BERITADUA.COM, JAKARTA — Peta kepemimpinan organisasi sayap perempuan Partai Golkar resmi bergulir melalui Musyawarah Besar (Mubes) V Gerakan Kosgoro 1957 yang digelar di Jakarta. Dalam forum permusyawaratan tertinggi tersebut, politisi Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, didaulat secara aklamasi memimpin Pimpinan Pusat Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK) 1957 periode mendatang.
Terpilihnya Metty dipandang sebagai langkah strategis organisasi dalam memperkuat basis massa perempuan di tingkat akar rumput, sekaligus menjawab instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar guna menyongsong agenda elektoral jangka panjang.
Kronologi Pelaksanaan Mubes V dan Penetapan Mandat
Proses suksesi kepemimpinan di tubuh GPPK 1957 berlangsung ketat dan terstruktur melalui rangkaian persidangan organisasi. Berikut kronologi jalannya agenda konsolidasi tersebut:
- Pembukaan Mubes Bersama: Acara dibuka secara serentak pada Minggu malam di Jakarta, mempertemukan tiga badan otonom sekaligus, yakni Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK), Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro (GPPK), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kosgoro 1957.
- Penyampaian Arahan Induk Organisasi: Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Sari Yuliati, memberikan arahan strategis terkait arah pembenahan struktur dan penguatan kerja nyata berbasis kerakyatan.
- Sidang Pleno dan Uji Visi-Misi: Metty Triantika memaparkan peta jalan penguatan kelembagaan GPPK di hadapan perwakilan pimpinan daerah dari seluruh Indonesia, menitikberatkan pada pemberdayaan sosial-ekonomi perempuan.
- Penetapan Ketua Umum Terpilih: Peserta forum secara bulat memberikan mandat kepemimpinan nasional GPPK 1957 kepada Metty Triantika untuk periode baru.
Target Struktur 2027 dan Proyeksi Pemilu 2029
Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 yang juga Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Sari Yuliati, menegaskan bahwa seluruh struktur kepengurusan terpilih memikul tanggung jawab besar dalam memperluas jangkauan teritorial organisasi.
"Kosgoro 1957 adalah rumah besar yang mengedepankan kekeluargaan, gotong royong, serta semangat Tri Dharma: pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas. Kita harus hadir dan dekat dengan rakyat melalui program nyata. Kader Kosgoro 1957 harus hidup bersama rakyat, berkarya, dan mengabdi," tegas Sari Yuliati dalam pidato arahannya.
Sari secara spesifik memberikan batas waktu tegas kepada jajaran pimpinan ormas yang baru dibentuk. Setiap badan otonom diwajibkan menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan hingga tingkat daerah dengan capaian minimal 50 persen kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebelum akhir Desember 2027. Langkah ekspansif ini ditujukan langsung guna mematangkan kesiapan mesin politik pendukung Partai Golkar menjelang perhelatan akbar Pemilu 2029.
Peta Jalan Program dan Penguatan Kelembagaan Perempuan
Merespons mandat tersebut, Metty Triantika menegaskan kesiapannya untuk bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Menurutnya, GPPK 1957 tidak boleh hanya menjadi instrumen politik elektoral sesaat, melainkan wadah perjuangan substantif bagi isu-isu perempuan di daerah.
Fokus kerja kepengurusannya akan diarahkan pada sejumlah program prioritas, antara lain:
- Akselerasi Pembentukan Pengurus Daerah: Membentuk struktur dewan pimpinan daerah GPPK di seluruh provinsi serta memperkuat jaringan hingga tingkat kecamatan.
- Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Mengembangkan program pendampingan usaha mikro berbasis perempuan untuk menopang ketahanan ekonomi keluarga.
- Advokasi Kebijakan Publik: Mengawal regulasi pro-perempuan dan anak di tingkat legislatif daerah maupun nasional.
Dengan terpilihnya figur legislator daerah di pucuk pimpinan nasional, GPPK 1957 diharapkan mampu menjembatani aspirasi akar rumput dengan kebijakan politik strategis di level pusat secara berkesinambungan.
Comments (0)