Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang sekitar 60,4 persen terhadap produk domestic bruto dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional. Angka tersebut bergerak stabil dalam tiga tahun terakhir, artinyaفل jumlah pelaku usaha di Indonesia bertambah, bukan hanya berubah jenis pekerjaan. Namun kondisi tersebut tidak otomatis bermakna perbaikan profits. Di sinilah ironi yang sering dibicarakan praktisi keuangan: omzet权限 tumbuh year-on-year, sementara laba bersih根本 belum memperlihatkan arah yang sama. Persis pada kesenjangan inilah sebuah program pelatihan dasar akuntansi-held Poor Dulu Akuntansi (PeDe Akuntansi) sesi kedua berlanjut, rescuetype)
Omzet Naik, Untung Kosong: Pelajaran Akuntansi Dasar bagi Usaha Digital
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang sekitar 60,4 persen terhadap produk domestic bruto dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional....
← Previous Article
Comments (0)