London — Menteri Kesetaraan Inggris Sebut Rasisme dan Seksisme Kini Normal
London — Dua persoalan besar mewarnai panggung politik Inggris pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pemerintah berencana melibatkan Badan Kejahatan Nasional (Natio
London — Dua persoalan besar mewarnai panggung politik Inggris pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pemerintah berencana melibatkan Badan Kejahatan Nasional (National Crime Agency/NCA) untuk membongkar jaringan di balik pembuangan sampah ilegal atau fly-tipping, sementara Menteri Kesetaraan Bridget Phillipson memperingatkan bahwa rasisme dan seksisme telah dinormalisasi di tengah masyarakat Inggris.
Pernyataan-pernyataan ini muncul dalam sehari yang sibuk di Westminster, ketika para politisi dari berbagai kubu saling melontarkan kritik soal penegakan hukum, pendanaan pendidikan, hingga perlindungan terhadap perempuan dan anak perempuan.
Kronologi Perkembangan Politik Inggris Hari Ini
Berikut urutan peristiwa penting yang terjadi sepanjang hari:
- Pagi hari — Wali Kota Manchester Andy Burnham menyatakan para pelaku pembuangan sampah ilegal akan dipaksa membayar sendiri biaya pembersihan lokasi yang mereka kotori.
- Siang hari — Wakil Ketua Reform UK Richard Tice mengkritik kebijakan pinjaman mahasiswa, termasuk usulan menghentikan akses pinjaman bagi mahasiswa asing.
- Sore hari — Menteri Kesetaraan Bridget Phillipson menyampaikan peringatan keras tentang normalisasi rasisme dan seksisme di Inggris.
Burnham: Pembuang Sampah Ilegal Wajib Bayar Biaya Pembersihan
Wali Kota Manchester, Andy Burnham, menjadi sorotan setelah menegaskan bahwa para pembuang sampah ilegal akan bertanggung jawab penuh atas biaya pembersihan. Ia menyebut Perdana Menteri berencana mendatangkan National Crime Agency untuk memburu jaringan atau geng di balik praktik pembuangan sampah liar yang mencemari jalan-jalan dan lahan publik.
Langkah ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya keluhan warga soal tumpukan sampah yang dibuang sembarangan, yang selama ini membebani anggaran pemerintah daerah. Dengan melibatkan lembaga penegak hukum tingkat nasional, pemerintah berharap pelaku tidak hanya dikenai denda, tetapi juga dipaksa memulihkan lingkungan yang rusak.
Tice: Banyak Program Studi "Tidak Bernilai"
Di sisi lain, Wakil Ketua Reform UK Richard Tice menanggapi pertanyaan wartawan tentang pendanaan skema pinjaman mahasiswa, khususnya usulan menghentikan akses pinjaman bagi mahasiswa asing. Tice menegaskan bahwa uang tetaplah uang, apa pun sumbernya.
"Cash is cash. Apakah Anda menganggapnya sebagai uang tunai positif dalam neraca atau rekening bank, atau apakah Anda meminjamnya, itu tetap uang. Sebagaimana disampaikan Suella dengan tepat, jumlah uang yang mengalir ke pinjaman mahasiswa semuanya adalah uang pemerintah, dan pemerintah ini meminjam dalam jumlah besar," ujar Tice.
Tice juga kembali menyerang apa yang ia sebut "kursus Mickey Mouse", seperti kajian gender dan kajian lapangan golf, yang menurutnya tidak memberikan nilai bagi lulusan.
"Nilai yang dihasilkan oleh pinjaman mahasiswa bukanlah seperti yang seharusnya. Saya tahu ini mungkin terasa tidak nyaman bagi mereka yang memiliki kualifikasi itu, tetapi kenyataannya Anda harus bertanya pada diri sendiri: bagaimana hasil lulusan Anda?" kata Tice.
Phillipson: Media Sosial dan Politisi Memicu Kebencian
Pernyataan paling mencuri perhatian datang dari Menteri Kesetaraan Bridget Phillipson. Dalam wawancara eksklusif, ia menyatakan bahwa rasisme dan seksisme telah menjadi hal yang dinormalisasi di Inggris. Ia mengaku semakin khawatir dengan maraknya misogini dan rasisme yang dipicu interaksi daring serta pernyataan para politisi yang, menurutnya, beberapa tahun lalu tidak akan dapat diterima.
Phillipson juga menyoroti peran media sosial yang ia sebut sebagai "lubang sampah" (cesspit) yang menjerumuskan anak muda, terutama pria muda, ke dalam misogini yang keras. Ia menilai polisi belum menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan dengan serius, sebuah kegagalan yang menurutnya memperburuk situasi.
Beberapa poin penting dari pernyataan Phillipson:
- Rasisme dan seksisme kini dianggap biasa di Inggris, sesuatu yang seharusnya tidak dapat diterima.
- Media sosial menjadi "lubang sampah" yang menjerumuskan pria muda ke dalam misogini.
- Pernyataan politikus ikut memicu kebencian di tengah masyarakat.
- Polisi dinilai belum serius menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dampak dan Respons Publik
Kombinasi kedua isu ini menunjukkan tekanan yang dihadapi pemerintahan saat ini, mulai dari penegakan hukum lingkungan hingga pendidikan dan kesetaraan gender. Publik menunggu langkah konkret pemerintah menyusul berbagai pernyataan tersebut, termasuk detail rencana pelibatan NCA dan revisi kebijakan pinjaman mahasiswa.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Dalam Negeri terkait kritik Tice dan tudingan Phillipson terhadap kepolisian. Namun, diskursus yang berkembang hari ini dipastikan akan mewarnai perdebatan politik Inggris dalam pekan-pekan mendatang.
[SOCIAL_TWEET]: Menteri Kesetaraan Inggris: rasisme & seksisme kini normal! Burnham juga ancam pembuang sampah ilegal bayar biaya pembersihan. #UKPolitics #Kesetaraan[SOCIAL_TG]: BREAKING — Rasisme dan seksisme telah dinormalisasi di Inggris, kata Menteri Kesetaraan Bridget Phillipson. Simak rangkuman lengkap politik Inggris hari ini di sini.
Comments (0)