Oct 15, 2026
Bisnis

Martha Tilaar Tutup Usia, Menakar Jejak Bisnis Kecantikan Rp Triliunan

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan laporan industri kosmetik nasional per 2024, pasar kosmetik Indonesia mencatat nilai lebih dari Rp 80 triliun dengan pertumbuhan 6-8 persen year-on-year. Di ...

Martha Tilaar Tutup Usia, Menakar Jejak Bisnis Kecantikan Rp Triliunan

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan laporan industri kosmetik nasional per 2024, pasar kosmetik Indonesia mencatat nilai lebih dari Rp 80 triliun dengan pertumbuhan 6-8 persen year-on-year. Di tengah angka itu, satu nama yang lama menjadi penanda penting adalah Martha Tilaar, yang meninggal dunia pada usia 89 tahun. Kepergiannya menutup babak panjang seorang pelaku usaha yang membangun kerajaan kecantikan dari nol, sekaligus membuka diskusi soal keberlanjutan bisnis keluarga di sektor yang sangat kompetitif ini.

Dari Salon Kecil ke Gurita Bisnis Kecantikan

Martha Tilaar bukan sekadar nama di balik produk perawatan tubuh. Ia adalah perintis yang mengubah cara industri melihat kecantikan berbasis bahan alami. Perjalanan bisnisnya dimulai dari usaha kecil di bidang tata rias, lalu berkembang menjadi kelompok usaha yang menaungi merek perawatan kulit, kosmetik, jamu modern, hingga pendidikan kecantikan. Dalam terminologi bisnis, ini disebut diversifikasi portofolio: memperluas lini usaha untuk menekan risiko ketika satu segmen pasar melemah.

Gurita bisnisnya mencakup lebih dari 10 merek dengan jangkauan distribusi yang menembus pasar modern, tradisional, hingga ekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa. Nilai penjualan tahunan kelompok usaha ini diperkirakan berada di kisaran ratusan miliar rupiah, meski angka pastinya jarang dipublikasikan karena status perusahaan yang tidak tercatat di bursa.

"Industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu fondasinya. Beliau membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing dengan merek global tanpa kehilangan identitas," ujar seorang pengamat industri kosmetik.

Pro: Lokalisasi Bahan Baku sebagai Fundamental Kuat

Di satu sisi, strategi Martha Tilaar yang bertumpu pada bahan baku lokal dinilai sebagai fundamental yang kokoh. Ketika harga bahan impor bergejolak dan nilai tukar rupiah melemah, produsen yang mengandalkan rantai pasok domestik lebih tahan terhadap gejolak. Rasio biaya bahan baku terhadap total biaya produksi bisa ditekan, sehingga margin tetap terjaga.

Pendekatan ini juga menciptakan efek berganda bagi petani dan pelaku usaha kecil yang memasok rempah serta tanaman obat. Dalam konteks makro, ini memperkuat likuiditas di tingkat akar rumput dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan kimia kosmetik yang selama ini mendominasi.

Selain itu, merek yang dibangun dengan narasi kearifan lokal memiliki nilai valuasi tersendiri. Konsumen milenial dan Gen Z cenderung memilih produk yang punya cerita dan identitas. Sentimen pasar terhadap produk etnik justru mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir.

Kontra: Tantangan Regenerasi dan Tekanan Kompetitor Global

Di sisi lain, kepergian sang pendiri memunculkan pertanyaan soal keberlanjutan. Banyak konglomerasi keluarga di Indonesia menghadapi masalah klasik: transisi kepemimpinan dari generasi pertama ke generasi berikutnya. Data dari sejumlah studi keluarga bisnis menunjukkan hanya sekitar 30 persen perusahaan keluarga bertahan hingga generasi kedua, dan angka itu turun menjadi 12 persen pada generasi ketiga.

Tekanan eksternal juga tidak ringan. Merek global dengan anggaran pemasaran besar terus menggerus pangsa pasar. Tren capital outflow di sektor barang konsumsi, meski tidak langsung, turut memengaruhi iklim investasi. Belum lagi perubahan perilaku konsumen yang bergerak cepat mengikuti tren media sosial, membuat siklus hidup produk semakin pendek.

Dari sisi struktur, kelompok usaha yang menaungi banyak merek kerap menghadapi persoalan efisiensi. Terlalu banyak lini produk bisa membuat fokus manajemen terpecah dan biaya operasional membengkak. Rasio beban usaha terhadap pendapatan menjadi indikator yang wajib dicermati.

Proyeksi dan Sentimen Pasar ke Depan

Terlepas dari itu, fondasi yang dibangun selama puluhan tahun memberi ruang bagi keberlanjutan. Proyeksi pertumbuhan pasar kosmetik nasional tetap positif, didorong kelas menengah yang terus bertambah dan kesadaran perawatan diri yang meningkat pasca-pandemi.

Yang menjadi kunci adalah bagaimana pewaris bisnis mampu menjaga tren inovasi tanpa kehilangan identitas. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga nilai yang melekat di dalamnya. Selama narasi itu dijaga, warisan bisnis Martha Tilaar berpotensi tetap relevan di pasar yang semakin ramai.

Pada akhirnya, kisah ini bukan hanya soal satu tokoh yang tutup usia. Ini tentang bagaimana sebuah ekosistem bisnis dibangun, diuji, dan diwariskan. Angka-angka boleh berubah, tetapi fondasi yang kuat akan selalu menjadi penentu arah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User