Peluang Delisting Waskita, Danantara Soroti Penyehatan Fundamental

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Agustus 2026, saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar setelah bursa membuka peluang penghapusan pencata...

Aug 21, 2026 - 12:50
0 0
Peluang Delisting Waskita, Danantara Soroti Penyehatan Fundamental

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Agustus 2026, saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar setelah bursa membuka peluang penghapusan pencatatan atau delisting terhadap emiten konstruksi pelat merah tersebut. Harga saham WSKT tercatat bergerak di kisaran level yang sangat rendah, jauh menyusut dibandingkan periode kejayaannya lebih dari satu dekade lalu, seiring tren fundamental perusahaan yang terus mengalami penurunan. Laporan keuangan beberapa tahun terakhir menunjukkan beban utang yang masih tebal dan kinerja pendapatan yang terkoreksi year-on-year, meskipun berbagai program restrukturisasi telah dijalankan sejak awal dekade ini. Sentimen pasar terhadap saham ini pun tetap rapuh, tercermin dari volume transaksi yang cenderung tipis dan pergerakan yang tertinggal jauh dari indeks harga saham gabungan (IHSG), yang pada periode sama justru menunjukkan tren penguatan.

Menanggapi situasi tersebut, Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa prioritas utama bukan sekadar mempertahankan status pencatatan saham di bursa, melainkan menuntaskan penyehatan fundamental perusahaan BUMN itu hingga tuntas. Pernyataan ini menjadi sinyal penting, karena selama ini isu delisting kerap menjadi salah satu pemicu tekanan jual pada saham WSKT di pasar reguler. Bagi Danantara, yang kini membawahi sejumlah BUMN strategis, keputusan atas nasib pencatatan saham harus diletakkan dalam kerangka jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap fluktuasi harga sesaat.

Fundamental Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Utama

Aturan penghapusan pencatatan di BEI umumnya mengacu pada kondisi keuangan dan aktivitas perdagangan, misalnya akumulasi kerugian yang berlarut, ekuitas yang tergerus, hingga harga saham yang bertahan lama di bawah ambang batas tertentu. Pada kasus WSKT, persoalan utamanya bukan semata volatilitas harga, melainkan fundamental yang belum sepenuhnya pulih setelah bertahun-tahun menanggung dampak pembengkakan biaya proyek dan tingginya biaya bunga. Pemerintah telah berulang kali menyalurkan penyertaan modal negara dan skema restrukturisasi, namun pemulihan berjalan bertahap dan belum terlihat di seluruh lini bisnis.

Indikator seperti rasio utang terhadap ekuitas dan kemampuan membayar bunga masih menjadi catatan utama bagi analis. Dony menilai, selama persoalan fundamental belum beres, status tercatat di bursa hanyalah formalitas yang tidak banyak membantu perusahaan memperoleh pendanaan murah. Logikanya sederhana: investor institusi akan kembali percaya ketika neraca perusahaan sehat, bukan ketika sahamnya sekadar tetap diperdagangkan. Pandangan ini sejalan dengan pendekatan Danantara yang menekankan perbaikan tata kelola dan efisiensi operasional sebelum berbicara soal ekspansi maupun pendanaan baru.

Dua Sisi Skenario Delisting

Di satu sisi, penghapusan pencatatan dapat memberi ruang bagi perusahaan untuk bernapas. Beban kepatuhan terhadap aturan bursa berkurang, sorotan media dan tekanan sentimen pasar mereda, sehingga manajemen bisa fokus pada restrukturisasi tanpa gangguan volatilitas harga harian. Pemegang saham jangka panjang yang menempatkan WSKT sebagai bagian dari portofolio strategis justru bisa melihat skenario ini sebagai kesempatan mempercepat penyehatan tanpa distraksi pergerakan harga di pasar.

Di sisi lain, skenario delisting menyimpan risiko yang tidak kecil. Likuiditas saham akan hilang, investor ritel yang masih memegang saham bisa kesulitan menemukan pasar, dan akses perusahaan ke pasar modal untuk rights issue atau instrumen utang menjadi tertutup. Lebih jauh, kekhawatiran capital outflow dari investor asing yang selama ini menahan posisi bisa kembali menguat, mengingat WSKT pernah menjadi salah satu saham konstruksi yang ramai diperdagangkan. Nilai perusahaan juga menjadi kurang transparan karena tidak ada lagi harga pasar harian yang merefleksikan valuasi secara objektif.

Proyeksi dan Agenda Penyehatan ke Depan

Ke depan, nasib WSKT sangat bergantung pada kecepatan eksekusi agenda penyehatan. Jika restrukturisasi utang, divestasi aset non-inti, dan perbaikan arus kas berjalan sesuai target, peluang perusahaan mempertahankan pencatatan tetap terbuka. Sebaliknya, jika indikator keuangan masih memburuk hingga melanggar ketentuan bursa, opsi delisting menjadi keniscayaan yang harus dihadapi para pemegang saham.

Dony menegaskan bahwa Danantara akan mendorong penyehatan secara menyeluruh, termasuk evaluasi portofolio bisnis dan efisiensi biaya, dengan target jangka menengah yang terukur. Namun, para analis mengingatkan bahwa keberhasilan penyehatan tidak bisa dinilai dari satu kuartal saja; dibutuhkan konsistensi setidaknya dua hingga tiga tahun untuk melihat perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Investor disarankan mencermati perkembangan laporan keuangan dan kebijakan bursa secara berkala, karena keputusan akhir tetap berada di tangan regulator dan pemegang saham.

Terlepas dari skenario mana yang terjadi, kasus WSKT menjadi pengingat bahwa status tercatat di bursa bukan jaminan kelangsungan usaha. Fundamental yang sehat, likuiditas yang terjaga, dan tata kelola yang baik adalah tiga pilar yang sesungguhnya menentukan kepercayaan pasar dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User