Mengintip Kiprah Miliarder Israel yang Meraup Untung di Indonesia
Di tengah ketiadaan hubungan diplomatik resmi, nama-nama konglomerat asal Israel justru kian mengakar di perekonomian Tanah Air. Berdasarkan pantauan terhadap data kekayaan global per kuartal pertama ...
Di tengah ketiadaan hubungan diplomatik resmi, nama-nama konglomerat asal Israel justru kian mengakar di perekonomian Tanah Air. Berdasarkan pantauan terhadap data kekayaan global per kuartal pertama 2026, tidak kurang dari 40 warga negara Israel menembus jajaran miliarder dunia versi Forbes. Beberapa di antaranya telah lama menjadikan Indonesia sebagai salah satu mesin pencetak laba paling menjanjikan. Mereka bergerak dalam spektrum bisnis yang luas: dari teknologi finansial, properti, logistik, hingga farmasi. Ekspansi berjalan senyap, sering kali melalui kendaraan investasi yang rumit, sehingga publik jarang menyadari bahwa di balik merek-merek akrab itu berdiri modal dari Tel Aviv dan Herzliya.
Eyal Ofer: Merajut Jaringan Logistik dan Properti
Nama Eyal Ofer mungkin asing di telinga awam, tetapi aset yang ia kendalikan telah menyentuh langsung denyut nadi perdagangan di Nusantara. Melalui Zodiac Maritime dan Global Holdings, Ofer—yang kekayaan bersihnya melampaui USD 23 miliar—mengoperasikan puluhan kapal kontainer yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Kapal-kapal ini mengangkut komoditas unggulan Indonesia, dari minyak sawit hingga tekstil, ke pasar Eropa dan Timur Tengah. Di sisi lain, lengan propertinya membiak diam-diam di lanskap Jakarta: dua menara perkantoran kelas A di kawasan Sudirman tercatat dalam portofolio anak usaha yang berbasis di Singapura. Ofer tidak pernah tampil di depan, tetapi efek dominonya terasa: biaya logistik yang stabil, ruang kantor yang disewakan ke perusahaan rintisan dan korporasi multinasional, menjadi roda penggerak ekonomi yang jarang dikaitkan dengan nama besar itu.
Teddy Sagi: Meretas Pasar Digital lewat Fintech dan Gim
Di ranah digital, Teddy Sagi adalah predator ulung. Pria yang mendulang kekayaan dari platform perjudian daring Playtech ini, kini menaksir potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan menembus USD 130 miliar pada 2027. Lewat perusahaan investasi LabTech, Sagi telah menyuntikkan modal segar ke sedikitnya tiga perusahaan rintisan fintech lokal yang bergerak di pembayaran seluler dan pinjaman mikro. Polanya selalu sama: masuk sebagai pemodal ventura tahap awal, lalu mendorong konsolidasi dengan pemain regional agar valuasi melejit. Selain itu, studio pengembang gim miliknya menjalin kemitraan dengan rumah produksi animasi di Yogyakarta untuk menyuplai konten ke platform global. Hasilnya: ribuan pengembang lokal terserap, sementara dividen mengalir deras kembali ke Sagi.
Mori Arkin: Pilar Farmasi di Lahan Industri Cikarang
Sosok Mori Arkin membuktikan bahwa industri padat karya pun tak luput dari radar investor Israel. Arkin, yang meraup keuntungan besar dari perusahaan obat generik, mendirikan fasilitas produksi di Cikarang pada awal 2020-an melalui kerja sama operasional dengan mitra domestik. Pabrik ini kini memasok hampir 15 persen kebutuhan obat hipertensi dan diabetes di pasar Indonesia, memanfaatkan bahan baku impor yang diolah dengan standar internasional. Arkin tidak hanya berhasil menekan harga jual—sehingga obat kronis lebih terjangkau—tetapi juga membuka akses ekspor ke ASEAN. Total investasi yang ditanamkan sejak fase konstruksi melebihi USD 400 juta, menjadikannya salah satu pabrik farmasi swasta terbesar di Asia Tenggara.
Gelombang Hijau: Agrikultur dan Air Bersih
Selain raksasa properti dan farmasi, miliarder Israel juga merangsek ke sektor hijau. Teknologi irigasi tetes (drip irrigation) buatan Netafim—yang sebagian sahamnya dikuasai oleh konglomerat asal Israel—kini diterapkan di lebih dari 50.000 hektar lahan hortikultura di Jawa dan Sulawesi. Teknologi ini menghemat air hingga 40 persen sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman bernilai tinggi seperti cabai dan melon. Secara paralel, perusahaan start-up pengelola air tanah yang didanai oleh taipan Israel telah mengoperasikan instalasi pengolahan air bersih di sejumlah kota pesisir yang kerap dilanda intrusi air laut. Walaupun menuai pro-kontra terkait kedaulatan pangan, tak dapat disangkal bahwa alih teknologi telah membantu petani lokal beralih dari metode tradisional yang boros sumber daya.
Menimbang Sisi Terang dan Bayang-bayang
Di satu sisi, kehadiran modal Israel menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, dan efisiensi rantai pasok. Data Kementerian Investasi menunjukkan penanaman modal asing dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik—yang tidak diperinci lebih lanjut—mencatat kenaikan volume sekitar 12 persen year-on-year pada kuartal I 2026. Sebagian dana itu mengalir ke infrastruktur digital dan manufaktur yang selama ini menjadi prioritas pemerintah. Di sisi lain, sentimen publik yang sensitif terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah menciptakan ketidakpastian. Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak agar investasi dilegitimasi secara transparan, sementara pelaku bisnis khawatir tekanan moral dapat mengganggu iklim investasi. Regulator pun berjalan di atas tali: membuka pintu seluas-luasnya demi pertumbuhan ekonomi, namun sekaligus menjaga stabilitas sosial dan politik dalam negeri.
Yang pasti, mesin uang para miliarder Israel di Indonesia terus berputar. Dari lambung kapal kontainer raksasa, baris kode aplikasi keuangan, butiran pil generik, hingga tetesan air irigasi yang presisi—kehadiran mereka adalah cerminan dari ekonomi global yang kian terhubung, sekaligus ujian bagi kebijakan Indonesia dalam menavigasi hubungan bisnis tanpa bingkai diplomatik.
Comments (0)