Aug 28, 2026
Bisnis

Minyak Jelantah Bisa Ditukar, Pertamina Perluas Program Pengumpulan

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per 2025, konsumsi minyak bumi Indonesia masih berada di kisaran 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik sekitar 580 ribu barel...

Minyak Jelantah Bisa Ditukar, Pertamina Perluas Program Pengumpulan

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per 2025, konsumsi minyak bumi Indonesia masih berada di kisaran 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik sekitar 580 ribu barel per hari. Kesenjangan tersebut membuat pengembangan sumber energi alternatif dan ekonomi sirkular semakin penting. Salah satu bahan yang mulai mendapat perhatian adalah minyak jelantah, yaitu minyak goreng bekas yang tidak lagi layak digunakan untuk memasak.

Pertamina membuka peluang bagi masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui fasilitas UCollect Box yang tersedia di sejumlah titik. Minyak bekas tersebut dapat disetorkan dan ditukar dengan imbalan tertentu, sehingga limbah rumah tangga berpotensi memberikan nilai ekonomi sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Lokasi Pengumpulan Bisa Dicek Melalui Aplikasi

Perwira Subholding Downstream Pertamina, Yoga Pratama, menyampaikan bahwa masyarakat dapat mengetahui lokasi UCollect Box melalui aplikasi MyPertamina. Fitur tersebut membantu pengguna menemukan titik pengumpulan tanpa harus mencari informasi secara manual.

Langkah ini juga memperlihatkan peran platform digital dalam membangun kebiasaan pengelolaan limbah. Pengguna dapat memeriksa lokasi terdekat, membawa minyak jelantah yang telah dikumpulkan, lalu mengikuti mekanisme penukaran yang berlaku di titik tersebut.

Dalam praktiknya, minyak sebaiknya disimpan terlebih dahulu hingga dingin dan ditempatkan di wadah tertutup. Penyaringan dari sisa makanan juga penting agar kualitas bahan tetap terjaga. Masyarakat perlu memperhatikan ketentuan volume, jenis wadah, serta prosedur yang ditetapkan pada masing-masing lokasi.

Dua Manfaat: Pendapatan Tambahan dan Lingkungan

Di satu sisi, program penukaran memberikan insentif ekonomi bagi rumah tangga. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dikumpulkan secara rutin dan dikonversi menjadi imbalan. Nilai yang diterima memang bergantung pada harga dan kebijakan program, tetapi mekanisme ini berpotensi membentuk sumber pemasukan tambahan dalam skala kecil.

Di sisi lain, manfaat lingkungan menjadi alasan utama pengumpulan minyak bekas. Pembuangan minyak ke saluran air dapat mempercepat penyumbatan, menurunkan kualitas air, dan mengganggu ekosistem. Jika masuk ke tanah dalam jumlah besar, minyak juga dapat menghambat penyerapan air serta memengaruhi organisme di sekitarnya.

Minyak jelantah yang terkumpul dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan baku biodiesel atau produk turunan lainnya. Biodiesel adalah bahan bakar yang dibuat dari minyak nabati atau lemak dan dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar diesel. Pemanfaatan ini membantu memperpanjang siklus penggunaan komoditas sekaligus mengurangi limbah.

Potensi Besar, Tetapi Pengawasan Tetap Diperlukan

Indonesia memiliki basis konsumsi minyak goreng yang besar, baik dari rumah tangga maupun sektor usaha makanan. Jika sebagian minyak bekas dapat dihimpun secara teratur, volumenya berpotensi mendukung rantai pasok bahan baku energi terbarukan. Namun, potensi tersebut tidak otomatis terwujud tanpa sistem pengumpulan yang konsisten dan transparan.

Pro: insentif penukaran dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat tren ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang mempertahankan barang atau bahan agar tetap digunakan selama mungkin, bukan langsung menjadi sampah. Program yang mudah diakses juga dapat meningkatkan kesadaran bahwa limbah memiliki nilai.

Kontra: masyarakat perlu memastikan minyak yang disetorkan benar-benar berasal dari penggunaan rumah tangga atau usaha yang sesuai ketentuan. Minyak jelantah tidak boleh digunakan kembali untuk memasak karena pemanasan berulang dapat meningkatkan senyawa yang berisiko bagi kesehatan. Selain itu, diperlukan pengawasan agar minyak yang telah dikumpulkan tidak masuk ke rantai pangan melalui praktik ilegal.

“Ketersediaan titik pengumpulan yang mudah ditemukan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat berpartisipasi secara rutin,” ujar Yoga Pratama.

Dari sisi bisnis, keberhasilan program akan ditentukan oleh tiga faktor: kepastian harga penukaran, jumlah UCollect Box, dan keterlacakan pemanfaatan minyak setelah disetorkan. Keterlacakan berarti adanya informasi mengenai perjalanan bahan, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan. Transparansi tersebut dapat memperkuat kepercayaan publik dan mencegah penyalahgunaan.

Peran Masyarakat dalam Rantai Energi Alternatif

Masyarakat dapat memulai dari langkah sederhana dengan tidak mencampurkan minyak jelantah bersama sampah rumah tangga lainnya. Minyak perlu didinginkan, disaring, dan disimpan dalam botol atau wadah yang aman. Setelah jumlahnya memadai, lokasi penampungan dapat dicari melalui MyPertamina sebelum dilakukan penyetoran.

Program ini bukan solusi tunggal untuk mengatasi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, pengumpulan minyak jelantah dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas, bersama peningkatan efisiensi energi, pengembangan energi terbarukan, dan pengurangan konsumsi bahan bakar. Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, serta edukasi yang memadai, limbah dapur dapat beralih dari persoalan lingkungan menjadi bahan baku yang bernilai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User