Sep 14, 2026
Hukum

Bantul — DPRD Minta Pemkab Gerak Cepat Manfaatkan Potensi Kelok 23

Pembangunan jalur jalan lintas selatan dan ruas penghubung strategis Kelok 23 yang mempertemukan Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul kini memasuki babak kr

Bantul — DPRD Minta Pemkab Gerak Cepat Manfaatkan Potensi Kelok 23

Pembangunan jalur jalan lintas selatan dan ruas penghubung strategis Kelok 23 yang mempertemukan Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul kini memasuki babak krusial. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul secara tegas memperingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul agar tidak pasif dan sekadar menjadi penonton di tengah masifnya pergerakan arus wisatawan dan distribusi logistik regional.

Akses infrastruktur megah yang membelah perbukitan selatan tersebut dinilai berisiko hanya menjadi jalur perlintasan cepat jika pemerintah daerah lamban menyiapkan ekosistem pendukung. Tanpa intervensi kebijakan yang terukur, percepatan ekonomi diprediksi hanya akan terserap ke wilayah tetangga, sementara kawasan selatan Bantul menanggung dampak lingkungan dan beban lalu lintas semata.

Kronologi dan Desakan Akselerasi Kebijakan

Sorotan tajam parlemen daerah ini mencuat seiring dimulainya uji coba fungsional Kelok 23. DPRD Bantul mencatat beberapa tahapan kritis yang perlu segera disikapi oleh jajaran eksekutif:

  1. Tahap Pembukaan Jalur: Uji coba pembukaan jalan Kelok 23 memicu lonjakan mobilitas harian kendaraan pribadi dan bus pariwisata lintas kabupaten.
  2. Ketiadaan Regulasi Penyangga: Belum terlihat rencana detail tata ruang (RDTR) tematik yang memetakan zona ekonomi kreatif, rest area terpadu, dan kantong UMKM di sepanjang koridor penyangga.
  3. Eskalasi Desakan Legislatif: Komisi terkait di DPRD Bantul secara resmi melayangkan instruksi kerja agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menyusun cetak biru pengembangan ekonomi kawasan selatan.
"Kelok 23 bukan sekadar mahakarya infrastruktur fisik, melainkan koridor pertumbuhan baru. Pemkab Bantul tidak boleh bersikap lambat atau sekadar menunggu inisiatif pasar. Perlu skema agresif agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama ekonomi, bukan tersingkir menjadi penonton di tanah sendiri," tegas perwakilan fraksi DPRD Bantul dalam evaluasinya.

Analisis Potensi Ekonomi versus Risiko Stagnasi

Kajian lapangan menunjukkan adanya disparitas tajam antara potensi riil dan kesiapan programatis daerah. Jika dimaksimalkan, Kelok 23 mampu mengintegrasikan klaster wisata Pantai Parangtritis hingga kawasan perbukitan Dlingo secara terpadu.

Indikator Kawasan Peluang Strategis (Akselerasi) Risiko Kegagalan (Status Quo)
Sektor Pariwisata Integrasi paket wisata lintas Bantul–Gunungkidul secara berkelanjutan Bantul hanya menjadi jalur lintas tanpa masa tinggal (length of stay) wisatawan
Pemberdayaan UMKM Pusat kuliner, kerajinan lokal, dan rest area tematik terkelola Munculnya pedagang liar tak tertata dan kebocoran ekonomi ke luar daerah
Iklim Investasi Masuknya investasi akomodasi ramah lingkungan dan ecotourism Spekulasi tanah liar dan alih fungsi lahan tanpa kendali zonasi

Langkah Konkret yang Harus Ditempuh Pemkab

Guna mengantisipasi ketertinggalan, Pemkab Bantul didesak segera mengambil tiga langkah taktis dalam waktu dekat:

  • Penetapan Zonasi Investasi: Mempercepat penerbitan regulasi perizinan terpadu untuk menarik pemodal di sektor perhotelan berwawasan lingkungan dan fasilitas rekreasi terpadu.
  • Pemberdayaan Pelaku Usaha Lokal: Mengalokasikan pos anggaran pendampingan dan permodalan bagi ratusan pelaku UMKM di kawasan pesisir dan perbukitan selatan.
  • Penyediaan Sarana Pendukung: Menyiapkan infrastruktur keselamatan jalan, kantong parkir resmi, hingga rekayasa lalu lintas berkala guna mengantisipasi titik rawan kemacetan baru.

Kini bola berada di tangan Pemkab Bantul. Kesiapan birokrasi dalam mengeksekusi integrasi tata ruang dan investasi akan menentukan apakah Kelok 23 menjadi katalisator kemakmuran warga selatan atau sekadar proyek fisik yang menyisakan ketimpangan ekonomi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User