Musim Panen Kacang Air Tradisional Dimulai di Taizhou

Pemandangan khas kembali mewarnai perairan dangkal di Taizhou, Provinsi Jiangsu, saat ratusan petani turun ke danau dan rawa-rawa dengan perahu kayu sederhana. Mereka tidak sedang berwisata, melainkan...

Jul 27, 2026 - 21:06
0 0
Musim Panen Kacang Air Tradisional Dimulai di Taizhou

Pemandangan khas kembali mewarnai perairan dangkal di Taizhou, Provinsi Jiangsu, saat ratusan petani turun ke danau dan rawa-rawa dengan perahu kayu sederhana. Mereka tidak sedang berwisata, melainkan memulai puncak musim panen kacang air (Trapa natans) yang tahun ini diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Sejak akhir Juli 2026, aktivitas panen berlangsung hampir tanpa henti dari pagi hingga senja, menjadi denyut nadi ekonomi bagi ribuan rumah tangga di kawasan pesisir timur Tiongkok ini. Pemerintah setempat mencatat luas tanam kacang air di Kabupaten Taizhou mencapai 12.500 hektare pada musim tanam tahun ini, naik sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya, berkat program perluasan lahan basah produktif yang digulirkan sejak dua tahun silam.

Ritual Panen di Atas Perahu Kayu

Proses panen kacang air di Taizhou masih sangat mengandalkan metode tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap pagi, petani mendorong perahu kayu bercadik tunggal yang disebut sampan ke tengah kolam berlumpur. Dengan posisi duduk di tepi perahu, mereka memungut tanaman kacang air yang mengapung, lalu membalik daun lebar berbentuk belah ketupat untuk memetik buah yang bersembunyi di bawah permukaan air. Satu perahu rata-rata mampu mengangkut 150 hingga 200 kilogram kacang air segar dalam sekali jalan. Diperkirakan lebih dari 3.000 petani terlibat langsung dalam panen kali ini, sebagian besar merupakan anggota koperasi tani yang mengelola lahan secara kolektif. “Kami sudah melakukan ini sejak kakek buyut kami. Meskipun ada mesin, panen dengan tangan lebih menjaga kualitas buah agar tidak rusak,” ujar seorang petani senior yang telah 40 tahun menekuni budidaya ini. Keahlian memilah kacang matang dari yang masih muda menjadi kunci agar hasil panen memenuhi standar pasar.

Dari Komoditas Lokal ke Pasar Nasional

Kacang air yang dipanen dari perairan Taizhou tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah menembus pasar di Shanghai, Nanjing, bahkan hingga ke utara seperti Beijing. Permintaan melonjak tajam selama Festival Pertengahan Musim Gugur, saat kacang air rebus menjadi kudapan wajib yang melambangkan kebersamaan. Data dari Dinas Pertanian setempat menunjukkan total produksi tahun ini diperkirakan menembus 78.000 ton, dengan nilai transaksi di tingkat petani mencapai sekitar 1,2 miliar yuan atau setara Rp2,7 triliun. Harga jual di tingkat petani berkisar antara 6 hingga 10 yuan per kilogram tergantung ukuran dan tingkat kesegaran, naik tipis dibandingkan tahun lalu karena adanya peningkatan biaya logistik. Sebagian hasil panen juga diolah menjadi tepung kacang air yang digunakan sebagai bahan baku kue tradisional dan pengental sup, memberikan nilai tambah yang cukup signifikan bagi industri rumah tangga di desa-desa sekitar.

Tantangan Perubahan Iklim dan Adaptasi Petani

Meskipun panen tahun ini tergolong sukses, petani kacang air di Jiangsu menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pola cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim menyebabkan tinggi muka air danau kerap berfluktuasi di luar prediksi. Tahun lalu, beberapa petani mengalami gagal panam karena banjir dadakan yang menenggelamkan tanaman sebelum buah sempat matang. Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah tahun ini membangun tujuh unit pintu air otomatis baru dan memperkuat tanggul di titik-titik rawan. Selain itu, penyuluh pertanian gencar memperkenalkan varietas hibrida yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap genangan berkepanjangan serta masa panen yang lebih singkat, dari 120 hari menjadi hanya 95 hari. “Kami tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan pola lama. Cuaca semakin sulit ditebak, jadi kami harus lebih pintar,” kata seorang ketua kelompok tani yang mulai mengadopsi sistem pemantauan kualitas air berbasis sensor sederhana yang disubsidi pemerintah.

Wisata Panen dan Penguatan Ekonomi Desa

Menariknya, musim panen kacang air tidak hanya menjadi aktivitas agraris semata, tetapi juga menjelma menjadi daya tarik wisata. Beberapa desa di Taizhou mulai membuka lahan panen bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi memungut kacang air langsung dari atas perahu tradisional. Paket wisata “sehari menjadi petani” ini dibanderol 150 yuan per orang, sudah termasuk perahu, pemandu, dan dua kilogram kacang air segar untuk dibawa pulang. Sejak diujicobakan pada 2025, program ini telah mendatangkan tambahan pendapatan bagi koperasi desa hingga 30 persen di luar hasil penjualan panen utama. Inisiatif ini juga membuka lapangan kerja baru bagi pemuda desa yang sebelumnya cenderung merantau ke kota besar. Mereka kini bekerja sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, hingga pemasar produk olahan kacang air melalui platform digital. Data dari Biro Pariwisata Taizhou mencatat kunjungan wisatawan ke kawasan agrowisata ini melonjak 45 persen pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi bukti bahwa pertanian tradisional bisa bersinergi dengan ekonomi modern tanpa kehilangan akar budayanya.

Prospek dan Keberlanjutan ke Depan

Ke depan, keberlanjutan budidaya kacang air di Taizhou sangat bergantung pada keseimbangan antara peningkatan produktivitas dan konservasi lahan basah. Pemerintah provinsi telah memasukkan kawasan perairan Taizhou ke dalam program Ekowisata Lahan Basah Berkelanjutan 2030, yang membatasi penggunaan pupuk kimia dan mendorong sertifikasi organik. Dengan sertifikasi tersebut, kacang air Taizhou diharapkan mampu menembus pasar ekspor, terutama ke Jepang dan Korea Selatan yang selama ini menjadi pengimpor utama produk serupa dari Vietnam dan India. Sementara itu, para petani terus berinovasi menciptakan produk turunan seperti keripik kacang air, susu nabati, hingga kosmetik alami dari ekstrak buahnya. Semangat gotong royong yang terlihat dari deretan perahu di atas kolam saat fajar menyingsing menjadi cermin bahwa kearifan lokal masih menjadi fondasi kuat dalam menghadapi arus modernisasi. Musim panen kacang air di Taizhou kali ini tidak hanya menghasilkan buah bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memanen harapan bagi generasi penerus petani tradisional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User