjadi produk jadi, dilanjutkan dengan pendampingan pengemasan dan pemasaran.
Mengapa Olahan Pertanian Penting
Menurut Natalis, Jayawijaya memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang besar. Namun, melimpahnya hasil panen dapat menyebabkan harga komoditas menurun. Di sisi lain, sejumlah hasil pertanian seperti buah segar memiliki daya tahan yang terbatas sehingga berisiko terbuang apabila tidak segera dipasarkan atau diolah.
"Melalui pelatihan ini, kita ingin mengubah buah segar yang mudah rusak menjadi produk olahan yang tahan lama, kreatif, dan memiliki nilai ekonomi tinggi," ujar Mumpo.
Persoalan buah segar yang cepat rusak memang menjadi tantangan klasik di daerah pegunungan seperti Jayawijaya. Akses transportasi dan jarak tempuh menuju pusat pasar sering kali membuat hasil panen tidak dapat dipasarkan dalam keadaan segar. Karena itu, pengolahan menjadi keripik, kue, atau produk lain menjadi solusi agar hasil panen tidak terbuang percuma dan tetap memiliki nilai jual.
Target dan Harapan
Natalis meminta para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Menurutnya, kemampuan mengolah produk harus diikuti dengan pengetahuan mengenai pengemasan dan pemasaran agar hasil produksi memiliki daya saing dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat, produk olahan khas Jayawijaya diharapkan mampu menembus pasar lokal, regional, bahkan nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi alam.
Para peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kampung di Kabupaten Jayawijaya. Mereka terdiri atas ibu rumah tangga, petani, serta pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghasilan utama. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mengingat keterampilan mengolah hasil pertanian dinilai mampu membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.
Pemkab Jayawijaya berkomitmen melanjutkan program serupa secara berkelanjutan. Selain pelatihan, pemerintah juga mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan kemitraan dengan sektor swasta agar produk olahan masyarakat memiliki kepastian pasar. Dengan begitu, kesejahteraan petani dan keluarga di Jayawijaya diharapkan meningkat seiring berkembangnya UMKM setempat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi. Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah, melainkan mampu menciptakan produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar.
[SOCIAL_TWEET]: Pemkab Jayawijaya dorong masyarakat olah hasil pertanian jadi produk bernilai ekonomis lewat pelatihan BLKK Shekina Wamena. Target: lahirkan wirausahawan baru dan naikkan pendapatan keluarga. #Jayawijaya #UMKM #Papua[SOCIAL_TG]: 📢 Pemkab Jayawijaya gelar pelatihan olah hasil pertanian bersama BLKK Shekina Wamena. Buah segar yang mudah rusak diubah jadi keripik dan kue bernilai ekonomi tinggi. Target: lahir wirausahawan baru dan UMKM makin kuat.2/4 Pelatihan fokus pada pengolahan buah segar, aneka keripik, dan kue agar hasil panen tidak terbuang. 3/4 Natalis Mumpo: buah segar mudah rusak, perlu diubah jadi produk tahan lama dan bernilai ekonomi tinggi. 4/4 Targetnya melahirkan wirausahawan baru, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat UMKM Jayawijaya. #Jayawijaya #UMKM
Comments (0)