Sep 09, 2026
Hukum

NEPAL — Dua Pekerja Selamat Usai Sembilan Hari Terjebak Terowongan

KATHMANDU — Sebuah keajaiban di tengah duka bencana alam melanda kawasan pegunungan Himalaya. Dua penyintas berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setel

NEPAL — Dua Pekerja Selamat Usai Sembilan Hari Terjebak Terowongan

KATHMANDU — Sebuah keajaiban di tengah duka bencana alam melanda kawasan pegunungan Himalaya. Dua penyintas berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sembilan hari terjebak di dalam terowongan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli 3A, Nepal. Terowongan tersebut sebelumnya tertimbun lumpur pekat akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet.

Penyelamatan dramatis ini mengakhiri masa penantian kelam keluarga korban dan tim SAR gabungan. Kedua pekerja konstruksi tersebut terperangkap pada kedalaman ekstrem 170 meter di bawah permukaan tanah tanpa akses udara segar yang memadai maupun pasokan makanan harian selama lebih dari satu pekan. Tim penyelamat yang dipimpin oleh militer Nepal harus berpacu dengan waktu serta risiko longsor susulan untuk menembus dinding material banjir.

Banjir Bandang dan Terisolasinya Terowongan Trishuli

Bencana bermula ketika hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan yang menghubungkan Nepal dan Tibet, memicu tanah longsor skala besar serta banjir air bah. Air bah bercampur lumpur pekat dan batuan mengalir deras menerjang kompleks PLTA Trishuli 3A, menutup rapat akses masuk terowongan utama tempat puluhan pekerja tengah melakukan aktivitas operasional.

Saat debit air dan sedimentasi lumpur naik secara mendadak, sebagian besar pekerja berhasil melarikan diri ke area yang lebih tinggi. Namun, dua pekerja teknis terjebak jauh di dalam lorong navigasi proyek. Timbunan material banjir yang sangat tebal sempat membuat tim penyelamat mengkhawatirkan risiko hilangnya nyawa para korban.

Kronologi Operasi Penyelamatan Ekstrem

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Nepal, Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet, mengonfirmasi keberhasilan operasi penyelamatan yang menguji ketahanan fisik dan mental para personel di lapangan. Tim SAR memfokuskan strategi penanganan melalui beberapa tahapan krusial:

  1. Hari Pertama hingga Ketiga: Pemetaan struktur terowongan dan pengerukan lumpur tahap awal menggunakan alat berat serta penyiapan sistem penyedot bertekanan tinggi.
  2. Hari Keempat hingga Keenam: Pengiriman pasokan udara dan oksigen darurat melalui celah pipa berdiameter kecil yang berhasil ditembuskan ke dalam lorong tempat korban terisolasi.
  3. Hari Ketujuh hingga Keenam: Pembuatan akses evakuasi khusus oleh tim spesialis teknis militer dengan memperhitungkan kestabilan struktur batuan di kedalaman 170 meter.
  4. Hari Kesembilan: Pengangkatan fisik kedua korban secara perlahan ke permukaan menggunakan perlengkapan evakuasi khusus.
"Ini adalah salah satu operasi penyelamatan tersulit yang pernah kami lakukan di sektor infrastruktur energi. Kondisi di dalam terowongan sangat ekstrem dengan kelembapan tinggi dan keterbatasan oksigen," tegas Brigjen Raja Ram Basnet dalam keterangan resminya.

Investigasi Keselamatan Infrastruktur PLTA Nepal

Kejadian ini membuka tabir kerentanan proyek-proyek hidroelektrik skala besar di sepanjang lanskap geologis Nepal. Investigasi awal menunjukkan bahwa ancaman banjir bandang akibat cuaca ekstrem sering kali melampaui ambang batas desain mitigasi bencana pada infrastruktur fisik PLTA di kawasan pegunungan terisolasi.

Para pengamat infrastruktur dan lingkungan menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini (early warning system) serta standar proteksi terowongan kerja. Ketersediaan ruang perlindungan darurat (shelter room) yang dilengkapi pipa ventilasi mandiri dan pasokan darurat di dalam terowongan dinilai menjadi faktor kunci kelangsungan hidup kedua pekerja tersebut hingga bantuan berhasil menembus lokasi.

Saat ini, kedua pekerja yang selamat telah dilarikan ke fasilitas medis rujukan di Kathmandu untuk mendapatkan perawatan intensif guna mengatasi dehidrasi parah serta pemulihan trauma psikologis. Pemerintah Nepal berjanji akan membentuk tim independen guna memeriksa secara menyeluruh standar keselamatan di seluruh area pembangunan PLTA wilayah Trishuli.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User