Sep 16, 2026
Nasional

Disambut Modi, Prabowo Hadiri KTT BRICS di New Delhi

NEW DELHI — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mendarat di New Delhi, India, guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS. Kedatan

Disambut Modi, Prabowo Hadiri KTT BRICS di New Delhi

NEW DELHI — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mendarat di New Delhi, India, guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS. Kedatangan Kepala Negara disambut hangat secara langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi dalam upacara penyambutan resmi yang mempertegas kedekatan hubungan diplomatik serta posisi strategis Indonesia di kancah multilateral.

Kunjungan kerja tingkat tinggi ini menjadi sorotan utama diplomasi internasional. Kehadiran delegasi Indonesia mencerminkan komitmen teguh Jakarta dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang (Global South) di tengah pergeseran geopolitik dan fragmentasi ekonomi global yang kian dinamis.

Kronologi Kedatangan dan Rangkaian Agenda

Berdasarkan pantauan langsung tim reportase, lawatan diplomasi Presiden Prabowo di ibu kota India berlangsung padat dengan jadwal yang terstruktur ketat:

  1. Pukul 08.30 Waktu Setempat: Pesawat Kepresidenan mendarat di Pangkalan Udara Palam, New Delhi, disambut oleh jajaran pejabat tinggi pemerintah India dan Duta Besar RI untuk India.
  2. Pukul 10.00 Waktu Setempat: Presiden tiba di lokasi utama konferensi dan disambut jabat tangan hangat oleh Perdana Menteri Narendra Modi sebelum sesi foto bersama para kepala negara mitra.
  3. Pukul 11.30 Waktu Setempat: Memulai rangkaian pertemuan bilateral tertutup dengan sejumlah pemimpin negara sahabat guna memperkuat kerja sama bilateral di sektor ketahanan pangan dan energi.
  4. Sesi Pleno Siang hingga Sore: Menghadiri dua sesi debat pleno utama KTT BRICS sebagai pembicara kunci dari kawasan Asia Tenggara.

Dua Sesi Utama: Mengawal Suara Negara Berkembang

Dalam KTT kali ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato intervensi dalam dua sesi utama. Sesi pertama menyoroti penguatan arsitektur keuangan multilateral dan inklusivitas perdagangan global, sementara sesi kedua menitikberatkan pada transisi energi hijau yang berkeadilan dan ketahanan pangan berkelanjutan.

"Indonesia hadir untuk membawa solusi nyata bagi stabilitas kawasan dan dunia. Kemitraan strategis antarnegara berkembang harus mampu menciptakan lompatan ekonomi yang adil, mandiri, dan berkeadaban tanpa meninggalkan prinsip non-blok yang bebas aktif," tegas Presiden Prabowo dalam pengantar delegasi.

Fokus Diplomasi dan Formasi Delegasi

Didampingi sejumlah menteri koordinator serta pejabat kementerian luar negeri, keikutsertaan Indonesia membawa tiga agenda investigasi diplomatik penting:

  • Diversifikasi Sistem Transaksi: Mendorong penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction) guna mengurangi kerentanan terhadap volatilitas moneter global.
  • Ketahanan Rantai Pasok Pangan & Energi: Menjajaki kemitraan impor-ekspor komoditas esensial demi menjaga stabilitas harga domestik di tengah krisis iklim.
  • Kemandirian Teknologi: Membuka akses transfer teknologi industri pengolahan mineral kritis yang menjadi fokus hilirisasi nasional.

Kehadiran aktif Indonesia di New Delhi ini menegaskan pesan kuat: Jakarta tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika blok ekonomi baru, melainkan motor penggerak dialog konstruktif yang menjembatani kepentingan ekonomi global secara independen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User