Sep 16, 2026
Nasional

NEW DELHI — Prabowo Siap Suarakan Inklusivitas Global di KTT BRICS

Langit New Delhi diselimuti atmosfer diplomasi tingkat tinggi saat para pemimpin dunia berkumpul untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18. Di teng

NEW DELHI — Prabowo Siap Suarakan Inklusivitas Global di KTT BRICS

Langit New Delhi diselimuti atmosfer diplomasi tingkat tinggi saat para pemimpin dunia berkumpul untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18. Di tengah pergolakan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia yang kian memuncak, kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi salah satu fokus perhatian utama. Langkah diplomasi Indonesia kian bertenaga saat kepala negara dijadwalkan tampil menyampaikan pidato kunci dalam dua sesi utama forum bergengsi tersebut.

Kehadiran Prabowo di ibu kota India tersebut bukan sekadar formalitas protokoler. Langkah ini menandai posisi tawar Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam peta kekuatan ekonomi baru dunia. Dalam forum yang menghimpun kekuatan-kekuatan utama ekonomi berkembang ini, Indonesia membawa misi strategis: menguatkan kerja sama multilateral yang selama ini kerap berjalan timpang serta memperjuangkan inklusivitas berkeadilan bagi seluruh negara di kawasan Global South.

Mengurai Agenda Dua Sesi Utama KTT BRICS

Pada sesi pertama, Presiden Prabowo dijadwalkan memaparkan pandangan strategis Indonesia terkait reformasi arsitektur keuangan global. Krisis ekonomi yang melanda berbagai belahan dunia menuntut adanya sistem keuangan internasional yang lebih fleksibel, adil, dan transparan. Indonesia mendorong akses pendanaan yang memadai bagi negara berkembang tanpa adanya ikatan geopolitik yang menjerat.

Sementara pada sesi kedua, fokus pembahasan dialihkan pada penguatan ketahanan pangan, transisi energi berkeadilan, dan integrasi rantai pasok global. **Blok BRICS kini mewakili lebih dari 45 persen populasi dunia** dan menyumbang lebih dari sepertiga dari total Produk Domestik Bruto (PDB) global. Angka dominan ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil dalam forum New Delhi memiliki dampak langsung terhadap arah stabilitas pasar internasional.

Pilar Agenda Fokus Usulan Indonesia Target Kolektif BRICS
Keuangan Global Pengurangan ketergantungan valuta asing (LCT) Penguatan peran New Development Bank (NDB)
Pangan & Energi Kemandirian pangan dan investasi hilirisasi Stabilisasi rantai pasok komoditas utama dunia

Suara Kritis dari Kawasan Global South

Penampilan Prabowo di panggung internasional ini menjadi ujian penting bagi konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Di tengah ketegangan antara blok kekuatan Barat dan Timur, Indonesia memilih berdiri tegak di jalur diplomasi independen demi mengamankan kepentingan nasional dan regional.

"Indonesia hadir bukan untuk berpihak pada salah satu blok geopolitik, melainkan untuk memastikan tata kelola ekonomi dunia tidak lagi dikuasai secara sepihak oleh segelintir negara maju,"

Pesan yang dibawa Presiden Prabowo sangat tegar: keadilan ekonomi tidak boleh lagi menjadi sekadar janji diplomasi yang mengabaikan hak-hak negara berkembang. Tekanan inflasi dan krisis energi dunia saat ini memerlukan respons kolektif yang inklusif, di mana setiap negara diberi ruang setara untuk berkembang dan mengolah sumber daya alamnya secara mandiri.

Strategi Diplomasi dan Komitmen Nasional

Sebagai bagian dari agenda strategis di New Delhi, Indonesia menyodorkan beberapa poin krusial untuk disepakati bersama:

  • Penguatan Perdagangan Mata Uang Lokal: Mendorong efisiensi transaksi bilateral melalui penggunaan mata uang lokal guna meminimalkan risiko gejolak nilai tukar.
  • Transfer Teknologi Inklusif: Memastikan akses terhadap teknologi hijau dan inovasi digital dapat terjangkau oleh negara-negara miskin dan berkembang.
  • Kolaborasi Ketahanan Pangan: Membangun lumbung pangan bersama untuk mengantisipasi ancaman krisis iklim global.

Langkah nyata Presiden Prabowo di New Delhi diharapkan mampu membawa angin segar bagi penataan ulang ketertiban dunia. Perjuangan diplomasi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai jembatan dialog antarbangsa sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ancaman resesi global.

Presiden Prabowo Subianto membawa misi strategis Indonesia di KTT BRICS ke-18 di India. Indonesia menyuarakan reformasi keuangan global, penggunaan mata uang lokal, dan inklusivitas bagi Global South. Berita selengkapnya: Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User