Menhub Dudy Targetkan Celukan Bawang Beroperasi Akhir Tahun
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menargetkan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng mulai melayani penyeberangan pada akhir tahun ini. Langkah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menargetkan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng mulai melayani penyeberangan pada akhir tahun ini. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan kronis di lintasan Ketapang–Gilimanuk yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi logistik dan pariwisata antara Bali dan Jawa. Dalam rapat koordinasi di Denpasar, Jumat (11/7), Menhub menegaskan bahwa pengembangan pelabuhan ini harus berjalan sesuai timeline agar bisa mengurangi beban Gilimanuk yang kerap mengalami antrean hingga 8 jam pada musim liburan.
Latar Belakang: Tekanan di Lintasan Ketapang–Gilimanuk
Lintasan Ketapang–Gilimanuk di Kabupaten Jembrana melayani lebih dari 14.000 kendaraan per hari dan lebih dari 30.000 penumpang pada puncak musim seperti Lebaran dan Natal-Tahun Baru. Kapasitas dermaga dan kapal yang terbatas membuat antrean panjang tidak terhindarkan, memakan waktu hingga berjam-jam di sisi Banyuwangi maupun Gilimanuk. Padatnya arus penyeberangan ini tak hanya mengganggu wisatawan yang hendak menuju Bali, tetapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi karena terhambatnya distribusi barang.
Pelabuhan Celukan Bawang sebagai Solusi Alternatif
Pelabuhan Celukan Bawang terletak di pesisir utara Bali, tepatnya di Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Pelabuhan ini sejatinya sudah beroperasi sebagai terminal barang dan peti kemas, namun kini akan dikembangkan menjadi penyeberangan feri roro untuk kendaraan dan penumpang. Rencana rute yang disiapkan adalah Celukan Bawang–Boom Banyuwangi atau alternatif ke Situbondo, yang lebih pendek jaraknya dibandingkan Gilimanuk–Ketapang. Dengan demikian, pengguna jalan dari Jawa Timur bagian timur maupun kendaraan logistik dari arah Surabaya dapat memilih jalur ini tanpa harus menempuh perjalanan panjang memutar ke Gilimanuk.
Kronologi Pengembangan dan Target Operasional
Berikut adalah linimasa utama pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang berdasarkan pemaparan Kemenhub dan PT ASDP:
- Maret 2026: Studi kelayakan teknis dan revisi masterplan pelabuhan rampung, termasuk kajian akses jalan nasional dari Gilimanuk menuju Celukan Bawang.
- Mei–Juli 2026: Pemasangan moveable bridge (jembatan apung) di dua dermaga dan pengerukan alur pelayaran hingga kedalaman 7 meter untuk menampung kapal roro berkapasitas 500–800 GT.
- September 2026: Uji coba operasional oleh PT ASDP Indonesia Ferry dengan mengerahkan dua kapal baru yang mampu mengangkut 200 kendaraan campuran per kapal.
- November–Desember 2026: Pelayanan penuh diharapkan dimulai, bersamaan dengan lonjakan libur Natal dan Tahun Baru.
Menhub Dudy menekankan bahwa “Kita ingin sebelum akhir tahun, Celukan Bawang sudah bisa melayani penyeberangan. Walaupun belum sempurna, yang penting bisa beroperasi mengurai kepadatan Gilimanuk.”
Tantangan Infrastruktur dan Kesiapan Operator
Di balik optimisme tersebut, sejumlah tantangan masih membayangi. Akses darat dari jalan nasional menuju pelabuhan sepanjang 12 km masih memerlukan pelebaran dan perbaikan di beberapa titik rawan longsor. Selain itu, ketersediaan lahan parkir penampuangan serta fasilitas terminal penumpang juga menjadi pekerjaan rumah. PT ASDP mengaku tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian PUPR untuk mempercepat perbaikan akses jalan dan penerangan.
Dari sisi armada, ASDP berencana menggeser dua kapal dari lintasan lain yang relatif sepi, sembari menunggu rampungnya pembangunan kapal baru di galangan nasional. Direktur Utama ASDP menyebutkan bahwa total investasi untuk pengembangan tahap awal ini mencapai Rp 350 miliar, termasuk pengadaan kapal dan pengerukan.
Harapan dan Dampak Ekonomi
Jika beroperasi tepat waktu, Celukan Bawang diproyeksikan menyerap hingga 25% volume kendaraan dari Gilimanuk pada tahun pertama. Hal ini akan memangkas waktu tunggu di Ketapang secara signifikan. Pelaku industri pariwisata di Buleleng dan kawasan utara Bali menyambut baik rencana ini karena akan membuka akses langsung wisatawan domestik yang selama ini harus melewati Denpasar dan pantai selatan. Selain itu, efisiensi logistik diharapkan mampu menurunkan harga barang kebutuhan pokok di Bali bagian utara yang selama ini lebih mahal karena biaya distribusi yang tinggi.
Menhub Dudy menutup pertemuan dengan optimisme hati-hati: “Kita akan monitor setiap Minggu. Kalau ada hambatan, langsung selesaikan. Saya tidak mau ada molor.”
[TAGS]: Pelabuhan Celukan Bawang, Dudy Purwagandhi, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, ASDP, Buleleng, solusi kepadatan [SOCIAL_TWEET]: Akhir tahun ini, Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara siap beroperasi urai kepadatan Gilimanuk. Menhub targetkan layani penyeberangan dengan roro baru, serap 25% volume kendaraan. #TransportasiBali #CelukanBawang #InfrastrukturIndonesia [SOCIAL_FB]: Kabar gembira bagi pengguna jasa penyeberangan Bali-Jawa! Pelabuhan Celukan Bawang dipersiapkan jadi alternatif rute baru, target beroperasi akhir tahun. Simak timeline dan proyeksi dampaknya. [SOCIAL_TG]: 🚢 Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng ditargetkan layani penyeberangan akhir 2026. Menhub: “Saya tidak mau ada molor.” Rute baru ini diharapkan potong antrean 8 jam di Gilimanuk lho! [SOCIAL_THREADS]: bye bye antrian gilimanuk 8 jam?? akhir tahun ini celukan bawang siap dibuka jadi rute penyeberangan alternatif ke bali utara. semoga lancar ya biar liburan natal gak stres di pelabuhan 🚗✨
Comments (0)